Delegasi Universitas Ubudiyah Indonesia Audiensi ke Ruman Aceh

Dok. Ruman Aceh

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Lembaga pendidikan dan pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM) Rumah Baca Aneuk Nanggroe (Ruman Aceh) menerima audiensi delegasi dari Universitas Ubudiyah Indonesia (UUI), Jumat pagi (22/1) pagi.

Delegasi tersebut diterima oleh Pendiri dan Pembina Ruman Aceh, Ahmad Arif yang didampingi Kepala Sekolah TK Ruman Aceh, Fitri Mukirah, beserta Dian Elyta, Bendahara Sekolah di kantor mereka di gampong Punge Blang Cut, Kecamatan Jaya Baru, Banda Aceh.

Sedangkan delegasi UUI terdiri dari Zulaida Rahmi (Ketua Prodi Informatika), Akmaluddin (Dosen Pendidikan Guru Sekolah Dasar /PGSD) dan Sahbainur Rezeki (Ketua Prodi Kebidanan).

Menurut Zulaida, koordinator delegasi UUI, mereka hendak menjajaki kemungkinan bermitra dan bersinergi dengan Ruman Aceh dalam menjalankan program kampus merdeka belajar (KMB) yang dititahkan surat edaran Kemendikbud Nomor 1 tahun 2020.

“KMB yang dimaksud adalah memberikan hak bagi mahasiswa untuk belajar di luar kelas kampus seperti magang, asistensi mengajar atau lainnya selama 2 semester. Nah, kami hendak mengajak Ruman Aceh menjadi mitra bersinergi,” tutur Zulaida.

Adapun tujuan program tersebut, imbuh Zulaida selanjutnya adalah agar mahasiswa dapat memiliki pengalaman dan kemampuan untuk menguasai beragam keilmuan dan keterampilan yang berguna di dunia kerja nantinya.

“Kita berharap silaturrahim ini akan menghasilkan perjanjian kerja sama antara dua lembaga dalam rentang satu, tiga atau lima tahun. Agar menghadirkan manfaat maksimal buat masyarakat umum dan kedua lembaga dimaksud,” imbuhnya.

Sementara itu, Ahmad Arif mengungkapkan bahwa audiensi formal ini merupakan hal baru buat mereka. Terlebih lagi datang dari dari sebuah universitas yang mempunyai sumberdaya berlimpah. Sebelum ini, Ruman Aceh yang audiensi ke instansi lain untuk meningkatkan kapasitas.

“Ini merupakan kali pertama kita menerima audiensi dari sebuah universitas secara formal. Semoga mendatangkan kebaikan buat kedua belah pihak dan Allah pun meridhai serta memberkahi,” ujar Arif.

Ruman Aceh, lanjut Arif, merekomendasikan 5 hal. Satu, pengembangan design dan konten website. Kedua, mengevaluasi pemanfaatan sosial media. Ketiga, aspek kesehatan buat murid Sekolah TK Ruman Aceh.

Keempat, memaksimalkan potensi pustaka komunitas dan wisata buku gratis MIBARA (minggu bacarame-rame). Kelima, bakti sosial dan pendampingan psikologis bagi masyarakat.

“Kelima hal tersebut akan kita bahas lebih mendetil tanpa menutup kemungkinan terhadap hal lainnya, baik dari sisi mahasiswa maupun dosen. Sebab bagi kita, eksistensi sangat berbanding lurus dengan kontribusi. Dan itu sejalan dengan tridarma perguruan tinggi,” pungkas Arif. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.