Thursday, February 27, 2020

13 Tahun MoU Helsinki: Kepentingan Politik Jangan Merusak Perdamaian

Must Read

Gerhana Matahari Kembali Terjadi

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Badan antariksa Amerika, National Aeronautics and Space Administration (NASA), mengumumkan Rabu (22/7), akan terjadi...

Yang Fasih Hafal Pancasila Saya Jadikan Menantu: Soedarmo

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Soedarmo mengeluarkan sebuah pernyataan mengejutkan: yang fasih menghafal pancasila (akan)...

Toko Terbakar

Seorang pedagang berusah memadamkan api yang membakar sebuah toko tailor di kawasan Simpang Surabaya, Banda Aceh, Selasa (6/10) siang....

Untuk Kesembilan Kalinya, Apple Raih Penghargaan Ini

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Apple kembali meraih penghargaan dari J.D. Power and Associates. Penghargaan ini diberikan kepada Apple...

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Hari ini, 15 Agustus 2018 bertepatan dengan 13 tahun perjanjian damai antara Pemerintah Indonesia dengan Gerakan Aceh Merdeka yang dicetus pada 15 Agustus 2005 di Kota Helsinki, Finlandia. Naskah perjanjian itu kelak sering disebut MoU Helsinki.

Pada usia yang ke-13 tahun damai Aceh, anggota perunding GAM di Helsinki, Bakhtiar Abdullah mengatakan GAM komit menjaga perdamaian. Dia juga mengharapkan agar kepentingan politik yang sesaat jangan sampai merusak perdamaian.

“Tahun ini adalah tahun politik. Kita harus menjaga jangan sampai kepentingan politik sesaat bisa merusak perdamaian. Persaingan antar calon legislatif di Aceh harus berdasarkan kaidah akhlak, tidak mengadudomba dan harus fair,” kata Bakhtiar saat peringatan 13 tahun damai Aceh di halaman Masjid Raya Baiturrahman, Rabu (15/8).

Bakhtiar menegaskan komitmen untuk mendukung pemerintah yang sah, dan mendukung nantinya siapapun presiden yang terpilih. “Perbedaan pilihan dalam pemilu dan pilpres jangan sampai merusak persatuan rakyat Aceh,” katanya.

Perdamaian Aceh, kata Bakhtiar, adalah karunia yang tak terhingga setelah kita dihimpit oleh konflik yang berkepanjangan dan musibah tsunami. Karena dicapai dengan susah payah, kita harus mengisinya dengan kerja-kerja berat untuk kepentingan masyarakat luas.

Bakhtiar turut menyerukan kepada para pihak untuk segera menyelesaikan tanggung jawab yang disepakati di dalam MoU Helsinki. Misalnya, aturan yang belum diselesaikan, korban konflik yang masih belum mendapatkan hak mereka, KKR dan pengadilan HAM yang belum terbentuk sampai saat ini.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Jajan Pakai Uang Palsu, Dua Warga Aceh Ditangkap Polisi

LHOKSEUMAWE | ACEHKITA.COM - Dua warga Aceh ditangkap polisi di Kota Lhokseumawe, setelah jajan makanan dan minuman dengan uang...

Diskusi Quo Vadis Rencana Investasi Aceh, Yuk!

Institute for Strategic and Policy Studies (ISPS) yang berkantor di Jakarta, bekerja sama dengan Aceh Bisnis Club (ABC) Jakarta, dan Donya Ekonomi Aceh (DEA),...

Wali Nanggroe Bertemu Dubes Uni Eropa Bahas MoU Helsinki

JAKARTA | ACEHKITA.COM - Wali Nanggroe Malik Mahmud Al-haythar bertemu Duta Besar (Dubes) Uni Eropa delegasi untuk Indonesia dan Brunei Darussalam Vincent Piket, membahas...

Daftar Nama 22 Petugas Haji 2020 Kloter Aceh yang Lolos Seleksi

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh mengumumkan 22 nama calon petugas haji Aceh yang lulus dalam seleksi petugas haji...

Busana Rumoh Syar’i di Aceh Wedding Expo 2020 Dapat Pujian dari Ketua DWP

Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Setda Aceh, Safrida Yuliani, memuji keindahan busana muslim hasil karya Rumoh Syar'i. Ia terpukau menyaksikan peragaan model yang mengenakan...

More Articles Like This