Saturday, May 30, 2020

Yusril Minta Sengketa Pilkada Aceh Diselesaikan dengan UUPA

Must Read

Bayi Gajah Yatim Dirawat di PKG

Bayi gajah jantan berusia satu tahun akhirnya dirawat tim dokter hewan Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam Aceh di...

Seribu Rumah di Aceh Besar Tak Layak Huni

ACEH BESAR | ACEHKITA.COM -- Bupati Aceh Besar Bukhari Daud mengatakan hingga kini terdapat 1.000 unit rumah yang tidak...

Kapolda Perintahkan Polisi Proses Pemukul “Wartawan”

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Kepala Kepolisian Daerah Aceh Inspektur Jenderal Iskandar Hasan memerintahkan polisi Aceh Timur untuk mengusut...

Kopi Gayo Tenar di Jepang

GAYO | ACEHKITA.COM -- Kopi Arabica Gayo tak hanya jago kandang alias tenar di negerinya sendiri. Di negara matahari...
Redaksi
Redaksihttp://www.acehkita.com
ACEHKITA.COM hadir sejak 19 Juli 2003. Kami bisa dihubungi via @acehkita, redaksi[at]acehkita[dot]com

JAKARTA | ACEHKITA.CO – Yusril Ihza Mahendra, kuasa hukum pasangan Muzakir Manaf-TA Khalid menyatakan di Aceh berlaku pasal khusus yang mengatur pilkada, yaitu pasal 74 Undang-Undang Pemerintah Aceh (UUPA), bukan pasal 158 UU Pilkada. Penerapan Pasal 158 UU Pilkada dinilai menyebabkan kliennya dirugikan.

“Jadi kalau pasal 158 UU Pilkada, pemenang kedua itu ingin mengajukan keberatan ke MK, kan ada persyaratan 2 persen, 1 persen atau 1,5 persen,” ujar Yusril di kantornya, 88 Kasablanka Office Tower, Kota Kasablanka, Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (8/3/2017).

Menurut Yusril, jika tidak memenuhi persyaratan tersebut, maka MK tidak bisa menerima perkara yang diajukan. Namun, untuk pasal 74 UU Pilkada di Aceh tidak memiliki persayaratan tersebut dan bersifat lex specialis.

“Setelah kita pelajari ketentuan pasal 74 UUPA tidak mengatur hal seperti itu, hanya mengatakan ‘Apabila terjadi perselisihan ke Mahkamah Agung. Keputusan Mahkamah Agung itu final dan mengikat’. Status Lex generalis tidak dikesampingkan,” ungkap Yusril.

Sebelumnya, Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh selesai menggelar sidang pleno rekapitulasi, penetapan dan pengumuman hasil penghitungan suara Pilgub Aceh pada Sabtu (25/2/2017). Berikit daftar perolehan suaranya:

1. Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah memperoleh 898.710 suara.
2. Tarmizi A Karim-T. Machsalmina Ali meraup 406.865 suara.
3. Zakaria Saman-Aladinsyah memperoleh 132.981 suara.
4. Abdullah Puteh-Sayed Mustafa Usab Al-Idroes memperoleh 41.908 suara.
5. Zaini Abdullah-Nasaruddin meraup 167.910 suara.
7. Muzakir Manaf-TA Khalid memperoleh 766.427 suara.
8. Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah meraup 898.710 suara.

Berdasarkan hasil tersebut, paslon Irwandi-Nova unggul dan disusul paslon Muzakir-TA Khalid. Selisih suara keduanya yaitu 132.283. Total suara sah pada pemilihan calon gubernur yaitu 2.414.801, suara tidak sah 109.62 dan jumlah suara seluruhnya yaitu 2.524.413.

Namun, saksi pasangan calon gubernur Muzakir Manaf-TA Khalid menyatakan keberatan dengan pleno rekapitulasi suara yang digelar Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh. Mereka keluar ruangan rapat setelah mengisi formulir keberatan.

Yusril belum mendaftarkan keberatan kiennya ke MK, meski pendaftaran sengketa pilkada sudah ditutup. Sebab pihak Yusril masih terkendala tafsir dua UU di atas.

Berdasarkan pasal 158 UU Pemilu, yang berhak diajukan ke MK yaitu apabila memenuhi syarat sebagai berikut:

Pilkada Provinsi
1. Provinsi dengan jumlah penduduk kurang dari 2 juta maka maksimal selisih suara 2 persen.
2. Provinsi dengan jumlah penduduk 2 juta-6 juta maka maksimal selisih suara 1,5 persen.
3. Provinsi dengan jumlah penduduk 6 juta-126 juta maka maksimal selisih suara 1 persen.
4. Provinsi dengan jumlah penduduk lebih dari 12 juta maka maksimal selisih suara 0,5 persen.

Pilkada Kabupaten/Kota:
1. Kabupaten/kota dengan jumlah penduduk kurang dari 250 ribu maka maksimal selisih suara 2 persen.
2. Kabupaten/kota dengan jumlah penduduk 250 ribu-500 ribu maka maksimal selisih suara 1,5 persen.
3. Kabupaten/kota dengan jumlah penduduk 500 ribu-1 juta maka maksimal selisih suara 1 persen.
4. Kabupaten/kota dengan jumlah penduduk lebih dari 1 juta maka maksimal selisih suara 0,5 persen. []

DETIK.COM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Gugus Tugas Aceh: OTG Covid-19 Perlu Diwaspadai, tapi Tidak Dikucilkan

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Dari total 20 kasus positif Covid-19 di Aceh sampai saat ini, sudah ada dua...

AJI Desak Politikus PSI Cabut Laporan terhadap Jurnalis Senior Farid Gaban

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia mengecam tindakan politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Muannas Alaidid yang melaporkan jurnalis senior Farid Gaban ke Polda Metro Jaya....

Martabat dan Gengsi di tengah Pandemi

Martabat dan Gengsi di tengah Pandemi Saiful Mahdi* Saya hanya mengikuti selintas heboh "nasi anjing". Nasi bungkus ini dibagikan di kawasan Tanjung Priok, Jakarta pada akhir...

Soal Larangan Mudik, Kankemenag Kabupaten/Kota se-Aceh Diminta Pantau ASN

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Pelaksana Tugas Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Djulaidi, kembali mempertegas larangan mudik Idul Fitri 1441 H bagi...

17 Tahun Darurat Militer Aceh: Merawat Ingatan Kolektif Dampak Kekerasan

KontraS Aceh menggelar diskusi publik via online Zoom Meeting, Selasa (19/5/2020). Pertemuan ini menguak pengalaman dari sudut pandang pembicara, yakni; Faisal Hadi (Manajer Program...

More Articles Like This