Wednesday, December 8, 2021
spot_img

Aceh Boyong 12 Medali pada Pentas PAI Nasional 2019

Kontingen Aceh pada ajang Pekan Keterampilan dan Seni Pendidikan Agama Islam (Pentas PAI) tingkat nasional IX tahun 2019, berhasil menyabet 12 juara di masing-masing cabang perlombaan. Dengan memboyong 12 medali tersebut, Aceh berhasil menduduki peringkat keempat Pentas PAI Nasional 2019 di Makassar.

Hasil perolehan juara tersebut diumumkan pada malam penutupan Minggu (13/10), di Asrama Haji Makassar. Adapun 12 kategori cabang perlombaan yang berhasil diraih siswa-siswi Aceh adalah 1 juara pertama, 4 juara kedua, 2 juara ketiga, 3 harapan satu dan 2 juara harapan tiga.

Para juara menerima penghargaan berupa tropi, piagam dan dana bantuan pendidikan sesuai masing-masing kategori. Aceh mengirimkan 32 siswa pada Pentas PAI Nasional 2019 di Makassar yang berlangsung mulai 9 hingga 14 Okteber 2019.

Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Aceh, Saifuddin, yang ikut menghadiri malam penutupan Pentas PAI 2019, mengaku sangat bangga dan bersyukur atas prestasi yang diraih siswa Aceh di ajang tingkat nasional itu.

“Alhamdulillah, kita patut bersyukur atas hasil ini, Aceh peringkat 4 secara nasional. Anak-anak kita sudah berjuang keras di Makassar, ini adalah kesuksesan kita bersama, siswa, guru dan semua masyarakat Aceh,” ujar Saifuddin didampingi Kabid PAI Kanwil Kemenag Aceh, Muntasyir.

Atas prestasi tersebut, Saifuddin mengharapkan para juara tidak berbesar hati, namun dapat menjadikan motivasi sekaligus bahan evaluasi agar ke depan mampu memberikan yang terbaik demi mengharumkan nama Aceh.

“Selamat kepada anak-anak kami yang telah mendapat juara. Bagi yang belum mendapat juara jangan bersedih, kalian putra putri terbaik Aceh dan sudah berjuang untuk Aceh,” sebutnya.

Lebih lanjut, Saifuddin menambahkan semua pihak untuk terus menjalin kerja sama meningkatkan kualitas pendidikan Agama Islam di sekolah-sekolah di Aceh. Karena menurutnya, menjadi tanggung jawab bersama baik Kemenag maupun Pemerintah Aceh dalam mewujudkan dunia pendidikan lebih baik.

“Jadi harus bersinergi, tidak mungkin berjalan sendiri-sendiri. Ini juga menjadi bahan evaluasi di masa mendatang,” sebut Saifuddin.[]

Baca Tulisan Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Stay Connected

0FansLike
21,058FollowersFollow
22,600SubscribersSubscribe
- Advertisement -

TERBARU