Wednesday, April 8, 2020

308 Pelajar SMA di Aceh Berkompetisi di FLS2N 2019

Must Read

Fakultas Dakwah Revisi Kurikulum

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Untuk memenuhi kebutuhan pasar dan masyarakat dalam mengahadapi perkembangan zaman, Fakultas Dakwah dan Komunikasi...

Pasang Joki, Satu Peserta SNMPTN Diamankan

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Seorang calon mahasiswa Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri diamankan pihak panitia lokal Unversitas...

Polisi: Teungku Saiful Belum Tersangka

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Polisi membantan telah menetapkan Teungku Saiful Bahri sebagai tersangka dalam kasus penghinaan. Khatib Jumat...

Dubes Polandia Sareng Kupi

Pejabat Duta Besar Polandia Romuald Morawski (tengah) didampingi Asisten II Walikota Banda Aceh Ramli Rasyid memperaktikan cara membuat kopi...

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – 308 pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) mengikuti ajang Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tahun 2019 Tingkat Provinsi. Ada sembilan cabang perlombaan yang digelar pada ajang tahunan ini mulai lomba baca puisi, cipta puisi, desain poster, teater monolog, film pendek, gitar solo, seni kriya, tari kreasi, hingga vocal solo, selama 23-26 Juli 2019 di Kota Banda Aceh.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Syaridin, saat membuka ajang FLS2N 2019 SMA Tingkat Provinsi Aceh pada Selasa malam (23/7/2019), menyampaikan pihaknya berkomitmen untuk meningkatkan anggaran pada pelaksanaan event tahunan yang bersentuhan dengan bakat minat siswa dan guru.

“Kita menganggap semua daerah itu penting untuk ikut kegiatan di tingkat provinsi, termasuk peserta dari Kabupaten Simeulue. Namun sangat kita sayangkan dengan terbatasnya transportasi di kepulauan tersebut. Maka banyak agenda di tingkat provinsi yang tidak bisa mereka ikuti,” ujarnya.

Menurutnya, seperti diketahui selama beberapa pekan terakhir cuaca di wilayah perairan Kabupaten Simeulue sangat ekstrem, sehingga semua kapal yang akan berlayar dari sana tidak ada yang diizinkan oleh pihak syahbandar. Akibatnya, peserta yang telah siap tampil di event tersebut menjadi batal ikut agenda provinsi ini.

“Kita sama-sama harus berpikir untuk meningkatkan biaya transportasi ke Pulau Simeulue dengan menggunakan pesawat. Karena mereka juga memiliki hak yang sama untuk unjuk prestasi disini,” kata dia.

Lebih lanjut, Syaridin meminta kepada dewan juri untuk dapat memberi penilaian secara adil dan bijaksana, hal itu agar terjaring atlet-atlet yang memiliki kemampuan lebih baik yang akan dikirimkan ke tingkat nasional nantinya.

“Dewan juri harus adil dan tidak boleh memihak. Begitu juga kepada peserta, jangan loyo sebelum bertanding. Anak Aceh itu kuat dan tidak mudah kalah mental. Di ajang ini tunjukkanlah bakatmu yang selama ini masih terpendam,” tuturnya.

Ia menambahkan jika pada FLS2N tahun lalu, Aceh hanya mampu meraih 4 medali, maka pada tahun ini ditargetkan perolehan medalinya bisa menjadi dua kali lipat dari jumlah tersebut. Untuk mencapai target itu, menurutnya harus dengan modal latihan secara rutin dan peningkatan pengetahuan tentang materi yang akan dilombakan nantinya.

Kepala Bidang Pembinaan SMA dan PKLK, Zulkifli, dalam laporannya menyampaikan jumlah peserta FLS2N 2019 yang diundang sebanyak 322 peserta dari 23 Kabupaten/Kota se-Aceh. Namun, peserta dari Kabupaten Simeulue batal mengikuti ajang itu dikarenakan tidak adanya kapal laut yang berlayar ke daratan Aceh.

“Untuk jumlah peserta per kabupatennya sebanyak 14 orang yang akan mengikuti sebanyak sembilan cabang lomba. Sehingga jumlah peserta yang hadir hanya sebanyak 308 peserta,” ujarnya.

Zulkifli menyebutkan para peserta FLS2N 2019 juga didampingi sebanyak 8 orang pendamping per kabupaten/kota, sehingga jumlah peserta dan pendampingnya mencapai 484 orang. Adapun dewan juri berasal dari Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh, Universitas Syiah Kuala, dan praktisi yang berkompeten di bidangnya.

“Kegiatan ini sekaligus sebagai upaya pembentukan sikap mental, sportivitas, kejujuran dan rasa solidaritas yang tinggi antar sesama siswa yang pada akhirnya dapat meningkatkan mutu pendidikan terutama di Provinsi Aceh,” sebut Zulkifli.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Tiga Pasien Positif COVID-19 di Aceh Sembuh

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Tiga pasien positif corona atau COVID-19 di Aceh dinyatakan sembuh. Mereka diperbolehkan pulang setelah...

200 Pengemudi Ojek Daring di Aceh Peroleh Bantuan Sembako

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Sebanyak 200 pengemudi ojek daring di Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar, Aceh, memproleh bantuan sembako dari Forum...

Update Corona di Aceh: Sudah 37 PDP COVID-19 Pulang dari RS dan Sehat

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Sebanyak 37 orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Virus Corona atau COVID-19 di Aceh dilaporkan sembuh dan telah pulang dari...

Update Corona di Aceh: ODP Bertambah Jadi 893, PDP 45, dan Hasil Swab EY Negatif

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona atau COVID-19 di Aceh kembali bertambah. Kali ini ODP bertambah 96 orang menjadi...

Surat Wali Nanggroe Kepada Para Tenaga Medis

Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk Malik Mahmud Al Haytar menyampaikan rasa terima kasih kepada para tenaga medis yang saat ini menjadi garda...

More Articles Like This