Thursday, January 23, 2020

13 Tahun MoU Helsinki: Kepentingan Politik Jangan Merusak Perdamaian

Must Read

Menjelajahi Nusantara

Mei-Desember 2009, wartawan Farid Gaban dan Ahmad Yunus keliling Indonesia selama delapan bulan bersepeda motor, mengunjungi, mendokumentasikan dan mempublikasikan...

KPAI Nilai Pemerintah tak Serius Lindungi Anak Aceh

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Aceh, Anwar Yusuf Ajad, mengungkapkan bahwa kasus...

Menteri Pendidikan Lantik Rektor Unsyiah

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Nuh melantik Prof Samsul Rizal sebagai rektor Universitas Syiah...

Surfing di Pantai Lampuuk

Peselancar menaiki ombak di Pantai Lampuuk Aceh Besar, Provinsi Aceh, 31 Januari 2017. Pada musim angin timur seperti sekarang...

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Hari ini, 15 Agustus 2018 bertepatan dengan 13 tahun perjanjian damai antara Pemerintah Indonesia dengan Gerakan Aceh Merdeka yang dicetus pada 15 Agustus 2005 di Kota Helsinki, Finlandia. Naskah perjanjian itu kelak sering disebut MoU Helsinki.

Pada usia yang ke-13 tahun damai Aceh, anggota perunding GAM di Helsinki, Bakhtiar Abdullah mengatakan GAM komit menjaga perdamaian. Dia juga mengharapkan agar kepentingan politik yang sesaat jangan sampai merusak perdamaian.

“Tahun ini adalah tahun politik. Kita harus menjaga jangan sampai kepentingan politik sesaat bisa merusak perdamaian. Persaingan antar calon legislatif di Aceh harus berdasarkan kaidah akhlak, tidak mengadudomba dan harus fair,” kata Bakhtiar saat peringatan 13 tahun damai Aceh di halaman Masjid Raya Baiturrahman, Rabu (15/8).

Bakhtiar menegaskan komitmen untuk mendukung pemerintah yang sah, dan mendukung nantinya siapapun presiden yang terpilih. “Perbedaan pilihan dalam pemilu dan pilpres jangan sampai merusak persatuan rakyat Aceh,” katanya.

Perdamaian Aceh, kata Bakhtiar, adalah karunia yang tak terhingga setelah kita dihimpit oleh konflik yang berkepanjangan dan musibah tsunami. Karena dicapai dengan susah payah, kita harus mengisinya dengan kerja-kerja berat untuk kepentingan masyarakat luas.

Bakhtiar turut menyerukan kepada para pihak untuk segera menyelesaikan tanggung jawab yang disepakati di dalam MoU Helsinki. Misalnya, aturan yang belum diselesaikan, korban konflik yang masih belum mendapatkan hak mereka, KKR dan pengadilan HAM yang belum terbentuk sampai saat ini.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Djulaidi Kasim Jabat Plt Kakanwil Kemenag Aceh

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Menteri Agama RI Jenderal (Purn) Fachrul Razi menunjuk Drs Djulaidi Kasim, M. Ag sebagai...

Pemerintah Aceh Sampaikan Duka Cita atas Meninggalnya Bupati Bireuen

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Pemerintah Aceh menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya Bupati Bireuen, Saifannur, di Rumah Sakit Siloam Dhirga Surya, Kota...

Bupati Bireuen Saifannur Meninggal Dunia

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Bupati Bireuen, Saifannur, dikabarkan meninggal dunia di Rumah Sakit Siloam Dhirga Surya, Kota Medan, Sumatera Utara. Ia menghembuskan nafas...

Panglima Militer Thailand Belajar Penanganan Konflik dan Teken Kerja Sama di Aceh

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Panglima Angkatan Darat Kerajaan Thailand atau Royal Thailand Army (RTA), Jenderal Apirat Kongsompong, melakukan kunjungan ke Aceh, pada Selasa...

Bruno Dybal Resmi Diperkenalkan sebagai Pemain Persiraja di Liga 1

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Manajemen Persiraja Banda Aceh secara resmi memperkenalkan Bruno Dybal sebagai pemain barunya di Liga 1 2020. Bruno Dybal merupakan...

More Articles Like This