Friday, May 20, 2022
spot_img

Warga Geumpang dan Mane Berharap Bank Aceh Dibangun di Daerahnya

GEUMPANG | ACEHKITA.COM – Warga Kecamatan Geumpang dan Mane, Kabupaten Pidie, Aceh, berharap Bank Aceh dibangun di daerah mereka. Selama ini ribuan nasabah bank milik Pemerintah Aceh di dua kecamatan tersebut harus pergi 40 kilometer ke cabang Bank Aceh terdekat di Kecamatan Tangse.

“Ini sangat memberatkan nasabah warga dua kecamatan ini, baik dari segi biaya, waktu, dan tenaga. Ribuan warga sangat mendambakan ada satu unit Bank Aceh di Geumpang atau Mane,” kata Mahdi, Camat Mane, didampingi Camat Geumpang Masykur, Selasa (10/5/2022).

Harapan tersebut disampaikan Mahdi dan Masykur serta sejumlah warga dalam kegiatan percepatan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Gampong (APBG) di Geumpang, Selasa. Pertemuan itu dihadiri Wakil Bupati Pidie Fadhlullah Teuku Muhammad Daud dan sejumlah warga.

Warga Mane dan Geumpang menghadiri kegiatan percepatan realisasi APBG di Geumpang, Selasa (10/5/2022). Dalam kesempatan itu mereka menyampaikan harapan agar Bank Aceh dibangun di daerahnya. Foto: warga untuk acehkita.com

Geumpang yang berada di dataran tinggi Pidie berpenduduk 7.933 jiwa. Adapun kecamatan tetangganya, Mane, memiliki penduduk 8.905 jiwa. Kawasan ini adalah lumbung pangan penghasil beras.

“Perputaran ekonomi di dua kecamatan itu makin baik dengan adanya sumber daya kekayaan alam yang melimpah ruah, tidak heran miliaran rupiah terjadi transaksi keuangan melalui berbagai bank di luar kecamatan,” ujar Mahdi.

Ketiadaan Bank Aceh di sana, kata Mahdi, membuat para kepala desa harus menyewa bus untuk mengantar masyarakat ke bank terdekat apabila menerima bantuan pemerintah yang disalurkan via bank. Misalnya, bantuan untuk fakir miskin dan anak yatim.

Mahdi menuturkan ada pengalaman warga Mane dan Geumpang hendak menarik sisa saldo Rp 200 ribu. “Karena butuh uang, mereka harus sewa bus pulang pergi plus makan sebesar Rp 80 ribu untuk menarik sisa saldo tersebut karena tak ada jalan lain,” katanya.

Meski menempuh jarak yang jauh, warga Geumpang dan Mane juga kerap kecewa karena setiba di Tangse terkadang bank tutup.

“Harapan ribuan warga dua kecamatan ini, sangat mendambakan dibuka satu unit Bank Aceh, hal ini sering kami curhatkan kepada pejabat dari kabupaten yang berkunjung ke Geumpang,” ujar Mahdi.

Seandainya membuka cabang baru Bank Aceh membutuhkan syarat yang rumit, warga Geumpang dan Mane berharap ada solusi lain. Misalnya, membangun mesin ATM di kantor camat atau ada mobil Bank Aceh keliling yang datang ke sana dua kali sepekan.

Fadhlullah Teuku Muhammad Daud mengatakan akan membantu dan mencari solusi atas keluhan warga Geumpang dan Mane tersebut. “Yang penting warga Geumpang Mane bersabar, karena syarat dibangunnya sebuah unit bank di sebuah kecamatan butuh waktu,” ujarnya.[]

Baca Tulisan Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Stay Connected

0FansLike
21,501FollowersFollow
23,200SubscribersSubscribe
- Advertisement -

TERBARU