Tahanan yang Kabur Pascagempa Jadi Buronan

0
904

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Kepala Rumah Tahanan (Rutan) Sigli, Djoko Budi Setianto menyatakan, pihaknya telah memasukkan 29 narapidana dan tahanan yang melarikan diri dari penjara saat gempa Rabu lalu ke dalam daftar pencarian orang dan menyatakan mereka sebagai buronan karena tidak kembali ke Rutan.

“Mulai pukul 17:00 Wib hari ini, narapidana dan tahanan yang tidak kembali ke Rutan telah ditetapkan sebagai buronan. Mereka sudah tidak kooperatif, karena tak kembali. Sebelumnya kita sudah mengimbau mereka agar kembali,” katanya saat dihubungi, Jumat siang.

Menurut Djoko, 14 dari 29 orang itu berstatus narapidana. Sedangkan sisanya 15 orang lagi merupakan tahanan titipan dari kepolisian, kejaksaan dan pengadilan.

Dari mereka yang kabur itu ada satu orang yang telah divonis 13 tahun penjara karena terlibat perampokan dan sisanya kebanyakan terkait kasus narkoba yang divonis antara dua hingga enam tahun.

Dia juga menyatakan bahwa sebagian besar mereka yang kabur itu bukan warga Kabupaten Pidie. Ada beberapa dari mereka merupakan warga Medan, Sumatera Utara dan Kabupaten Aceh Timur yang jauh dari Sigli, ibukota Pidie.

“Mereka telah kehilangan haknya untuk mendapatkan remisi. Selain itu, apabila tertangkap, mereka bisa jadi akan dijatuhi hukuman lebih berat lagi,” katanya.

“Jika nanti polisi menemukan mereka dan melarikan diri, polisi boleh menembak karena mereka telah melanggar hukum dan tidak kooperatif. Padahal saat pintu penjara dibuka itu murni pertimbangan kemanusiaan untuk menghindari korban kalau tsunami benar-benar terjadi.”

Djoko menyatakan bahwa pada Jumat siang ada dua narapidana yang menelpon petugas penjara. Mereka berjanji akan kembali ke Rutan pukul 17:00 Wib. “Tapi, kita belum bisa pastikan apakah mereka akan balik atau tidak. Yang jelas apabila mereka tidak kembali akan dijadikan buronan,” katanya.

Rutan Sigli yang berdiri di atas lahan satu hektar terletak di Desa Benteng, Kota Sigli. Letaknya hanya beberapa meter dari bibir pantai. Saat gempa dan tsunami melanda Aceh 2004 lalu, tiga narapidana dan seorang petugas Rutan tewas.[]

ACEHKITA.COM menerima bantuan dana dari Google News Initiative (GNI) melalui program Journalism Emergency Relief (JER) Fund sebesar US$5.000

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.