Friday, April 10, 2020

Teuku Rafli Pasya Diperiksa KPK Soal Korupsi Dermaga Sabang

Must Read

Kuburan Massal Tsunami Ditemukan di Perumahan Warga

BANDA ACEH |ACEHKITA.COM - Sekitar 46 jenazah korban Tsunami Aceh 2004 silam, ditemukan di perumahan yang sedang dibangun di Dusun...

Qanun Pilkada Harus Segera Rampung: Dirjen Otda

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri Djohermansyah Djohan mengharapkan pihak legislatif segera membahas...

FOTO | Panen Dalam Erupsi

Warga memotong padi yang tersapu debu erupsi Gunung Sinabung di Desa Berastepu Kecamatan Simpang Empat, Karo, Sumatera Utara, Jumat...

Uang Wakaf Baitul Asyi Mulai Dibagikan

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Jemaah calon haji asal Aceh saban tahun mendapatkan pembagian uang wakaf dari Baitul Asyi...

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM — Teuku Rafly Pasya memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk diperiksa dalam dugaan kasus korupsi Dermaga Sabang, Aceh.

“Ia dipanggil sebagai saksi,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di KPK Jakarta, Jumat (14/9).

Febri menjelaskan secara detail, kasus Rafly berkaitan dengan pelaksanaan proyek pembangunan dermaga Sabang, Aceh. Proyek itu dikerjakan untuk Tahun Anggaran 2006 sampai dengan Tahun Anggaran 2010.

“Ia bertindak sebagai swasta dengan tersangka PT Tuah Sejati (TS),” ujar Febry.

Saat tiba di Gedung KPK, Rafly enggan berkomentar. Pria yang mengenakan busana putih itu hanya melemparkan senyum ketika mendengar pertanyaan wartawan.

PT Tuah Sejati ditetapkan sebagai tersangka korupsi korporasi bersama PT Nindya Karya dalam pembangunan di kawasan Pelabuhan Sabang. Kedua korporasi tersebut diduga terlibat merugikan negara sekitar Rp313 miliar dari nilai proyek Rp793 miliar.

PT Tuah Sejati mendapat keuntungan dalam proyek tersebut sebesar Rp49,9 miliar, sementara PT Nindya Karya mendapat keuntungan sebesar Rp44,68 miliar. Penyidik KPK telah menyita dua aset PT Tuah Sejati berupa SPBU dan SPBN senilai Rp12 miliar.

Kasus ini menyeret sejumlah petinggi, mereka di antaranya adalah Heru Sulaksono selaku Kepala Cabang PT NK Cabang Sumatera Utara dan Aceh merangkap kuasa Nindya Sejati Joint Operation.

Heru telah divonis 15 tahun penjara dan denda Rp5 miliar subsider 1 tahun penjara serta membayar uang pengganti sebesar Rp23,1 miliar.

Kemudian Ramadhani Ismy selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) satuan kerja Pengembangan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang. Ramadhani divonis 6 tahun penjara dan denda Rp200 juta subsider 3 bulan penjara serta uang pengganti Rp3,2 miliar.

Mantan Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) Ruslan Abdul Gani, sekaligus Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) telah divonis 5 tahun penjara dan denda Rp200 juta serta uang pengganti Rp4,36 miliar. Terakhir adalah Teuku Syaiful Ahmad selaku Kepala BPKS 2006-2010.[]

CNN Indonesia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Banyak Warga Aceh Belum Peroleh Pengetahuan Terkait COVID-19

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Sebagian besar warga di Aceh sampai saat ini disebut belum memperoleh pengetahuan mengenai virus...

Tiga Pasien Positif COVID-19 di Aceh Sembuh

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Tiga pasien positif corona atau COVID-19 di Aceh dinyatakan sembuh. Mereka diperbolehkan pulang setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit...

200 Pengemudi Ojek Daring di Aceh Peroleh Bantuan Sembako

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Sebanyak 200 pengemudi ojek daring di Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar, Aceh, memproleh bantuan sembako dari Forum...

Update Corona di Aceh: Sudah 37 PDP COVID-19 Pulang dari RS dan Sehat

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Sebanyak 37 orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Virus Corona atau COVID-19 di Aceh dilaporkan sembuh dan telah pulang dari...

Update Corona di Aceh: ODP Bertambah Jadi 893, PDP 45, dan Hasil Swab EY Negatif

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona atau COVID-19 di Aceh kembali bertambah. Kali ini ODP bertambah 96 orang menjadi...

More Articles Like This