48.153 Lansia-Petugas Pelayanan Publik di Aceh Telah Menerima Vaksin Covid-19

Update 9 Februari: Kasus Baru COVID-19 di Aceh Bertambah 47
Ilustrasi vaksinasi COVID-19 di Aceh. (Foto: Ucok Parta/acehkita.com)

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Sebanyak 48.153 orang lanjut usia (lansia) dan petugas pelayanan publik di Aceh telah menerima suntikan vaksin Covid-19 dosis pertama per 3 April 2021. Mereka terdiri dari 45.902 petugas pelayanan publik dan 2.251 warga lansia.

“Sebelum vaksinasi para pelayan publik dan lansia yang merupakan vaksinasi tahap kedua, sudah lebih dulu tenaga kesehatan yang dimulai 15 Januari 2021,” ujar Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Aceh, Saifullah Abdulgani, Senin (5/4) malam.

Pria yang akrab disapa SAG itu menjelaskan, target vaksinasi petugas pelayanan publik sebanyak 478.489 orang. Petugas layanan publik itu meliputi TNI/Polri, aparat hukum, dan petugas publik lainnya yang meliputi petugas bandara/pelabuhan/stasiun/terminal, perbankan, perusahaan listrik negara, perusahaan daerah air minum, petugas lain yang memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat.

“Pelayanan publik yang sudah divaksin dosis pertama sebanyak 45.902 orang atau 9,6 persen dari target, dan yang sudah terima dosis kedua 12.550 orang atau 2,6 persen,” sebutnya.

Sementara kelompok lansia yang telah divaksinasi dosis pertama sebanyak 2.251 atau 0,5 persen dari target sasaran 435.651 orang. Adapun lansia yang sudah menerima vaksin dosis kedua baru 69 orang.

SAG mengatakan, bila membandingkan target sasaran vaksinasi petugas pelayanan publik dan lansia di Aceh dengan cakupannya saat ini, masih terbilang rendah. Karena itu, ia mengimbau agar petugas publik dan lansia dapat melakukan vaksinasi Covid-19 di Puskesmas terdekat dengan tempat tinggalnya.

“Sementara lansia dan kelompok rentan yang akan menunaikan ibadah haji tahun 2021 di Aceh sebanyak 4.191 orang. Calon Jemaah Haji (CJH) yang telah mendapat vaksinasi dosis pertama sebanyak 2.916 orang, dan yang telah menerima dosis kedua sebanyak 57 orang. Bila sudah waktunya untuk vaksinasi dosis kedua seyogianya tidak ditunda-tunda,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan, adapun tenaga kesehatan (nakes) yang telah melakukan vaksinasi dosis pertama sebanyak 55.982 orang atau 99,1 persen dari jumlah sasarannya. Nakes yang sudah vaksinasi dosis kedua sudah sebanyak 49.229 orang, atau sekitar 87,2 persen.

“Sejauh ini tidak ada efek negatif atau kejadian ikutan paska imunisasi vaksinasi Covid-19, karena itu tidak ada yang perlu dirisaukan,” kata SAG.

Update Data Kasus Covid-19 di Aceh

Selanjutnya SAG menjelaskan kondisi terakhir penanganan pandemi Covid-19 di Aceh per 4 April 2021. Secara akumulatif, kasus Covid-19 di Aceh sudah tercatat sebanyak 9.933 kasus. Para penyintas yang sudah sembuh sebanyak 8.072 orang. Penderita dalam perawatan (kasus aktif) sebanyak 1.465 orang, dan kasus meninggal dunia sebanyak 396 orang.

Ia menyebut, kasus konfirmasi baru positif Covid-19 sebanyak 11 orang lagi, yakni warga Kabupaten Pidie Jaya dan Pidie sama-sama empat orang. Kemudian warga Kabupaten Aceh Tamiang dan Kota Langsa masing-masing satu orang. Satu lagi merupakan warga dari luar Aceh.

SAG menambahkan, sementara pasien Covid-19 yang sedang dalam perawatan atau melakukan isolasi mandiri tidak ada yang dinyatakan sembuh, namun satu orang dilaporkan meninggal dunia dalam 24 jam terakhir. Pasien terkonfirmasi Covid-19 yang meninggal dunia di Aceh secara akumulatif sejak Maret 2020 sebanyak 396 orang.

“Yang dilaporkan meninggal dunia warga Kabupaten Aceh Tamiang,” sebutnya. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.