Friday, February 28, 2020

Seorang Pemain Dabus di Aceh Selatan Tewas

Must Read

Kemesraan Linto Siuroe

"APA," panggil Irwandi Yusuf. Pria yang dipanggil Apa tak menoleh. Irwandi memanggil lagi, kali ini suaranya agak keras. "Apaa.." "Nyan...

Pesta Hingga Larut Malam, Puluhan Wanita Ditangkap WH

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM—Sebanyak 21 wanita pelbagai usia diamankan petugas Satpol PP-WH Banda Aceh saat menggelar razia ke beberapa...

Petaka Usai Pembalakan

PENGANTAR: "Petaka Usai Pembalakan" merupakan tulisan yang dihasilkan Suparta setelah meraih beasiswa peliputan (fellowship) yang didanai The Society of...

Gubernur Lantik 46 Eselon III dan IV

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Gubernur Aceh kembali melantik 46 pejabat eselon III dan IV di jajaran Pemerintah Aceh...
Redaksi
Redaksihttp://www.acehkita.com
ACEHKITA.COM hadir sejak 19 Juli 2003. Kami bisa dihubungi via @acehkita, redaksi[at]acehkita[dot]com

BAKONGAN – Seorang remaja pemain dabus di Kecamatan Bakongan, Aceh Selatan, tewas setelah pisau yang dimainkannya menembus kulitnya dalam atraksi dabus di Dusun Lhok Jamin, Desa Sawah Tingkeum, Bakongan Timur, Kamis (5/1/2017) malam.

Remaja naas itu adalah Muhammad Yunan (16) dari khalifah Padang Beurahan. Dia salah satu anggota grup dabus dalam pertunjukan persahabatan khalifah debus antara grup Rapai Desa Padang Beurahan dan grup Rapai Desa Ujong Pulo, Kecamatan Bakongan, Aceh Selatan.

Informasi yang dikutip dari Teropong Aceh, pisau yang dimainkannya (boh daboh) yang ditusuk ke tubuh ternyata menembus paha korban sebelah kanan. Anehnya, pada saat kejadian yang berlangsung sekitar pukul 22.30 WIB tersebut, ayah korban yang merupakan khalifah grup rapai debus Desa Padang Beurahan bersama grup rapai debus Desa Ujong Pulo terus melanjutkan permainan hingga selesai larut malam.

Sementara korban yang masih tercatat sebagai pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) Bakongan tersebut, langsung dievakuasi oleh masyarakat setempat ke Puskesmas Bakongan Timur. Karena mengalami pendarahan hebat akhirnya korban di rujuk ke RSUD Yulidin Away, Tapaktuan. Setelah sempat mendapat penanganan medis RSUD Yulidin Away Tapaktuan akhirnya korban meninggal dunia pada Jumat pagi, 6 Januari 2017 sekitar pukul 05.00 WIB.

Atraksi debus tersebut ditonton ratusan masyarakat itu, awalnya juga sempat menampilkan pendebus dari anak-anak Sekolah Dasar (SD), namun atraksi debus yang mereka peragakan dengan mengikuti irama dentuman rapai dan radat (syair rapai) yang dibawakan khalifah belangsung sukses tanpa ada pemain yang terluka.

Setelah itu, secara tiba-tiba naik Muhammad Yunan bersama seorang temannya dengan gaya seperti orang mabuk. Keduanya diketahui membawa pisau sendiri dari rumah yang diletakkan di pinggang bagian belakang tertutup baju.

Atraksi pertama yang diperagakan mereka berdua adalah mematahkan kawat behel, kemudian rantai besi dipukul-pukul ke kening. Kedua atraksi ini mereka lakukan dengan sukses.

Saat melakukan atraksi ketiga yakni menusuk-nusuk pisau ke paha mereka itulah naas menimpa korban Muhammad Yunan. Karena saat hentakan pertama berlangsung sukses tidak apa-apa, kemudian M Yunan menghentak pisau yang kedua kali di pahanya. Saat itulah terlihat M Yunan menghentikan atraksinya lalu merapat ke arah khalifah karena pisau sudah menembus pahanya.

Diduga insiden itu terjadi disebabkan karena saat pertama kali naik ke atas panggung Muhammad Yunan selain bergaya seperti orang mabuk juga tidak mengikuti irama dentuman rapai dan radat (syair rapai) yang di bawakan khalifah.

Selain itu, keputusan korban membawa alat peraga debus yakni pisau sendiri dari rumah tanpa terlebih dulu mendapat penawar dari khalifah dinilai merupakan keputusan sangat berbahaya karena bisa mencederai pemain debus itu sendiri. Karena biasanya hanya alat peraga atraksi debus yang dibawa atau sepengetahuan khalifah yang aman digunakan oleh pemain debus dalam atraksi maut serta penuh resiko itu.

“Kemungkinan satu lagi bisa saja disebabkan karena ada orang lain yang berada di sekitar lokasi acara itu yang memiliki ilmu lebih dari khalifah yang sedang memainkan rapai debus. Istilahnya menguji ilmu,” ujar seorang sumber seperti diberitakan situs berita Teropong Aceh, Sabtu (7/1/2017).

Kapolres Aceh Selatan AKBP Achmadi SIK yang dikonfirmasi melalui Kapolsek Bakongan Timur, Ipda Mirkam, Sabtu, 7 Januari 2017 membenarkan kejadian tersebut. Saat korban sudah berada di Puskesmas Bakongan Timur, kata Ipda Mirkam, pihaknya sempat berdebat dengan orang tua korban karena masih menganggap insiden itu hal biasa dan menyatakan jiwa korban tidak apa-apa masih yakin bisa diselamatkan.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Jajan Pakai Uang Palsu, Dua Warga Aceh Ditangkap Polisi

LHOKSEUMAWE | ACEHKITA.COM - Dua warga Aceh ditangkap polisi di Kota Lhokseumawe, setelah jajan makanan dan minuman dengan uang...

Diskusi Quo Vadis Rencana Investasi Aceh, Yuk!

Institute for Strategic and Policy Studies (ISPS) yang berkantor di Jakarta, bekerja sama dengan Aceh Bisnis Club (ABC) Jakarta, dan Donya Ekonomi Aceh (DEA),...

Wali Nanggroe Bertemu Dubes Uni Eropa Bahas MoU Helsinki

JAKARTA | ACEHKITA.COM - Wali Nanggroe Malik Mahmud Al-haythar bertemu Duta Besar (Dubes) Uni Eropa delegasi untuk Indonesia dan Brunei Darussalam Vincent Piket, membahas...

Daftar Nama 22 Petugas Haji 2020 Kloter Aceh yang Lolos Seleksi

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh mengumumkan 22 nama calon petugas haji Aceh yang lulus dalam seleksi petugas haji...

Busana Rumoh Syar’i di Aceh Wedding Expo 2020 Dapat Pujian dari Ketua DWP

Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Setda Aceh, Safrida Yuliani, memuji keindahan busana muslim hasil karya Rumoh Syar'i. Ia terpukau menyaksikan peragaan model yang mengenakan...

More Articles Like This