Sunday, April 5, 2020

Razia Pakaian Ketat, Tiga Pria Terjaring

Must Read

Adat Bali

Siswa SMU mengenakan baju adat Bali saat karnaval Pekan Kebudayaan Aceh ke-V, Banda Aceh, Minggu (2/8). Dalam karnaval tersebut,...

Pendukung Independen Batal ke DPRA

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Massa pendukung calon independen dalam Pemilukada tahun 2011 yang tergabung dalam Koalisi Santri, Mahasiswa...

Polisi Harus Hentikan Pola Militer dalam Operasi

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Elemen Sipil di Aceh mendesak Kepolisian untuk menghentikan pendekatan militeristik dalam memburu kelompok...

Minim, Kualitas Kesehatan di 13 Dearah Aceh

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Dinas Kesehatan Aceh menyebutkan ada 13 daerah di provinsi ini mempunyai kualitas kesehatan yang...
Redaksi
Redaksihttp://www.acehkita.com
ACEHKITA.COM hadir sejak 19 Juli 2003. Kami bisa dihubungi via @acehkita, redaksi[at]acehkita[dot]com

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM — Tiga pria yang menggunakan celana pendek terkena razia pakaian ketat dalam sebuah razia di Banda Aceh, Kamis (7/6/2012). Sementara 50 perempuan juga ikut terjaring karena menggunakan pakaian yang dinilai ketat.

Petugas Wilayatul Hisbah dan Satuan Polisi Pamong Praja menggelar razia pada pukul 10.00 WIB hingga menjelang pelaksanaan salat Dhuhur di Jalan Muhammad Jam, dekat Masjid Raya Baiturrahman. Warga yang terjaring razia dicatat namanya sesuai kartu pengenal, diberikan brosur tentang qanun soal Syariat Islam.

Tiga pria yang menggunakan celana pendek terjebak razia sehingga harus berhadapan dengan petugas Polisi Syariat. “Saya buruh bangunan, Ibu. Saya sedang memasang batu-bata. Ke sini mau beli cat, jadi buru-buru,” kata Munawar kepada seorang petugas Wilayatul Hisbah.

Namun, ia tetap saja diminta turun dari sepeda motor dan menyerahkan KTP untuk dicatatkan namanya.

“Saya setuju saja pelaksanaan syariat Islam,” kata Munawar. Namun ia berharap petugas tidak mengangkap pria yang memakai celana pendek. “Tapi mau bagaimana sudah begini peraturannya,” ujar Munawar.

Kepala Seksi Penertiba dan Penindakan Wilayatul Hisbah Samsuddin mengatakan, masyarakat belum sepenuhnya mengikuti tatacara berbusana sesuai dengan Islam. Meski begitu, ia mengakui bahwa jumlah pelanggar syariat yang tertangkap sudah mulai menurun.

Samsuddin menyebutkan, dalam waktu dekat akan menyurati toko pakaian untuk tidak memperjual-belikan pakaian ketat. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Update Corona di Aceh: Sudah 37 PDP COVID-19 Pulang dari RS dan Sehat

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Sebanyak 37 orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Virus Corona atau COVID-19 di Aceh dilaporkan...

Update Corona di Aceh: ODP Bertambah Jadi 893, PDP 45, dan Hasil Swab EY Negatif

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona atau COVID-19 di Aceh kembali bertambah. Kali ini ODP bertambah 96 orang menjadi...

Surat Wali Nanggroe Kepada Para Tenaga Medis

Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk Malik Mahmud Al Haytar menyampaikan rasa terima kasih kepada para tenaga medis yang saat ini menjadi garda...

Ruang Outbreak Pinere RSUDZA Dijadikan Tempat Isolasi Pasien COVID-19

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - RSUDZA Banda Aceh telah memiliki 12 ruang Outbreak Pinere (Penyakit Infeksi New-Emerging dan Re-Emerging) pada Selasa (31/3/2020). Ke-12 ruang...

Update Corona di Aceh: 5 Positif, 2 Meninggal, 44 PDP, 797 ODP

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Angka Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona di Aceh bertambah 177 orang menjadi 797 orang per Selasa (31/3/2020) pukul 15.00...

More Articles Like This