Thursday, February 27, 2020

Upaya BI Berdayakan Ekonomi Pengrajin Tenun Aceh Diapresiasi Dekranasda

Must Read

FOTO | Belajar di Lantai Puskesmas

Puluhan siswa kelas I SD Persiapan Negeri 13 Desa Lubok Pusaka, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, belajar secara lesehan di...

Penyelam 23 Negara Bakal Ramaikan Sabang International Freediving Competition 2018

BANDA ACEH| ACEHKITA.COM – Penyelam dari 23 negara bakal meramaikan Sabang International Freediving Competition 2018 atau SIFC 2018, di...

Debu Sinabung Hingga Aceh Selatan?

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Aktivitas masyarakat Aceh Selatan agak terganggu oleh debu yang melanda kawasan itu. Masyarakat menduga,...

Daripada Urus Ngangkang, Mending Urusi Korban Konflik

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS) Aceh Destika Gilang Lestari menyebutkan,...

Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Aceh, Dyah Erti Idawati, mengapresiasi program pengembangan ekonomi kerajinan tenun Aceh yang dilakukan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Aceh. Apresiasi itu disampaikan Dyah saat memberikan sambutan pada acara penyerahan bantuan sarana dan prasarana produksi dan pembukaan pelatihan dasar menenun di Rumah Tenun Nyak Mu, Desa Siem, Kecamatan Darussalam, Aceh Besar, Senin (10/2).

“Bantuan dari BI ini tentu sangat membantu kerja Dekranasda serta membantu mewujudkan visi Dekranasda Aceh, yakni memberdayakan ekonomi pengrajin,” kata Dyah.

Dyah berharap, sarana prasarana yang diberikan itu dapat membantu produktifitas pengrajin tenun, sehingga perekonomian mereka pun juga ikut meningkat. Ia juga mengingatkan, agar para pengrajin yang akan dilatih dapat belajar dengan sungguh agar kemampuannya meningkat, dan pada akhirnya akan menghasilkan produk berkualitas.

“Saya juga berharap, kerajinan tenun ini bisa digemari anak muda, terutama bagi mereka yang putus sekolah. Dengan demikian mereka bisa bekerja, dan mendapatkan penghasilan,” ujar Dyah.

Dyah menyebutkan, para pengrajin tersebut merupakan para pahlawan. Sebab, melalui tangan mereka eksistensi warisan kerajinan Aceh tetap terawat dan lestari.

Dyah mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk terus membina para pengrajin dan mempromosikan produk mereka. Ia juga akan membantu para pengrajin tersebut agar harga jual produk kerajinan, khususnya kerajinan tenun bisa lebih tinggi.

Senada dengan Dyah, Bupati Aceh Besar Mawardi Ali, juga berterimakasih dan mengapresiasi Bank Indonesia yang telah membantu pengembangan usaha para pengrajin di daerah yang ia pimpin.

“BI sudah banyak membantu berbagai kegiatan UMKM di Aceh Besar,” kata Mawardi.

Kepada para pengrajin, Bupati berharap, bantuan tersebut bisa dimanfaatkan dengan baik, khususnya untuk meningkatkan pendapatan. Selain itu, kata dia, kerajinan tenun juga merupakan warisan budaya yang harus dilestarikan.

“Kami pemerintah akan terus berinovasi agar pendapatan pengrajin dapat meningkat,” ujar Mawardi.

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Aceh Zainal Arifin Lubis menyampaikan, sebanyak 29 orang pengrajin tenun di Kecamatan Darussalam, Aceh Besar, diberikan bantuan sarana dan prasarana produksi, serta selama sepuluh hari ke depan mereka juga akan diberikan pelatihan.

Para pengrajin tersebut berasal dari tiga desa di Kecamatan Darussalam, Aceh Besar, yakni, 10 orang dari Desa Siem, 10 orang dari Desa Miruk Taman dan 9 orang dari Desa Krueng Kalee.

“Acara ini merupakan momentum untuk membangkitkan kembali kejayaan tenun di Aceh Besar, di mana dulu kerajinan tenun di Desa Siem ini sudah mendapat penghargaan Upakarti dari Presiden Soeharto,” kata Zainal.

Zainal berharap, Pemkab Aceh Besar dan Dekranasda Aceh dapat membantu para pengrajin yang telah menerima bantuan tersebut. Baik membina kemampuannya maupun membantu proses pemasaran produk pengrajin.

Zainal menjelaskan, BI merupakan lembaga negara, karena itu apa yang dilakukan BI itu merupakan tugas dalam mengemban wewenang negara untuk terus meningkatkan ekonomi masyarakat.

Selain memberikan bantuan kepada para pengrajin, kata Zainal, BI selama ini juga telah melakukan berbagai program lainnya untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. Seperti pembangunan desa wisata, pengembangan pertanian, peternakan, dan UMKM.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Jajan Pakai Uang Palsu, Dua Warga Aceh Ditangkap Polisi

LHOKSEUMAWE | ACEHKITA.COM - Dua warga Aceh ditangkap polisi di Kota Lhokseumawe, setelah jajan makanan dan minuman dengan uang...

Diskusi Quo Vadis Rencana Investasi Aceh, Yuk!

Institute for Strategic and Policy Studies (ISPS) yang berkantor di Jakarta, bekerja sama dengan Aceh Bisnis Club (ABC) Jakarta, dan Donya Ekonomi Aceh (DEA),...

Wali Nanggroe Bertemu Dubes Uni Eropa Bahas MoU Helsinki

JAKARTA | ACEHKITA.COM - Wali Nanggroe Malik Mahmud Al-haythar bertemu Duta Besar (Dubes) Uni Eropa delegasi untuk Indonesia dan Brunei Darussalam Vincent Piket, membahas...

Daftar Nama 22 Petugas Haji 2020 Kloter Aceh yang Lolos Seleksi

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh mengumumkan 22 nama calon petugas haji Aceh yang lulus dalam seleksi petugas haji...

Busana Rumoh Syar’i di Aceh Wedding Expo 2020 Dapat Pujian dari Ketua DWP

Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Setda Aceh, Safrida Yuliani, memuji keindahan busana muslim hasil karya Rumoh Syar'i. Ia terpukau menyaksikan peragaan model yang mengenakan...

More Articles Like This