Monday, April 6, 2020

Aturan IMEI Berlaku 18 April 2020, Bagaimana Nasib Ponsel BM?

Must Read

Satu Korban Gempa di Desa Serempah Kembali Ditemukan

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM-- Satu korban meninggal kembali ditemukan di Desa Serempah, Kecamatan Ketol, Aceh Tengah, Ahad (7/7/2013) siang....

FOTO | Aksi Tolak Bagi Kondom

Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia melakukan unjukrasa menentang kebijakan Menteri Kesehatan tentang program Pekan Kondom Nasional di Bundaran Simpang...

Belasan PNS Bolos Terjaring Razia

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Delapan belas Pegawai Negeri Sipil (PNS) terjaring dalam razia penegakan disiplin aparatur pemerintahan oleh...

Militer Burma Tangkap Wartawan

NEW YORK | ACEHKITA.COM -- Junta Militer Myanmar (Burma) menahan Pai Soe Oo, blogger yang juga wartawan lepas, Rabu...

Pemerintah Indonesia telah mengesahkan Peraturan Menteri (Permen) tentang pemblokiran ponsel ilegal atau black market (BM) menggunakan identifikasi nomor IMEI (International Mobile Equipment Identity) pada 18 Oktober lalu.

Aturan ini akan berlaku efektif pada 18 April 2020, setelah melalui fase sosialisasi selama 6 bulan sejak Permen tersebut ditanda tangani. Adanya aturan IMEI mendapat respons beragam dari masyarakat.

Banyak masyarakat yang merasa khawatir tentang nasib ponsel mereka yang nomor IMEI-nya tidak terdaftar di data Kementerian Perindustrian (Kemenperin).

Kasi Standar Kualitas Layanan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Dimas Yanuarsyah berkata, pengguna ponsel BM saat ini tidak perlu khawatir atau cemas. Menurutnya, pengguna tidak perlu mendaftarkan nomor IMEI mereka, ketika tidak ada dalam sistem.

“Kalau pengguna ponsel BM saat ini sudah terlanjur pakai atau membeli. Tidak perlu khawatir, walaupun baru beli dan aktif saat satu hari sebelum 18 April 2020. Tapi setelah tanggal itu, ponsel tidak bisa aktif lagi,” katanya dalam acara Sosialisasi Aturan IMEI di ITC Roxy Mas, Jakarta, Selasa (26/11).

Lebih lanjut Dimas menjelaskan, sistem di Kemenperin akan otomatis mendaftar ponsel-ponsel BM yang telah aktif di wilayah Indonesia sebelum 18 April 2020. Dengan begitu pengguna tidak perlu repot mendaftar perangkat mereka ke Kemenperin yang digunakannya saat ini.

Pemerintah saat ini sudah menyediakan situs khusus untuk cek nomor IMEI yang beralamat di imei.kemenperin.go.id. Ketika pengguna tidak menemukan nomor IMEI di situs tersebut, maka pengguna tidak perlu melakukan apa pun karena perangkat sudah aktif.

Beda soal ketika ponsel BM belum diaktifkan setelah tanggal 18 April 2020, maka sudah tidak ada lagi kesempatan bagi penggunanya dan perangkat akan diblokir.

Saat aturan ini telah berlaku, perangkat seluler seperti smartphone atau tablet yang nomor IMEI-nya tidak terdaftar di database Kemenperin akan terblokir dan tidak bisa digunakan untuk telepon, SMS, hingga tersambung ke jaringan internet yang disediakan operator seluler di Indonesia.

Dimas mengatakan, aturan IMEI ini memberikan banyak manfaat bagi pedagang dan konsumen, serta negara. Bagi konsumen, mereka akan mendapatkan ponsel yang legal dengan kualitas terbaik dan garansi resmi dari vendor.

Sementara untuk pedagang, mereka bakal mendapatkan keuntungan kepastian soal tata niaga yang baik. Dan diberantasnya ponsel BM diharapkan bisa meningkatnya pajak yang masuk ke negara.[]

kumparan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Tiga Pasien Positif COVID-19 di Aceh Sembuh

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Tiga pasien positif corona atau COVID-19 di Aceh dinyatakan sembuh. Mereka diperbolehkan pulang setelah...

200 Pengemudi Ojek Daring di Aceh Peroleh Bantuan Sembako

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Sebanyak 200 pengemudi ojek daring di Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar, Aceh, memproleh bantuan sembako dari Forum...

Update Corona di Aceh: Sudah 37 PDP COVID-19 Pulang dari RS dan Sehat

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Sebanyak 37 orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Virus Corona atau COVID-19 di Aceh dilaporkan sembuh dan telah pulang dari...

Update Corona di Aceh: ODP Bertambah Jadi 893, PDP 45, dan Hasil Swab EY Negatif

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona atau COVID-19 di Aceh kembali bertambah. Kali ini ODP bertambah 96 orang menjadi...

Surat Wali Nanggroe Kepada Para Tenaga Medis

Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk Malik Mahmud Al Haytar menyampaikan rasa terima kasih kepada para tenaga medis yang saat ini menjadi garda...

More Articles Like This