AJI Banda Peroleh Hibah dari Cipta Media

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM — Aliansi Jurnalis Independen Kota Banda Aceh memperoleh hibah dari Cipta Media, Selasa (8/11). Dana hibah diberikan untuk program “Mendorong Media Sehat dalam Pemberitaan Syariat Islam di Aceh”.

AJI Banda Aceh berhasil memperoleh hibah bersama 19 lembaga lain di Indonesia. Selain AJI Banda, lembaga yang memperoleh dana hibah antara lain Yayasan Pantau, Aldepe Papua, Pirac, Lentera Timur, dan Radio Benor FM.

Ketua AJI Banda Aceh Mukhtaruddin Yakob menyebutkan, program “Mendorong Media Sehat dalam Pemberitaan Syariat Islam di Aceh” digulirkan untuk memantau pemberitaan yang menyangkut pelaksanaan syariat Islam di Aceh.

“Alhamdulillah, AJI mendapat kepercayaan dan tugas yang berat untuk memantau pemberitaan syariat Islam. Semoga nanti, kita bisa sama-sama meningkat kualitas pemberitaan soal syariat Islam,” ujar Mukhtaruddin kepada acehkita.com, Selasa (8/11).

Menurut Mukhtar, program ini digulirkan sebagai bentuk pengawasan terhadap pola pemberitaan pelaksanaan syariat di daerah bekas konflik ini. Program ini akan dimulai pada Desember 2011 dan berakhir pada Desember 2012.

Program “Mendorong Media Sehat” ini akan terbagi dalam beberapa bagian, di antaranya pemantauan media, diskusi kelompok terfokus (FGD), dan juga pemberian penghargaan kepada jurnalis yang memberitakan syariat Islam sesuai dengan etika pemberitaan.

“Kita mendorong jurnalis dan media yang memberitakan syariat Islam, lebih menghormati hak asasi manusia dan berperspektif gender,” ujar koresponden SCTV ini. “Agar dalam memberitakan kasus seperti perkosaan atau pelecehan seksual, media tidak menambah parah aib korban. Sehingga media tidak melakukan second rape terhadap korban.”

Berdasarkan hasil diskusi (FGD), nantinya diharapkan akan lahir sebuah modul dan buku saku sebagai panduan etika meliput dan memberitakan syariat Islam, ujar Mukhtar.

Hibah Cipta Media Bersama diseleksi oleh sejumlah tim juri, seperti Wimar Witoelar, Onno W. Purbo, dan Nia Dinata. Proposal yang masuk berjumlah 712 aplikasi, diseleksi oleh tim seleksi awal dan tim seleksi akhir.

Panitia Hibah Cipta Media Bersama, dalam situsnya menyebutkan, AJI Banda Aceh dipilih karena program yang diajukan sederhana, tepat sasaran, dan isu yang diusung penting dalam kerangka kebhinnekaan bermedia dan keragaman.

“Proyek yang diajukan berpotensi menghasilkan materi yang bermutu mengenai pemberitaan tentang syariat Islam (khusus), atau Islam (umum) dalam media, yang bisa disebarluaskan tidak hanya pada jaringan AJI melainkan juga pada para pekerja media,” ujar tim seleksi.

Proyek ini dipilih juga karena dinilai penting untuk membangun kapasitas wartawan dalam pemberitaan isu yang sensitif terhadap keragaman/kebhinnekaan.

Hibah Cipta Media Bersama merupakan program pemberian dana grant bagi lembaga dan perorangan di Indonesia hasil kerjasama Ford Foundation, Aliansi Jurnalis Independen Indonesia, Wikimedia Indonesia, dan ICT Watch. []

ACEHKITA.COM menerima bantuan dana dari Google News Initiative (GNI) melalui program Journalism Emergency Relief (JER) Fund sebesar US$5.000

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.