Monday, December 9, 2019

Besok, FJL Aceh Gelar Diskusi tentang Kehutanan

Must Read

FOTO | Forum Raja-raja Aceh

Keturunan dan ahli waris raja-raja Aceh dari berbagai daerah melakukan musyawarah bersama di Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh,...

Jangan Lupa, Mulai Hari Ini Imunisasi MR Digelar di Aceh

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Upaya pemerintah dalam mengeliminasi campak dan rubella di Indonesia tahun 2020 terus dilakukan. Setelah...

FOTO | Persiraja Menang Tipis Lawan Sriwijaya

Persiraja Banda Aceh menang tipis 1-0 saat menjamu Sriwijaya FC dalam pertandingan lanjutan Liga 2 di Stadion H Dimurthala,...

Pedagang Nenas

Pedagang nenas menunggu pembeli di desa Isak, Takengon, Aceh Tengah. Selain menghasilkan kopi, petani di dataran tinggi tersebut memiliki...
Redaksi
Redaksihttp://www.acehkita.com
ACEHKITA.COM hadir sejak 19 Juli 2003. Kami bisa dihubungi via @acehkita, redaksi[at]acehkita[dot]com

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM  – Forum Jurnalis Lingkungan (FJL) Aceh menggelar diskusi tematik tentang isu perizinan sektor kehutanan di Aceh. Diskusi tematik ini akan digelar, Rabu 29 Agustus 2018 di Warung Kopi Chek Yuke, Lampineung, Banda Aceh.

Ketua Panitia Pelaksana, Ratno Sugito mengatakan, selama ini FJL Aceh fokus mengawal isu-isu lingkungan. Keterlibatan jurnalis dalam mengawal lingkungan sangat berkontribusi untuk menjaga hutan Aceh dari kerusakan. Diskusi publik tersebut bertema “Perizinan dalam Sektor Kehutanan Aceh, Sebagai Bentuk Kepedulian Multipihak Terhadap Pembangun Aceh Berkelanjutan”.

“Kita berharap dengan ada diskusi ini akan semakin memperkuat gerakan sosial kita untuk menjaga dan mengawal hutan dari kerusakan,” kata Ratno Sugito, Selasa.

Diskusi tematik ini, sebutnya, tidak hanya sebatas berdiskusi. Akan tetapi juga membangun silaturrahmi dengan para pihak, baik semasa jurnalis, masyarakat sipil dan pihah-pihak lainnya. Diharapkan, dengan semakin banyak komponen berkumpul akan lebih masif mengkampanyekan perlindungan hutan dari kerusakan.

“Kita butuh gerakan bersama untuk menjaga kerusakan hutan di Aceh. Termasuk mengawal sektor perizinan yang diberikan oleh pemerintah, jangan sampai masuk dalam kawasan hutan lindung diberikan izin,” ungkapnya.

Pada diskusi kali ini, sebutnya, FJL Aceh mengundang narasumber dari Kabid Informasi dan Pengaduan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Aceh, Jafaruddin; Kabid Minerba Distamben Aceh, Said Faisal; Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK), Mahar; Koordinator Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA), Alfian dan Sekretaris Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Banda Aceh, Afifuddin Acal.

Diskusi tematik ini nantinya, dipandu oleh Adi Warsidi, mantan Ketua AJI Kota Banda Aceh. “Kami berharap diskusi ini menjadi titik awal untuk membangun gerakan bersama menjaga hutan Aceh,” ujar Ratno. []

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

KUA Kecamatan Makmur Sosialisasikan Pencegahan Pernikahan Dini ke Siswa

BIREUEN | ACEHKITA.COM - Guna menekan angka pernikahan dini di bawah usia 19 tahun, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan...

Palembang Tuan Rumah Kongres dan Fesmed AJI 2020

Pengurus Nasional Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia akhirnya memilih Kota Palembang sebagai tuan rumah penyelenggaraan Kongres AJI dan Festival Media (Fesmed) Tahun 2020. Keputusan...

KIA Beri Anugerah Keterbukaan Informasi Badan Publik 2019 di Aceh

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Komisi Informasi Aceh (KIA) memberikan penghargaan Keterbukaan Informasi Publik 2019 kepada badan publik di Aceh. Pemberian anugerah keterbukaan informasi...

Plt Gubernur Sampaikan Duka Atas Meninggalnya Bupati Aceh Selatan

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, menyampaikan turut berduka cita atas meninggalnya Bupati Aceh Selatan, Azwir. Bupati Aceh Selatan, Azwir, meninggal dunia pada...

Gugatan Pemutusan Akses Internet Papua Berlanjut ke Persidangan

JAKARTA | ACEHKITA.COM — Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta memutuskan gugatan terhadap kebijakan pemerintah terkait pemutusan akses internet di Papua saat kejadian rusuh Agustus...

More Articles Like This