Sunday, November 17, 2019

Tangkal Hoaks, 28 Jurnalis di Bireuen Ikut Google News Initiative Training Network

Must Read

Presiden Jokowi Resmikan PLTMG Arun

LHOKSEUMAWE | ACEHKITA.COM -- Presiden Joko Widodo meresmikan penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Arun di kawasan Batuphat,...

Munir: Tak Punya Pacar, Rapor Pas-pasan

Deddy ‘Gembul’ Prihambudi tertawa lepas. Badannya yang tambun berguncang-guncang. Dia memutar memori tentang hubungan asmara seorang seniornya di kampus...

Jendela Kokpit Bermasalah, Garuda Kembali ke Blang Bintang

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Pesawat Garuda Indonesia terpaksa kembali ke landasan Bandara Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Aceh...

FOTO | Peletakan Batu Pertama

Gubernur Aceh Irwandi Yusuf menepungtawari pekerja pembangunan jalan dan jembatan di Kuala Buboen Aceh Jaya, Selasa (17/10). Jalan...

BIREUEN | ACEHKITA.COM – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bireuen bekerja sama dengan Google News Initiative dan Internews menggelar Google News Initiative Training Network selama dua hari, Sabtu dan Minggu (7-8/9/2019) di Meuligoe Hotel, Kabupaten Bireuen, Aceh.

Pelatihan untuk menangkal informasi hoaks di media sosial tersebut diikuti oleh 28 jurnalis dari Kabupaten Bireuen, Kota Lhokseumawe, Aceh Tengah, dan Bener Meriah. Pelatihan ini menghadirkan pemateri Agus Perdana dan Iwan Bahagia.

Materi yang dipaparkan meliputi penggunaan tools di Google untuk mendukung pekerjaan jurnalis sehari-hari. Selain itu, peserta juga dibekali materi cara membedakan hoaks dan fakta, serta memverifikasi informasi di media sosial.

Agus Perdana dari Google News Initiative menyebutkan, jurnalis yang mengikuti pelatihan di Bireuen termasuk beruntung karena selama ini acara serupa hanya dilaksanakan di ibu kota provinsi.

“Tapi AJI Bireuen diberikan kesempatan dan kepercayaan kali ini, sehingga harus dapat dimanfaatkan secara baik mengingat  training ini sangat bermanfaat bagi jurnalis. Karena banyak tools di Google yang bisa dipergunakan para jurnalis dalam memverifikasi informasi,” kata Agus Perdana.

Sementara Iwan Bahagia, yang menjadi pemateri, menuturkan banyak hoaks yang berseliweran di dunia maya yang terkadang tanpa disadari, juga dijadikan rujukan oleh jurnalis.

“Jurnalis harus mampu memilah dan memilih mana informasi hoaks dan fakta. Banyak cara untuk mengecek mana yang fakta dan hoaks, salah satu caranya dengan memanfaatkan tools di Google, baik itu untuk memverifikasi teks berita, foto, dan video,” kata pria yang juga pengurus AJI Bireuen ini.

Foto: Halim Mubary/Acehkita.com

Ferizal Hasan, salah seorang peserta kepada acehkita.com mengatakan, training yang diikutinya sangat bermanfaat terutama tentang penggunaan sejumlah tools di Google yang bisa dipergunakan untuk mengecek hoaks atau fakta.

“Sehingga jurnalis dituntut untuk seakurat mungkin menulis berita dan jauh dari hoaks,” kata Ferizal.

Sebelumnya pada Jumat (6/9/2019), AJI Bireuen juga membekali seratusan mahasiswa dan dosen Universitas Almuslim (Umuslim), Peusangan, Bireuen, melalui Workshop Hoax Busting and Digital Hygiene di kampus setempat.

Ketua AJI Bireuen, Bahrul Walidin mengatakan, program yang diinisiasi AJI dan Google News Initiative tersebut bertujuan mengenalkan kepada peserta tentang isu-isu dunia digital dan memberikan pemahaman terhadap perilaku penggunaan internet yang sehat dan cara menangkal hoaks. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

‘Saweu Gampong’ Bertemu Ulama, Menag Fachrul Razi Tiba di Aceh

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Menteri Agama Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi tiba di Aceh melalui Bandara...

Bermain Imbang, Persiraja dan Sriwijaya FC Melaju ke Semifinal Liga 2 2019

Persiraja Banda Aceh lolos ke semifinal Liga 2 2019 setelah bermain imbang dengan Sriwijaya FC dalam laga terakhir babak 8 besar, Sabtu (16/11). Laga...

Masyarakat Aceh Masih Kurang Percaya Vaksin untuk Imunisasi Anak

Masyarakat Aceh masih kurang percaya dengan vaksin, hingga jumlah anak yang diimunisasi menjadi sangat rendah. Faktornya karena ada vaksin seperti untuk campak dan rubella...

Aceh Dilanda Gempa Magnitudo 5,1

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,1 dengan kedalaman 175 kilometer terjadi di perairan laut Kota Sabang, Aceh, Jumat (15/11/2019) pukul...

Gempa Berpotensi Tsunami Guncang Maluku Utara dan Sulut

JAKARTA | ACEHKITA.COM - Gempa bumi magnitudo 7,4 melanda perairan dekat Jailolo, Maluku Utara, dan Sulawesi Utara (Sulut) pada pukul 23.17 WIB. Badan Meteorologi...

More Articles Like This