Tuesday, October 4, 2022
spot_img

AJI Banda Aceh Nobar Film Invisible Hopes, Kisah Anak yang Lahir dan Hidup di Penjara

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Banda Aceh menggelar nonton bareng (Nobar) Film Dokumenter Panjang Terbaik Festival Film Indonesia (FFI) 2021, Invisible Hopes’ di Kantor AJI Banda Aceh, Rabu (26/1/2022) malam. Nobar film yang mengungkap kehidupan nyata anak-anak yang lahir dari ibu narapidana perempuan di penjara, dilanjutkan dengan diskusi bersama produser sekaligus sutradara film Invisible Hopes, Lamtiar Simorangkir.

Film dokumenter produksi Lam Horas Production ini mengangkat keseharian ibu hamil dan anak-anak bayi para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur. Melalui film itu, Tiar selaku produser sekaligus sutradara mendorong agar lahirnya regulasi khusus yang mengatur keberadaan ibu hamil dan bayi dalam rutan dan lapas di Indonesia.

“Kebanyakan yang kita lihat ini, mereka adalah korban,” kata Tiar.

Ia menceritakan, modus para suami atau pacar sebagian para warga binaan tersebut adalah dengan menyuruh pasangan wanitanya mengakui narkoba yang dibawa adalah milik mereka sendiri.

“Kata mereka nanti bakal tanggung jawab dan membawa bayinya keluar dari penjara setelah putusan pengadilan. Nyatanya para pria-pria ini kabur, tinggal lah para istri atau pacar mereka bersama bayinya di rutan dan lapas,” jelas Tiar.

Tiar menyampaikan, selama enam bulan proses pengambilan visual di Rutan Pondok Bambu, ia menemukan banyak sekali pelajaran yang harus menjadi edukasi bagi masyarakat luas.

Ia berharap pemerintah melalui Presiden Joko Widodo bisa menaruh perhatian dan melahirkan kebijakan khusus terkait warga binaan yang berstatus sebagai ibu hamil atau pemilik bayi di rutan dan lapas.

“Kita ingin sampaikan ke masyarakat luar, di sini (rutan) dan (lapas) ada bayi lho. Selain mengedukasi, ini juga diharapkan bisa mendorong kebijakan yang ramah anak ke depan,” ujar Tiar.

Ketua AJI Banda Aceh, Juli Amin, menyampaikan bahwa film dokumenter semacam ini sangat membantu para jurnalis dan masyarakat, membuka diskusi yang lebih luas lagi terkait keberadaan ibu hamil dan anak-anak bayi di dalam penjara.

“Akan semakin banyak advokasi-advokasi yang lahir nantinya dengan persepektif ramah anak melalui film dokumenter ini, kita sangat apresiasi,” ujarnya. []

Baca Tulisan Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Stay Connected

0FansLike
21,616FollowersFollow
23,600SubscribersSubscribe
- Advertisement -

TERBARU