Thursday, April 2, 2020

Begini Cara Menentukan Arah Kiblat Salat

Must Read

PSLS Rebut Tahta

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- PSLS Lhoksumawe sukses mengalahkan Pro Duta Deli Serdang 1-0 di kompetisi Grup I Divisi...

Ketemu Wapres, Irwandi Laporkan Pertumbuhan Investasi di Aceh

JAKARTA | ACEHKITA.COM - Gubernur Aceh Irwandi Yusuf melaporkan bebagai perkembangan investasi di Aceh, kepada Jusuf Kalla, di Kantor...

Mengenang Sahabat

Iranda, wartawan di Banda Aceh, membacakan puisi pada malam Wartawan Mengenang Sahabat di Taman Putroe Phang, Jumat (25/12). Tsunami...

Aceh Freediving Championship 2018 Ditargetkan Diikuti Lebih dari 20 Negara

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Kepala Bidang Pemasaran Disbudpar Aceh, Rahmadhani mengatakan, kejuaraan selam “Aceh Freediving Championship 2018” ditargetkan...
Redaksi
Redaksihttp://www.acehkita.com
ACEHKITA.COM hadir sejak 19 Juli 2003. Kami bisa dihubungi via @acehkita, redaksi[at]acehkita[dot]com

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM — Secara astronomi, matahari akan melintasi tepat di atas Kakbah pada Jumat (15/7/2016) pukul 16.27 WIB. Fenomena ini (rashdul kiblat) bisa digunakan untuk menentukan atau merevisi arah kiblat salat agar benar-benar menghadap ke Kakbah. Lantas, bagaimana cara menentukan arah kiblat?

Seperti dikutip acehkita.com dari situs Nahdlatul Ulama, rashdul kiblat terjadi dua kali pada tahun 2016 ini, yaitu pada 27 Mei lalu dan Jumat sore ini (15/7). Ini menjadi momentum bagi umat Islam untuk mengetahui arah kiblat secara akurat dengan hanya berdasarkan bayangan yang dihasilkan sinar matahari.

Fenomena matahari tepat berada di atas Kakbah atau waktu salat zuhur di Mekkah, terjadi pada sore hari di Indonesia. Akibatnya, arah bayangan menuju ke timur. Nah, arah kiblat adalah garis yang ditarik dari ujung bayangan ke pangkal benda (ke arah barat sedikit serong ke utara).

Mengukur arah kiblat bisa dilakukan dalam beberapa cara. Seperti dilansir situs kemenag.go.id, langkah pertama adalah memastikan benda yang menjadi patokan benar-benar tegak lurus. Hal ini bisa digunakan bandul sebagai alat bantu.

Langkah selanjutnya adalah memastikan bahwa permukaan dasar tanah datar dan rata, sehingga bayang yang dihasilkan tidak bergelombang.

Ketiga, waktu pengukuran harus disesuaikan dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, Radio Republik Indonesia, atau Telkom agar benar-benar tepat dengan momentum rashdul kiblat.

Cara lain bisa dilakukan menggunakan kompas atau teodolit.

Menurut situs NU, batas toleransi pengukuran kiblat ini berlangsung selama dua menit. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Update Corona di Aceh: ODP Bertambah Jadi 893, PDP 45, dan Hasil Swab EY Negatif

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona atau COVID-19 di Aceh kembali bertambah. Kali ini...

Surat Wali Nanggroe Kepada Para Tenaga Medis

Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk Malik Mahmud Al Haytar menyampaikan rasa terima kasih kepada para tenaga medis yang saat ini menjadi garda...

Ruang Outbreak Pinere RSUDZA Dijadikan Tempat Isolasi Pasien COVID-19

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - RSUDZA Banda Aceh telah memiliki 12 ruang Outbreak Pinere (Penyakit Infeksi New-Emerging dan Re-Emerging) pada Selasa (31/3/2020). Ke-12 ruang...

Update Corona di Aceh: 5 Positif, 2 Meninggal, 44 PDP, 797 ODP

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Angka Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona di Aceh bertambah 177 orang menjadi 797 orang per Selasa (31/3/2020) pukul 15.00...

Cegah Corona, Masjid Raya Baiturrahman Disemprot Disinfektan Sebelum Salat Jumat

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Enam belas personel gabungan dari unit KBR (kimia, biologi, radio aktif) Detasemen Gegana Satuan Brimob Kepolisian Daerah Aceh dan...

More Articles Like This