Wednesday, April 1, 2020

Tampilkan Tari Ratoeh Jaroe Aceh, Komunitas Rampoe UGM Juara di Korea

Must Read

Kampanye PRA

Ketua umum Partai Rakyat Aceh (PRA), Aguswandi melakukan orasi politik di hadapan pendukungnya di halaman parkir H. Dimurtala, Banda...

Pascapenembakan, Pekerja Minta Dipulangkan

BIREUEN | ACEHKITA.COM -- Sebanyak 47 pekerja proyek penggalian kabel serat optik milik sebuah perusahaan telekomunikasi minta dipulangkan ke...

FOTO | Aksi Peduli Gajah dan Badak Sumatra

Sejumlah komunitas dari berbagai elemen melakukan aksi Global March yang menyerukan peduli gajah dan...

Atraksi Gajah Pukau Warga Tangse

TANGSE | ACEHKITA.COM -- Atraksi delapan ekor gajah yang digelar di lapangan sepakbola Desa Blang Dhot, Kamis (24/9) siang,...

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM — Komunitas seni tari tradisional Aceh, Rampoe UGM (Unversitas Gadjah Mada) Yogyakarta, meraih juara I dalam Wonju Dynamic Dancing Carnival 2018 yang berlangsung 11-16 September 2018 di Korea Selatan.

Dalam kompetisi itu, Rampoe UGM yang menampilkan tari Aceh “Ratoeh Jaroe” sukses menjadi jawara setelah berhasil menyisihkan 38 tim lain dari 13 negara di dunia.

Ketua Rampoe UGM, Asih Laraswati menyampaikan dalam misi kebudayaan di Korea Selatan ini pihaknya menurunkan 16 penari putri dengan didukung 3 pemusik, 1 penyanyi, 1 manajer, dan 1 fotografer.

“Kami menampilkan tarian Aceh Ratoeh Jaroe pada kompetisi di Korea Selatan kemarin,” ujarnya, dikutip dari laman resmi kampus UGM.

Tari Aceh Ratoeh Jaroe merupakan tari yang menggambarkan kehidupan masyarakat Aceh sehari-hari yang menjunjung tinggi solidaritas. Dalam penampilannya diiringi dengan syair-syair Islam.

Asih mengatakan keberhasilan Rampoe UGM dalam misi kebudayaan Korea ini tidak terlepas dari kerja keras dan latihan yang dilakukan oleh para anggotanya awal tahun 2018. Selain itu, juga dukungan dari Fakultas Ilmu Budaya (FIB) dan UGM.

“Prestasi yang diraih ini menjadi kebanggaan bagi kami karena bisa mengenalkan budaya Indonesia di tingkat internasional sekaligus meraih penghargaan yang mengharumkan nama UGM dan bangsa,” pungkasnya.

Sementara itu, tari Aceh Ratoeh Jaroe ini pada 18 Agustus lalu sempat membuat heboh Opening Ceremony Asian Games 2018 yang berlangsung di Gelora Bung Karno, Jakarta. (Baca: Asian Games 2018, Netizen Aceh: Bukan Tari Saman, tapi Ratoeh Jaroe)

The King of Ratoeh Jaroe, Yusri alias Dekgam menjelaskan Ratoeh Jaroe adalah tari kreasi yang mengkombinasikan berbagai gerak tari Aceh, seperti Saman Gayo, Likok Pulo, Meuseukat, Rapai Geleng dan lain-lain.

“Tari Ratoeh Jaroe berkembangan hanya di Jakarta. Istilah Ratoeh Jaroe sendiri adalah penamaan baru, untuk membedakan dengan tarian tradisi yang ada di Aceh,” pungkasnya.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Surat Wali Nanggroe Kepada Para Tenaga Medis

Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk Malik Mahmud Al Haytar menyampaikan rasa terima kasih kepada para tenaga medis...

Ruang Outbreak Pinere RSUDZA Dijadikan Tempat Isolasi Pasien COVID-19

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - RSUDZA Banda Aceh telah memiliki 12 ruang Outbreak Pinere (Penyakit Infeksi New-Emerging dan Re-Emerging) pada Selasa (31/3/2020). Ke-12 ruang...

Update Corona di Aceh: 5 Positif, 2 Meninggal, 44 PDP, 797 ODP

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Angka Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona di Aceh bertambah 177 orang menjadi 797 orang per Selasa (31/3/2020) pukul 15.00...

Cegah Corona, Masjid Raya Baiturrahman Disemprot Disinfektan Sebelum Salat Jumat

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Enam belas personel gabungan dari unit KBR (kimia, biologi, radio aktif) Detasemen Gegana Satuan Brimob Kepolisian Daerah Aceh dan...

Cegah Penyebaran Corona, Arab Saudi Hentikan Shalat Berjamaah di Masjid

RIYADH – ACEHKITA.COM – Pemerintah Arab Saudi, hari Selasa waktu setempat (Rabu dini hari WIB), menghentikan sementara pelaksanaan shalat berjamaah di semua masjid negara...

More Articles Like This