Sunday, February 23, 2020

Restart Indonesia

Must Read

Ungkap Kasus Korupsi, Polresta Diberikan Tiga Piagam

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM- Elemen masyarakat antikorupsi memberikan tiga piagam penghargaan kepada Polresta Banda Aceh sebagai bentuk apresiasi setelah...

Pangdam IM Pimpin Apel Kehormatan di Makam Pahlawan

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Panglima Kodam Iskandar Muda (Pangdam IM), Mayjen Abdul Hafil Fuddin memimpin Apel Kehormatan dan...

Panwaslu Bersihkan Atribut Kampanye

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Panitia Pengawas Pemilihan Umum membersihkan atribut kampanye dari ruas Jalan Teungku Daud Beureu-eh Kota...

Meugang

TRADISI meugang atau makmeugang sudah mendarah daging bagi masyarakat Aceh. Sebuah riwayat menyebutkan, tradisi makan daging ini diperkenalkan pada...

BERSAMAAN dengan bom Kampung Melayu yang gambar potongan tubuh korbannya disebarluaskan, beredar video barisan anak-anak meneriakkan yel-yel “bunuh” di media sosial.

Padahal rangkaian kabar kebrutalan geng motor yang menyasar korban secara acak, belum reda. Ibu-ibu di sekitar Jatiwaringin sedang resah membahas ancaman aksi balasan geng dari daerah lain yang beredar dari gadget ke gadget. Pasalnya, akhir pekan lalu telah jatuh korban usai bentrokan. Faktanya, korban bukan dari keduabelah pihak yang diserang maupun penyerang. Hanya seorang pemuda malang yang salah waktu dan tempat.

Tapi keresehan soal geng motor kadung jadi teror baru. Bahkan tak sedikit yang bertepuk tangan ketika beredar video tentara mencambuki seorang pria telanjang yang katanya anggota geng motor. Faktanya, ia pencopet di sebuah stasiun di Depok.

Kita sudah berada pada fase yang percaya bahwa tak ada cara lain untuk melenyapkan teror dan kekerasan kecuali memakai kekerasan. Kalau perlu kekerasan yang lebih hebat dan daya terornya lebih besar.

Seperti saat gerombolan tentara bersenjata lengkap membobol penjara Cebongan dan membantai tahanan yang sedang menjalani proses hukum.

“Biar kapok!” kata para pendukung kekerasan.

Benarkah?

Indonesia di bawah Soeharto sudah pernah mencoba resep teror seperti ini lewat operasi gelap yang disebut “petrus” alias penembak misterius. Kaum kriminal (kelas teri) dibunuhi tanpa proses pengadilan. Hasilnya, kriminalitas reda sementara dan muncul lagi dengan lebih terorganisasi dan memakai beking.

Kita juga pernah hidup di era di mana maling motor dibakar hidup-hidup oleh warga. Apakah lantas ranmor menjadi punah?

Tidak. Metode itu memancing munculnya tingkat kekerasan baru dalam ranmor yang kini kita sebut begal. Mereka berkelompok, main bacok, dan bersenjata api.

Di beberapa tempat di Jawa Timur, kelompok pencuri ternak bahkan memakai bom dengan nama “bondet” sebagai senjata pamungkas menghalau massa yang hendak menghakimi mereka jika tertangkap.

Karena para kriminal sadar risiko bahwa ia mungkin tak akan sampai di pengadilan alias mati di tempat jika tertangkap, maka kasus-kasus pencurian di rumah-rumah pun selalu berakhir dengan pembunuhan untuk menghilangkan saksi atau risiko.

Kekerasan adalah rahim kekerasan baru. Tak pandang bulu siapa yang lebih dahulu memulainya.

Dan itulah proses yang kita hadapi sekarang dengan teror-teror bom yang diduga mengincar polisi sebagai buntut operasi-operasi “war on teror” yang juga banyak melibatkan kekerasan extra-judicial.

19 tahun lalu, di awal reformasi, ada slogan “Potong Satu Generasi” untuk me-restart Indonesia yang putus asa karena generasi tuanya korup dan inkompeten. Kini kita mendapati anak-anak berbaris sambil berteriak “bunuh” dan para remajanya mencari identitas di geng-geng motor. Lalu usia koruptor yang dijerat KPK juga semakin muda dengan angka jarahan yang makin fantastis.

Kita harus restart Indonesia dari mana?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Diskusi Quo Vadis Rencana Investasi Aceh, Yuk!

Institute for Strategic and Policy Studies (ISPS) yang berkantor di Jakarta, bekerja sama dengan Aceh Bisnis Club (ABC) Jakarta,...

Wali Nanggroe Bertemu Dubes Uni Eropa Bahas MoU Helsinki

JAKARTA | ACEHKITA.COM - Wali Nanggroe Malik Mahmud Al-haythar bertemu Duta Besar (Dubes) Uni Eropa delegasi untuk Indonesia dan Brunei Darussalam Vincent Piket, membahas...

Daftar Nama 22 Petugas Haji 2020 Kloter Aceh yang Lolos Seleksi

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh mengumumkan 22 nama calon petugas haji Aceh yang lulus dalam seleksi petugas haji...

Busana Rumoh Syar’i di Aceh Wedding Expo 2020 Dapat Pujian dari Ketua DWP

Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Setda Aceh, Safrida Yuliani, memuji keindahan busana muslim hasil karya Rumoh Syar'i. Ia terpukau menyaksikan peragaan model yang mengenakan...

Persiraja Resmi Kontrak Pemain Timnas Lebanon Samir Ayass

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Persiraja resmi mengikat kontrak pemain Timnas Lebanon, Samir Ahmed Ayass, selama satu musim. Tanda tangan kontrak pemain untuk slot...

More Articles Like This