Wednesday, April 8, 2020

Bioetanol Gel, Alternatif Pengganti Minyak Tanah: Riset Unsyiah

Must Read

Tiba Malam, Ini Agenda Jokowi Selama di Aceh

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Presiden Joko Widodo dijadwalkan tiba di Pangkalan Udara Sultan Iskandar Muda Blang Bintang pada pukul 19.30 WIB...

Inilah Pesan Mendagri kepada Gubernur Aceh

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi mengatakan pemerintah pusat menyampaikan delapan pesan kepada gubernur Aceh...

Mess Pekerja Galian Pipa Gas Diberondong

Oleh Radzie BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Teror bersenjata kembali terjadi di Aceh. Dua orang yang belum diketahui identitasnya memberondong...

Korban Konflik

Ramli Ahmad (65), korban konflik asal Pante Labu, Aceh Timur, mengalami cacat permanen akibat penganiayaan yang menimpanya semasa konflik....
Redaksi
Redaksihttp://www.acehkita.com
ACEHKITA.COM hadir sejak 19 Juli 2003. Kami bisa dihubungi via @acehkita, redaksi[at]acehkita[dot]com

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM — Mahasiswa Universitas Syiah Kuala menawarkan solusi pengganti bahan bakar minyak tanah bagi masyarakat Aceh. Mereka menawarkan ide penggunaan bioetanol gel sebagai bahan bakar alternatif pengganti minyak tanah.

“Bioetanol gel terbukti sangat ramah lingkungan berdasarkan penelitian yang telah kami lakukan. Di samping itu, penggunaan bioetanol gel juga dapat mengurangi jumlah pengeluaran masyarakat. Penggunaan bioetanol gel 250 gram setara dengan penggunaan 1 liter minyak tanah. Apalagi sekarang minyak tanah sudah mulai langka di pasaran dan harganya mahal,” jelas Ayu Nova Rida, Sabtu.

Ayu Nova Rida bersama tiga rekannya, yaitu Ida Afriani, Nur Aisyah, dan Cut Wildayati, merupakan mahasiswa Program Studi Teknik Kimia, Fakultas Teknik Unsyiah. Mereka meneliti bioetanol gel yang bisa menjadi bahan bakar alternatif.

Menurut Ayu, pengguna bioetanol sudah relatif banyak di berbagai belahan dunia. Negara Brazil menjadi negara nomor satu dalam penggunaan bioetanol dalam jumlah besar di kehidupan sehari-hari. Akan tetapi, kabarnya bioetanol cair sering menyebabkan sebuah ledakan, karena sifatnya yang mudah menguap dan terbakar.

“Oleh karena itu, kami melakukan penelitian untuk mengubah bioetanol cair menjadi bioetanol gel yang memiliki laju penguapan yang rendah sehingga mudah dan aman untuk digunakan, serta ramah terhadap lingkungan. Pengemasan bioetanol gel juga mudah dan mudah juga untuk dibawa ke mana-mana. Ini sangat bermanfaat bagi para pendaki gunung yang berkemah. Inovasi baru ini lahir atas bimbingan dari Dr. Ir. Marwan selaku dosen Fakultas Teknik,” ungkap Ayu.

Ia menambahkan, bioetanol cair dapat dibuat dari jagung, singkong, tebu dan tumbuhan lainnya yang mengandung gula untuk proses fermentasi. Akan tetapi, bahan-bahan baku tersebut dapat memicu berkurangnya jumlah pangan di dalam masyarakat. Jadi, penggunaan molases atau limbah pabrik gula menjadi alternatif untuk bahan baku pembuatan bioetanol. Setelah didapatkan bioetanol cair, maka dengan penambahan Carboxyl Methyl Celullosa dapat membuat bioetanol cair menjadi bioetanol gel yang lebih aman dan ramah lingkungan. Penelitian bioetanol gel telah teruji di laboratorium dan sangat berguna apabila dimanfaatkan untuk home industry. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Tiga Pasien Positif COVID-19 di Aceh Sembuh

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Tiga pasien positif corona atau COVID-19 di Aceh dinyatakan sembuh. Mereka diperbolehkan pulang setelah...

200 Pengemudi Ojek Daring di Aceh Peroleh Bantuan Sembako

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Sebanyak 200 pengemudi ojek daring di Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar, Aceh, memproleh bantuan sembako dari Forum...

Update Corona di Aceh: Sudah 37 PDP COVID-19 Pulang dari RS dan Sehat

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Sebanyak 37 orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Virus Corona atau COVID-19 di Aceh dilaporkan sembuh dan telah pulang dari...

Update Corona di Aceh: ODP Bertambah Jadi 893, PDP 45, dan Hasil Swab EY Negatif

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona atau COVID-19 di Aceh kembali bertambah. Kali ini ODP bertambah 96 orang menjadi...

Surat Wali Nanggroe Kepada Para Tenaga Medis

Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk Malik Mahmud Al Haytar menyampaikan rasa terima kasih kepada para tenaga medis yang saat ini menjadi garda...

More Articles Like This