Saturday, May 30, 2020

Tangkal Hoaks dan Disinformasi, AJI Luncurkan Jurnalisme Data

Must Read

Jejak Kerangka dan Cerita Penyiksaan di Wiralanao

WIRALANAO menjadi lokasi terakhir pendokumentasian sebelum kembali ke Banda Aceh. Jejak penyiksaan di Wiralanao ini belum banyak diketahui publik, termasuk...

Bupati Bireuen Saifannur Meninggal Dunia

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Bupati Bireuen, Saifannur, dikabarkan meninggal dunia di Rumah Sakit Siloam Dhirga Surya, Kota Medan,...

Klub Fotografi Dakwah Gelar Pameran Foto Pendidikan

Banda Aceh – Club Art Design dan Club Fotografi Fakultas Dakwah IAIN Ar-Raniry Banda Aceh menggelar pameran Foto dan...

Kutuk Pemerkosa Murid MIN, FPAA Galang Tandatangan Warga

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Puluhan jurnalis dan aktivis kemanusiaan yang tergabung dalam Forum Peduli Anak Aceh menggelar aksi...

JAKARTA | ACEHKITA.COM – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia dan Kantor Staf Presiden (KSP) meluncurkan platform jurnalismedata.id. Platform ini menjadi ruang belajar bagi publik, khususnya kalangan jurnalis dalam membuat karya jurnalistik yang berlandaskan data.

Kehadiran jurnalismedata.id merupakan hal tak terhindarkan di tengah era digital. Saat ini, jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai 175 juta. Sementara itu, konten yang tersebar di internet terus meningkat dan tidak sedikit yang merupakan hoaks atau tergolong disinformasi.

Ketua Umum AJI Indonesia, Abdul Manan mengatakan jurnalis memiliki peran melawan hoaks serta memproduksi karya jurnalistik berkualitas. “Jurnalisme data adalah tools yang ampuh untuk melawan hoaks dan disinformasi,” katanya saat membuka launching e-Learning Platform Jurnalismedata.id, Senin (4/ 1) di Jakarta. “Cara melawan informasi palsu dengan jurnalisme data,” katanya menambahkan.

Yanuar Nugroho, Deputi II Kepala Staf Kepresidenan Republik Indonesia saat sesi diskusi mengatakan mengatakan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 mengenai keterbukaan informasi publik, memandatkan pemerintah terbuka dalam data dan informasi. “Publik harus bisa mengakses dan mendapatkan data pemerintah,” katanya.

Ia juga menambahkan saat ini, pemerintah menginisiasi inisiatif Satu Data Indonesia. Melalui Satu Data Indonesia, pemerintah berupaya meningkatkan kualitas dan keterbukaan data. Data yang terbuka, dapat diakses melalui data.go.id, dan publik dapat memanfaatkannya untuk turut serta mengawal pembangunan. “Untuk itu, jurnalis perlu terlibat dalam pemanfaatan data terbuka dengan menghasilkan karya berbasis data,” kata Yanuar.

Salah satunya dengan memanfaatkan Satu Data Indonesia agar karya jurnalistik dapat menjadi rujukan untuk pengambilan kebijakan berlandaskan karena berdasarkan data yang akurat. “Selain untuk kebijakan, data yang sifatnya publik harus dapat dengan mudah diakses masyarakat. Ini merupakan upaya kita bersama untuk mencerdaskan publik menggunakan data” katanya.

Sejak 2016, Kantor Staf Presiden bersama AJI dan beberapa mitra lain mempromosikan Jurnalisme data di Indonesia. Waktu itu kami membuat pelatihan dan kompetisi nasional Indonesia Data Driven Journalism yang diselenggarakan setiap tahunnya. “Saat ini, dengan kemajuan teknologi, pelatihan dan kompetisinya dapat kita selenggarakan secara online dan bisa melibatkan lebih banyak peserta, melalui jurnalismedata.id,” kata Robertus Theodore, Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden menambahkan.

Harapannya, dalam waktu dekat jurnalisme data juga bisa menyasar generasi muda, seperti pers mahasiswa dan jurusan-juruan komunikasi/jurnalistik di perguruan tinggi untuk berkolaborasi menyelenggarakan pelatihan jurnalisme data.

Sekjen Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), Wahyu Dhyatmika menyambut baik kemunculan platform Jurnalismedata.id. Menurutnya, melalui platform ini, kemampuan jurnalis untuk mengumpulkan data, mengolah, memvisualisasikan dan menceritakan data akan tersebar secara merata. “Karya jurnalistiknya tetap akurat dan mewakili realitas. Ini kenapa situs ini ada supaya kemampuan itu merata di seluruh jurnalis,” katanya.

Pembelajaran jurnalisme data di jurnalismedata.id tak terikat ruang dan waktu. Selain jurnalis, seluruh lapisan masyarakat bisa belajar tentang jurnalisme data secara gratis melalui situs ini. Para peserta cukup membuat akun untuk memulai proses belajar secara online. Pembelajaran akan didukung dengan video tutorial sehingga memudahkan masyarakat mengikuti modul pembelajaran.

Tak hanya itu, jurnalismedata.id juga memiliki halaman lainnya yang tak kalah menarik. Seperti katalog lembaga-lembaga pemerintah dan non-pemerintah yang menyediakan data terbuka, rekomendasi aplikasi yang bisa digunakan untuk jurnalisme data, hingga halaman seminar online (Webinar) dengan narasumber professional.

“Ketika pemerintah sudah melakukan open data. Data masih terserak. Kita permudah dengan jurnalismedata.id,” kata Sekjen AJI Indonesia, Revolusi Riza.

E-learning platform ini dikembangkan dengan dukungan USAID CEGAH untuk mendorong publik dan jurnalis belajar secara mandiri jurnalisme data sesuai dengan waktu yang dimiliki. Jurnalis dapat mengikuti tatap muka dengan mentor-mentor dalam sesi webinar terjadwal.

Platform ini dapat diikuti publik dan kalangan jurnalis di mana saja selama memiliki jaringan internet. Ke depan diharapkan dapat menjadi ruang pertemuan antara penyedia dan pemanfaatan data yaitu termasuk jurnalis dan publik.[]

RILIS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Gugus Tugas Aceh: OTG Covid-19 Perlu Diwaspadai, tapi Tidak Dikucilkan

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Dari total 20 kasus positif Covid-19 di Aceh sampai saat ini, sudah ada dua...

AJI Desak Politikus PSI Cabut Laporan terhadap Jurnalis Senior Farid Gaban

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia mengecam tindakan politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Muannas Alaidid yang melaporkan jurnalis senior Farid Gaban ke Polda Metro Jaya....

Martabat dan Gengsi di tengah Pandemi

Martabat dan Gengsi di tengah Pandemi Saiful Mahdi* Saya hanya mengikuti selintas heboh "nasi anjing". Nasi bungkus ini dibagikan di kawasan Tanjung Priok, Jakarta pada akhir...

Soal Larangan Mudik, Kankemenag Kabupaten/Kota se-Aceh Diminta Pantau ASN

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Pelaksana Tugas Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Djulaidi, kembali mempertegas larangan mudik Idul Fitri 1441 H bagi...

17 Tahun Darurat Militer Aceh: Merawat Ingatan Kolektif Dampak Kekerasan

KontraS Aceh menggelar diskusi publik via online Zoom Meeting, Selasa (19/5/2020). Pertemuan ini menguak pengalaman dari sudut pandang pembicara, yakni; Faisal Hadi (Manajer Program...

More Articles Like This