Tuesday, June 25, 2024
spot_img

Ribuan Personil Dikerahkan, Jumlah Pengungsi Bertambah

MEUREUDU | ACEHKITA.COM – Ribuan personil dari berbagai unsur dikerahkan ke tiga kabupaten di Aceh yang terdampak gempa bumi 6,5 Skala Richter, sementara itu jumlah pengungsi terus bertambah.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho menyebutkan, jumlah pengungsi hingga Sabtu siang telah mencapai 45.326 orang, karena masuknya laporan dari beberapa lokasi penampungan.

Sebelumnya menurut data yang dirilis BNPB Sabtu pagi, pengungsi akibat gempa bumi yang terjadi Rabu dinihari lalu, berjumlah 43.000 orang.

Menurut Sutopo, pengungsi paling banyak terdapat di Pidie Jaya yaitu 43.613 orang dan sisanya 1.716 orang di Bireuen.

Pengungsi di Pidie Jaya tersebar di enam kecamatan, yakni di Pante Raja 1.478 orang, Meureudu 9.925 orang, Ulim 7.419 orang, Meurah Dua 7.194 orang, Trienggadeng 9.653 orang, Bandar Baru 4 orang, Bandar Dua 1.520 orang, dan Jangka Buya 1.474 orang.

BMKG melaporkan hingga saat ini sudah terjadi 69 kali gempa susulan sejak gempa kuat Rabu dinihari. Tren gempa susulan terus menunjukkan pelemahan.

“Masyarakat dihimbau untuk tetap waspada dan tidak terpancing isu menyesatkan,” ujar Sutopo dalam rilis yang diterima acehkita.com.

Untuk mempercepat proses pendataan jumlah pengungsi, kebutuhan pengungsi dan pendataan rumah rusak maka pendataan harus dilakukan.

Kepala Staf Kepresidenan, Teten Masduki, dalam rapat koordinasi penanganan darurat di Pidie Jaya meminta Posko Utama yang diketuai Wakil Bupati Pidie Jaya untuk menginstruksikan gampong dan kecamatan lebih aktif melapor data ke posko.

“Kemarin ada gampong dan kecamatan masih bingung apa yang harus dilakukan untuk pengorganisasian di titik pengungsian. Aktivasi posko yang paling utama adalah aktifkan gampong dan kecamatan di titik-titik pengungsian,” katanya.

Sutopo menjelaskan bahwa hingga Sabtu siang, dampak gempa telah menyebabkan 101 orang meninggal dunia, dimana 92 korban telah terindentifikasi dan sembilan lagi masih dalam proses identifikasi. Korban meninggal berasal dari Pidie Jaya 96 orang, Bireuen 2 orang, dan Pidie 3 orang.

Selain itu terdapat 857 orang luka-luka, yaitu 139 orang luka berat dan 718 orang luka ringan. Sebagian besar korban meninggal akibat tertimpa bangunan yang roboh.

Sedangkan kerusakan bangunan akibat gempa yang sudah terdata meliputi 157 ruko rusak (108 roboh, 31 rusak berat, 3 rusak sedang, 15 rusak ringan).

Sebanyak 11.668 rumah rusak meliputi 2.992 rusak berat, 94 rusak sedang, dan 8.582 rusak ringan.

Bangunan masjid yang rusak sebanyak 64 unit dima 31 rusak berat, 2 rusak sedang, dan 31 rusak ringan.

Begitu juga 88 unit mushola rusak, 7 unit meunasah rusak, 5 unit kantor desa, sepanjang 14.800 meter jalan rusak atau retak, dan 55 unit jembatan rusak.

“Meski ada kerusakan jalan dan jembatan, tidak ada daerah yang terisolir. Semua masih dapat dilalui kendaraan. Aktivitas masyarakat sudah berjalan normal,” kata Sutopo.

Disebutkan bahwa ribuan personil dari berbagai unsur pemerintah, pemerintah daerah, relawan, dunia usaha, lembaga nonpemerintah, dan masyarakat bahu membahu terlibat dalam penanganan tanggap darurat.

Sebanyak 3.962 personil dari kementerian/lembaga dari BNPB, TNI, Polri, Kementerian PU Pera, Kementerian Kesehatan, Basarnas, Kementerian Sosial, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, BPBD, dan lainnya membantu penanganan korban gempa.

Deputi Penanganan Darurat BNPB, Tri Budiarto, menyatakan karena bencana terjadi di tiga kabupaten, posko dipastikan aktif

“Fungsi komando dimainkan secara maksimal. Satu perintah, kendali, informasi, dan harus valid satu pintu. Media center kehumasan sebagai pusat informasi dan analisis data harus dibidangi dengan kuat,” katanya.

“Setiap hari harus ada rilis (official statement) untuk publik. Media center harus ditangani secara profesional. Fungsi komando provinsi harus menjadi penting karena ada tiga data dan tiga informasi dari tiga kabupaten.”

Untuk penanganan pencarian dan penyelamatan korban terus dilakukan selama masa tanggap darurat.

“Klaster SAR terus mencari dan menyelamatkan korban, khususnya di 13 lokasi. Sudah delapan lokasi di-reassessment. Selanjutnya akan dilakukan di lima lokasi,” kata Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI FHB Soelistyo.

“Tugas kluster SAR berikutnya membersihkan puing bersama Kementerian PU, TNI, dan relawan.”

Redaksi
Redaksihttp://www.acehkita.com
ACEHKITA.COM hadir sejak 19 Juli 2003. Kami bisa dihubungi via @acehkita, redaksi[at]acehkita[dot]com

Baca Tulisan Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Stay Connected

0FansLike
21,903FollowersFollow
24,800SubscribersSubscribe
- Advertisement -

TERBARU