Silaturahmi ke USK, Ketua KPK Dorong Peran Kampus dalam Pembangunan Daerah

Silaturahmi ke USK, Ketua KPK Dorong Peran Kampus dalam Pembangunan Daerah
Ketua KPK Firli Bahuri saat bersilaturahmi dengan jajaran Universitas Syiah Kuala (USK), Banda Aceh. (Foto: Dok. Humas KPK)

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Ketua Komisi Pemberatasan Korupsi Firli Bahuri mendorong civitas akademika universitas agar lebih berperan dalam pembangunan daerah. Pesan itu disampaikan Ketua KPK dalam silaturahmi bersama jajaran Universitas Syiah Kuala (USK) di Banda Aceh, Aceh, Kamis (25/3/2021).

“Saya sedih kalau kampus tidak dilibatkan dalam penyusunan rencana pembangunan daerah. Program pemerintah harus diawasi. Siapa lagi yang akan melakukan studi, penelitian, dan pengkajian, kalau bukan kampus. Oleh karenanya, saya mendorong kampus untuk bisa meningkatkan perannya,” ajak Firli.

Dalam sejarah Aceh, sambung Firli, lahir banyak pahlawan yang memberikan andil besar bagi kemerdekaan dan perwujudan cita-cita bernegara bangsa Indonesia. Oleh karenanya, lanjutnya, KPK berpesan agar roh, energi, dan tenaga untuk memajukan bangsa tetap ada dalam civitas kampus, yaitu dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa.

Dalam sambutannya, Rektor Unsyiah Samsul Rizal menyampaikan bahwa kampus sebagai tempat lahirnya demokrasi menjadi wadah untuk bebas mengemukakan pendapat dalam melaksanakan tri dharma universitas yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Hal inilah, katanya, yang menjadikan peran pentingnya kampus dalam keturut sertaannya dalam mewujudkan tujuan bernegara.

“Unsyiah akan berubah dari BLU menjadi PTNBH mudah-mudahan bisa semakin profesional dan mampu memberikan kontribusi bagi negara dari ujung barat Indonesia,” ujar Samsul.

Agenda Ketua KPK di Kampus Unsyiah akan dilanjutkan kuliah umum bertajuk “Pembekalan Antikorupsi bagi Civitas Akademika Universitas Syiah Kuala” baik secara luring maupun daring.

“Kami akan terus semangati kampus untuk berkontribusi dalam pencapaian tujuan bernegara. Salah satunya melalui implementasi pendidikan antikorupsi. Agar kampus menghasilkan lebih banyak lagi lulusan-lulusan yg berintegritas,” kata Firli.

Undang-undang Nomor 19 Tahun 2019 mengamanahkan KPK untuk melaksanakan tugas pendidikan antikorupsi. Melalui Kedeputian Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat, KPK melaksanakan tugas tersebut di antaranya dengan mendorong civitas akademika menguatkan perbaikan tata kelola universitas dan insersi pendidikan antikorupsi.

Selain rektor, hadir dalam silaturahmi ini jajaran struktural, serta dosen dan tenaga pendidik Universitas Syiah Kuala.[RIL]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.