Saturday, April 4, 2020

Upaya BI Berdayakan Ekonomi Pengrajin Tenun Aceh Diapresiasi Dekranasda

Must Read

30 Menit Bersama Hasan Tiro

LELAKI itu terlihat rapi dengan jas hitam, dasi marun dan kemeja putih. Kumis baru dibabat. Rambut yang putih dilahap...

FOTO | Atjeh FC Rayakan Gol

Pemain Atjeh FC merayakan gol ke-3 yang dicetak Ismed Sofyan diluar kotak pinalti dalam Piala Gubernur Aceh 2012 di...

502 Bacaleg Perempuan Didaftarkan untuk DPRA

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Sebanyak 502 Bakal Calon Anggota Legislatif (Bacaleg) perempuan didaftarkan oleh 20 partai politik di...

Menang 2-1, PSAP tidak Naik Peringkat

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Tampil sebagai tuan rumah di Stadion Kuta Asan Sigli, Jumat (274), PSAP Sigli sukses...

Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Aceh, Dyah Erti Idawati, mengapresiasi program pengembangan ekonomi kerajinan tenun Aceh yang dilakukan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Aceh. Apresiasi itu disampaikan Dyah saat memberikan sambutan pada acara penyerahan bantuan sarana dan prasarana produksi dan pembukaan pelatihan dasar menenun di Rumah Tenun Nyak Mu, Desa Siem, Kecamatan Darussalam, Aceh Besar, Senin (10/2).

“Bantuan dari BI ini tentu sangat membantu kerja Dekranasda serta membantu mewujudkan visi Dekranasda Aceh, yakni memberdayakan ekonomi pengrajin,” kata Dyah.

Dyah berharap, sarana prasarana yang diberikan itu dapat membantu produktifitas pengrajin tenun, sehingga perekonomian mereka pun juga ikut meningkat. Ia juga mengingatkan, agar para pengrajin yang akan dilatih dapat belajar dengan sungguh agar kemampuannya meningkat, dan pada akhirnya akan menghasilkan produk berkualitas.

“Saya juga berharap, kerajinan tenun ini bisa digemari anak muda, terutama bagi mereka yang putus sekolah. Dengan demikian mereka bisa bekerja, dan mendapatkan penghasilan,” ujar Dyah.

Dyah menyebutkan, para pengrajin tersebut merupakan para pahlawan. Sebab, melalui tangan mereka eksistensi warisan kerajinan Aceh tetap terawat dan lestari.

Dyah mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk terus membina para pengrajin dan mempromosikan produk mereka. Ia juga akan membantu para pengrajin tersebut agar harga jual produk kerajinan, khususnya kerajinan tenun bisa lebih tinggi.

Senada dengan Dyah, Bupati Aceh Besar Mawardi Ali, juga berterimakasih dan mengapresiasi Bank Indonesia yang telah membantu pengembangan usaha para pengrajin di daerah yang ia pimpin.

“BI sudah banyak membantu berbagai kegiatan UMKM di Aceh Besar,” kata Mawardi.

Kepada para pengrajin, Bupati berharap, bantuan tersebut bisa dimanfaatkan dengan baik, khususnya untuk meningkatkan pendapatan. Selain itu, kata dia, kerajinan tenun juga merupakan warisan budaya yang harus dilestarikan.

“Kami pemerintah akan terus berinovasi agar pendapatan pengrajin dapat meningkat,” ujar Mawardi.

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Aceh Zainal Arifin Lubis menyampaikan, sebanyak 29 orang pengrajin tenun di Kecamatan Darussalam, Aceh Besar, diberikan bantuan sarana dan prasarana produksi, serta selama sepuluh hari ke depan mereka juga akan diberikan pelatihan.

Para pengrajin tersebut berasal dari tiga desa di Kecamatan Darussalam, Aceh Besar, yakni, 10 orang dari Desa Siem, 10 orang dari Desa Miruk Taman dan 9 orang dari Desa Krueng Kalee.

“Acara ini merupakan momentum untuk membangkitkan kembali kejayaan tenun di Aceh Besar, di mana dulu kerajinan tenun di Desa Siem ini sudah mendapat penghargaan Upakarti dari Presiden Soeharto,” kata Zainal.

Zainal berharap, Pemkab Aceh Besar dan Dekranasda Aceh dapat membantu para pengrajin yang telah menerima bantuan tersebut. Baik membina kemampuannya maupun membantu proses pemasaran produk pengrajin.

Zainal menjelaskan, BI merupakan lembaga negara, karena itu apa yang dilakukan BI itu merupakan tugas dalam mengemban wewenang negara untuk terus meningkatkan ekonomi masyarakat.

Selain memberikan bantuan kepada para pengrajin, kata Zainal, BI selama ini juga telah melakukan berbagai program lainnya untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. Seperti pembangunan desa wisata, pengembangan pertanian, peternakan, dan UMKM.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Update Corona di Aceh: Sudah 37 PDP COVID-19 Pulang dari RS dan Sehat

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Sebanyak 37 orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Virus Corona atau COVID-19 di Aceh dilaporkan...

Update Corona di Aceh: ODP Bertambah Jadi 893, PDP 45, dan Hasil Swab EY Negatif

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona atau COVID-19 di Aceh kembali bertambah. Kali ini ODP bertambah 96 orang menjadi...

Surat Wali Nanggroe Kepada Para Tenaga Medis

Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk Malik Mahmud Al Haytar menyampaikan rasa terima kasih kepada para tenaga medis yang saat ini menjadi garda...

Ruang Outbreak Pinere RSUDZA Dijadikan Tempat Isolasi Pasien COVID-19

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - RSUDZA Banda Aceh telah memiliki 12 ruang Outbreak Pinere (Penyakit Infeksi New-Emerging dan Re-Emerging) pada Selasa (31/3/2020). Ke-12 ruang...

Update Corona di Aceh: 5 Positif, 2 Meninggal, 44 PDP, 797 ODP

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Angka Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona di Aceh bertambah 177 orang menjadi 797 orang per Selasa (31/3/2020) pukul 15.00...

More Articles Like This