Thursday, April 11, 2024
spot_img

Sedot APBA Rp9,8 Miliar, Kongres KNPI Dikritik

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM — Penyelenggaraan Kongres Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) ke-XV di Kota Banda Aceh pada 28 Oktober 2018 mendatang yang mengusulkan anggaran kepada Pemerintah Aceh menuai kritik.

Berdasarkan dokumen pelaksanaan anggaran 2018, Pemerintah Aceh telah menganggarkan dana Rp 9,8 miliar lebih guna menyukseskan kegiatan kongres pemuda tersebut melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Aceh.

Karena Kongres KNPI tersebut menelan APBA 9,8 miliar, membuat Ketua Umum Seuramoe Aneuk Pase (SAPa) Ahmadi Muhammad Hasan angkat bicara. Dia menyuarakan kepada Dispora untuk tidak mencairkan dana tersebut.

“Kami mendukung penuh sikap bapak Kadispora Aceh untuk tidak mencairkan anggaran tersebut. Kami juga sangat berharap agar bapak Plt Gubernur Aceh jangan mundur selangkahpun untuk mendukung kebijakan teknis ini,” ujarnya.

Menurutnya ada banyak alasan untuk menolak mencairkan anggaran sebesar 9,8 miliar buat Kongres KNPI. Dia menyebutkan alasannya, pertama kegiatan tersebut tidak bermanfaat bagi pemuda Aceh, kecuali hanya untuk habiskan uang semata.

Selain itu, tambahnya, anggaran 9,8 miliar seharusnya dapat dimanfaatkan untuk ekonomi produktif pemudaa tau bangun rumah dhuafa, membiayai pendidikan anak yatim atau bahkan untuk membangun asrama mahasiswa di Banda Aceh.

“Bayangkan jika anggaran 9,8 miliar itu kita bangun asrama mahasiswa terpadu yang di dalamnya nanti akan ditempati oleh anak-anak yang berasal dari 23 kabupaten/kota, dipastikan mereka tidak harus menyewa kos,” sebut Ahmadi. “Berapa anggaran terbantu selama 4 tahun mereka kuliah di Banda Aceh,” ketusnya.

Akan tetapi, sebutnya, jika Dispora mencairkan dana sebesar 9,8 miliar itu maka dalam waktu singkat akan habis hanya untuk memilih seorang Ketua KNPI. “Jika ingin cairkan uang tersebut minta izin dulu sama anak yatim, piatu, janda, kaum dhuafa, apakah mereka izinkan anda mencairkan uang tersebut,” kata Ahmadi.

Sementara itu, Ketua KNPI Aceh Wahyu Saputra menyebutkan anggaran 9,8 miliar tersebut tidak dikelola oleh KNPI melainkan melekat di Dispora Aceh. “Anggaran tersebut dalam bentuk program dan KNPI hanya menerima barang dan jasanya saja. Semua pengadaan barang dan jasa dilakukan oleh Dispora Aceh,” sebutnya.

Dia mengatakan, Kongres KNPI ke-XV akan dihadiri oleh 15 ribu pemuda dari seluruh Indonesia dan berlangsung selama 5 hari. “Perjuangan untuk menjadikan Aceh sebagai tuan rumah pada Kongres XIV di Papua lalu juga sangat berat, harus menyisihkan daerah lain yang juga menginginkan derahnya menjadi tuan rumah. Jadi kapan lagi mendapatkan kesempatan seperti ini,” kata Wahyu.[]

Baca Tulisan Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Stay Connected

0FansLike
21,903FollowersFollow
24,400SubscribersSubscribe
- Advertisement -

TERBARU