Monday, March 30, 2020

20 Pekerja LSM Ditatar Fotografi

Must Read

Inflasi Aceh 1,72 Persen, Ini Penyebabnya

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Aceh mengalami inflasi 1,72 persen pada Juni 2012. Inflasi pada bulan lalu disebabkan oleh...

Empat Rumah Terbakar di Gampong Pineueng, Pemko Salurkan Bantuan

ACEHKITA.COM | BANDA ACEH – Empat rumah  terbakar di Gampong Pineung, Syiah Kuala, Banda Aceh, Ahad kemarin. Pemerintah Kota...

Korban Konflik Tagih Janji Gubernur

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Ratusan korban konflik asal Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah berunjukrasa di kantor Gubernur...

Warga Sabang Rasakan Gempa Andaman

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Warga Kota Sabang ikut merasakan gempa berkekuatan 7,6 pada Skala Richter yang mengguncang Kepulauan...
Redaksi
Redaksihttp://www.acehkita.com
ACEHKITA.COM hadir sejak 19 Juli 2003. Kami bisa dihubungi via @acehkita, redaksi[at]acehkita[dot]com

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM — Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Banda Aceh bekerjasama dengan American Friends Service Committee (AFSC) menggelar pelatihan fotografi selama dua hari, Ahad-Senin (21-22/8) di Banda Aceh. Pelatihan yang dikhususkan untuk pekerja lembaga swadaya masyarakat (LSM) mitra ACSF itu bertemakan “Memotret Keberagaman”.

Pelatihan foto ini dibahani oleh Hotli Simanjuntak. Hasbi Azhar, dan Chaideer Mahyuddin, pewarta foto anggota AJI Banda Aceh. Selama dua hari, 20 pekerja LSM ini ditatar dengan pelbagai materi, seperti Teknik Dasar Fotografi.

Ketua AJI Banda Aceh Mukhtaruddin Yakob mengatakan, pelatihan ini untuk mengasah keterampilan memotret para pekerja LSM mitra AFSC. “Pelatihan ini bisa berguna bagi kawan-kawan nanti dalam membuat laporan,” kata Mukhtaruddin.

AJI dan AFSC sengaja memilih tema “Memotret Keberagaman” karena masyarakat Aceh sangat beragam. Selain didiami suku Aceh, daerah ini juga didiami suku Gayo, Alas, Aneuk Jamee, selain Jawa dan China. Meski mayoritas beragama Islam, penduduk Aceh juga ada yang memeluk Hindu, Kristen, Budha, dan Konghuchu.

“Melalui foto-foto yang kita ambil, kita ingin menunjukkan bahwa kita hidup dalam keberagaman yang penuh toleran,” ujar Mukhtar.

Usai dibahani di Kampus Muharram Journalism College, para peserta pelatihan diharuskan untuk berburu (hunting) foto bertemakan keberagaman dan toleransi. Lokasi yang menjadi sasaran hunting yaitu Peunayong (perkampungan etnis China).

Foto-foto hasil jepretan para peserta akan dipamerkan pada Rabu (24/8). “Melalui foto, kita ingin mengampanyekan keberagaman dan dunia yang penuh toleransi,” sebut Mukhta

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Cegah Corona, Masjid Raya Baiturrahman Disemprot Disinfektan Sebelum Salat Jumat

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Enam belas personel gabungan dari unit KBR (kimia, biologi, radio aktif) Detasemen Gegana Satuan...

Cegah Penyebaran Corona, Arab Saudi Hentikan Shalat Berjamaah di Masjid

RIYADH – ACEHKITA.COM – Pemerintah Arab Saudi, hari Selasa waktu setempat (Rabu dini hari WIB), menghentikan sementara pelaksanaan shalat berjamaah di semua masjid negara...

Antisipasi Penyebaran Virus Corona, Pemerintah Aceh Liburkan Sekolah Mulai Besok

Mengantisipasi meluasnya penyebaran virus corona atau Covid-19, Pelaksana Tugas Gubernur Aceh Nova Iriansyah, meliburkan sekolah-sekolah di bawah kewenangan Pemerintah Aceh, mulai besok, Senin (16/3/2020). Penegasan...

Biaya Haji Aceh 2020 Rp 31.454.602, Termurah se-Indonesia

Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun 1441 H/2020 untuk Jamaah Calon Haji asal embarkasi Aceh sebesar Rp 31.454.602 per jamaah, sedangkan besaran Bipih 1441 H/2020...

Persiraja Jadi Klub Pertama di Liga 1 2020 yang Didenda Komdis PSSI

Komite Disiplin (Komdis) PSSI mengeluarkan keputusan dari hasil sidang yang dilakukan pada Senin (9/3/2020) lalu. Ada 3 hukuman yang diberikan buat klub dan individu...

More Articles Like This