Thursday, February 27, 2020

Banjir Bandang dan Longsor, 22 Orang Tewas

Must Read

Karena Indonesia Berbeda dengan Eropa

SETELAH sebulan berlanglang buana keliling jantung Eropa, beberapa hari ini berkesempatan mengelilingi jantung pulau Jawa. Rihlah diawali dengan undangan yang...

Petugas Bandara Gagalkan Penyelundupan 5 Kg Sabu

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Otoritas Bandar Udara Internasional Iskandar Muda Blang Bintang berhasil menggagalkan penyelundupan sabu-sabu seberat lima...

Ar-Raniry Wisuda 688 Mahasiswa

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Sebanyak 688 mahasiswa IAIN Ar-Raniry diwisuda pada Kamis (23/2) pagi. Ketua Panitia Wisuda Amirul...

Truk & Penumpang Terlantar di Pelabuhan

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Puluhan calon penumpang dan truk bermuatan sembilan bahan pokok (sembako) yang hendak menuju Sabang,...

JAKARTA | ACEHKITA.COM – Hujan deras yang melanda wilayah Provinsi Sumatera Utara dan Sumatera Barat pada Kamis dan Jumat (11-12/10) menyebabkan bencana banjir bandang, dan longsor di sejumlah tempat di dua provinsi tersebut.

Data sementara yang dilaporkan BPBD Provinsi Sumatera Utara dan Sumatera Barat, banjir bandang dan longsor menyebabkan 22 orang meninggal dunia, 15 orang hilang dan puluhan orang luka-luka di 4 wilayah yaitu di Kabupaten Mandailing Natal, Kota Sibolga, Kabupaten Tanah Datar, dan Kabupaten Pasaman Barat.

Sumatera Utara

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan banjir dan longsor pada Jumat (12/10) melanda sembilan kecamatan di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, yaitu Kecamatan Natal, Lingga Bayu, Muara Batang Gadis, Naga Juang, Panyambungan Utara, Bukit Malintang, Ulu Pungkut, Kota Nopan dan Batang Natal.

“Data sementara tercatat 13 orang meninggal dunia dan 10 orang hilang di Mandailing Natal,” kata Sutopo, pada Sabtu (13/10).

Dari jumlah 13 korban jiwa, sebanyak 11 di antaranya merupakan murid madrasah di Desa Muara Saladi, Kecamatan Ulu Pungkut.

Mereka meninggal dunia akibat tertimpa bangunan yang hancur diterjang banjir bandang pada Jumat sore, 12 Oktober 2018 saat jam pelajaran sedang berlangsung.

“Diperkirakan 10 orang hilang. Kejadian berlangsung mendadak. Sungai Aek Saladi tiba-tiba mengalir dengan debit besar dan membawa lumpur dan meluap sehingga menerjang madrasah. Jumlah korban hilang masih dapat berubah karena belum dapat dipastikan. Korban tertimbun lumpur dan material tembok yang roboh,” ujar Sutopo.

Sementara, tadi pagi dua korban meninggal ditemukan akibat kendaraan masuk sungai dan hanyut. Keduanya yaitu seorang Polri dari Polsek dan seorang pegawai PT. Bank Sumut. Dan dua orang berhasil diselamatkan dari kendaraan yang hanyut.

Dampak banjir bandang dan longsor di Mandailing Natal lain adalah 17 unit rumah roboh, 5 unit rumah hanyut, ratusan rumah terendam banjir dengan ketinggian 1-2 meter di Kecamatan Natal dan Muara Batang Gadis. Delapan titik longsor berada di Kecamat Batang Natal.

Sementara longsor di beberapa daerah di Kota Sibolga, Sumatera Utara pada Kamis (11/10) pukul 16.30 WIB. Longsor menyebabkan 4 orang meninggal dunia, 1 orang luka berat, dan 3 orang luka ringan. Kerugian material meliputi 25 rumah rusak berat, 4 unit rumah rusak sedang dan sekitar 100 rumah terendam banjir dengan tinggi 60-80 centimeter.

Sumatera Barat

Sementara itu, banjir bandang yang terjadi di Nagari Tanjung Bonai, Jorong Kalo-Kalo, Jorong Ranah Batu di Kecamatan Lintau Buo Utara Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat pada Kamis (11/10/2018) pukul 20.30 WIB, menyebabkan 4 orang meninggal dunia dan 3 orang hilang.

Terdapat korban anak-anak atas nama Anis (2,5) san W.Efendi (10) yang hanyut akibat banjir bandang. Korban meninggal lain adalah Roni (30) dan Yerinda (56). Sedangkan 3 korban hilang adalah Erizal (55), Daswirman (58), dan Yusrizal (45).

Selain itu, terdapat 6 orang luka-luka, 6 unit rumah rusak berat, 3 kedai rusak berat, 1 ruko rusak berat dan 2 jembatan rusak berat.

“BPBD Tanah Datar bersama TNI, Polri, SKPD, relawan dan masyarakat melakukan evakuasi dan pencarian korban. Pencarian dilakukan menyusuri sungai yang ada. Alat berat digunakan untuk membantu pencarian korban dan membersihkan lumpur,” tutur Sutopo.

Bupati Tanah Datar menetapkan masa tanggap darurat selama 7 hari (12-18 Oktober 2018). Pembukaan dapur umum untuk relawan dan masyarakat terdampak telah didirikan.

Beberapa wilayah di Kabupaten Pasaman Barat juga terjadi longsor dan banjir pada Kamis (11/10/2018) pukul 19.30 Wib.

Wilayah yang mengalami bencana adalah Kecamatan Pasaman, Ranah Batan, Koto Balingka, Sei Beremas, Lembah Melintang, Gunung Tuleh, Talamau, Sasak dan Kinali.

Korban 1 orang meninggal dunia dan 2 orang hilang. Kerusakan meliputi sekitar 500 unit terendam banjir, 3 unit jembatan gantung roboh dan 2 unit rumah hanyut.

“BPBD Pasaman Barat bersama aparat lain melakukan penanganan darurat. BPBD menyalurkan bantuan logistik untuk korban terdampak. Kebutuhan mendesak alat berat, sembako, selimut dan pakaian,” ujar Sutopo. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Jajan Pakai Uang Palsu, Dua Warga Aceh Ditangkap Polisi

LHOKSEUMAWE | ACEHKITA.COM - Dua warga Aceh ditangkap polisi di Kota Lhokseumawe, setelah jajan makanan dan minuman dengan uang...

Diskusi Quo Vadis Rencana Investasi Aceh, Yuk!

Institute for Strategic and Policy Studies (ISPS) yang berkantor di Jakarta, bekerja sama dengan Aceh Bisnis Club (ABC) Jakarta, dan Donya Ekonomi Aceh (DEA),...

Wali Nanggroe Bertemu Dubes Uni Eropa Bahas MoU Helsinki

JAKARTA | ACEHKITA.COM - Wali Nanggroe Malik Mahmud Al-haythar bertemu Duta Besar (Dubes) Uni Eropa delegasi untuk Indonesia dan Brunei Darussalam Vincent Piket, membahas...

Daftar Nama 22 Petugas Haji 2020 Kloter Aceh yang Lolos Seleksi

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh mengumumkan 22 nama calon petugas haji Aceh yang lulus dalam seleksi petugas haji...

Busana Rumoh Syar’i di Aceh Wedding Expo 2020 Dapat Pujian dari Ketua DWP

Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Setda Aceh, Safrida Yuliani, memuji keindahan busana muslim hasil karya Rumoh Syar'i. Ia terpukau menyaksikan peragaan model yang mengenakan...

More Articles Like This