Saturday, May 30, 2020

Tiga Penjual Sisik Trenggiling di Aceh Ditangkap Polisi

Must Read

FOTO | Fantasi Muslim Anak

Peserta peragaan busana Fantasi Muslim Anak yang diselenggarakan di Museum Tsunami, Banda Aceh, Sabtu (14/7). Peragaan busana dengan model...

Ketika Masyarakat Tionghoa Menikmati Suasana Ramadan di Aceh

Minggu pagi, 3 Juni 2018, Akhun duduk sembari berbincang dengan dua temannya. Ketiganya duduk melingkar di muka sebuah warung...

Satpol PP Dinilai Lamban

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Petugas Satuan Polisi Pamong Praja Kota Banda Aceh dinilai lamban menanggapi keluhan warga terkait...

Belasan Gajah Mengamuk di Sampoiniet

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Belasan gajah liar kembali mengamuk di Teupin Asan, Kecamatan Sampoiniet, Aceh Jaya, Rabu (4/11)...

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Unit Tipiter Satuan Reserse Kriminal Polresta Banda Aceh mengamankan tiga pemuda yang melakukan tindak pidana konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistem di dua lokasi terpisah di Aceh. Ketiganya dinyatakan terlibat dalam perdagangan sisik trenggiling.

Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh, AKP M. Taufiq, mengatakan penangkapan ketiga tersangka penjual sisik trenggiling berawal dari diamankan pemuda berinisial KF oleh Personel Unit Tipiter Satuan Reserse Kriminal Polresta Banda Aceh di Sei Hotel, Banda Aceh, Senin, (19/8/2019). KF ditangkap setelah tim mendapatkan informasi dan melakukan penyelidikan tentang informasi adanya penjual dengan sengaja memperniagakan kulit, tubuh atau bagian-bagian satwa yang dilindungi oleh undang-undang.

KF pada saat dilakukan pemeriksaan oleh personel Satuan Reserse Kriminal Polresta Banda Aceh tersebut sedang membawa tas berwarna coklat. Setelah dilakukan penggeledahan, didapatkan isi berupa sisik atau kulit tenggiling di dalam tas miliknya.

“Tersangka KF diamankan oleh unit Tipiter dengan cara melakukan cover buy pada tersangka,” ujar Taufiq pada konferensi pers di Mapolresta Banda Aceh.

Setelah mengamankan tersangka KF, polisi kemudian melakukan pencarian dan penangkapan terhadap tersangka AZ, karena diduga AZ merupakan pemilik sisik trenggiling tersebut.

“Dari hasil interogasi terhadap kedua tersangka, kami kembali memperoleh informasi di Desa Seuneubok, Kecamatan Seulimum, Aceh Besar, ada satu tersangka lainnya dan kami langsung melakukan pencarian dan penangkapan terhadap tersangka FA,” kata Taufiq.

Ia menyebut ketiga tersangka melakukan tindak pidana perdagangan bagian satwa yang dilindungi undang-undang. Mereka dipersangkakan Pasal 21 ayat (2) huruf (b) dan (d) Jo Pasal 40 ayat (2) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem dengan ancaman pidana 5 tahun kurungan penjara dan denda 100 juta rupiah.

Dari ketiga tersangka, polisi berhasil mengamankan barang bukti yang harusnya tidak diperjualbelikan berupa 6,3 kilogram sisik trenggiling, dan 115 duri landak serta 1 buah tas warna coklat.

“Saat ini ketiga tersangka berada di sel Mapolresta Banda Aceh, untuk mempertanggungjawabkan kejahatan yang mereka lakukan,” sebutnya.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Gugus Tugas Aceh: OTG Covid-19 Perlu Diwaspadai, tapi Tidak Dikucilkan

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Dari total 20 kasus positif Covid-19 di Aceh sampai saat ini, sudah ada dua...

AJI Desak Politikus PSI Cabut Laporan terhadap Jurnalis Senior Farid Gaban

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia mengecam tindakan politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Muannas Alaidid yang melaporkan jurnalis senior Farid Gaban ke Polda Metro Jaya....

Martabat dan Gengsi di tengah Pandemi

Martabat dan Gengsi di tengah Pandemi Saiful Mahdi* Saya hanya mengikuti selintas heboh "nasi anjing". Nasi bungkus ini dibagikan di kawasan Tanjung Priok, Jakarta pada akhir...

Soal Larangan Mudik, Kankemenag Kabupaten/Kota se-Aceh Diminta Pantau ASN

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Pelaksana Tugas Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Djulaidi, kembali mempertegas larangan mudik Idul Fitri 1441 H bagi...

17 Tahun Darurat Militer Aceh: Merawat Ingatan Kolektif Dampak Kekerasan

KontraS Aceh menggelar diskusi publik via online Zoom Meeting, Selasa (19/5/2020). Pertemuan ini menguak pengalaman dari sudut pandang pembicara, yakni; Faisal Hadi (Manajer Program...

More Articles Like This