Sunday, November 17, 2019

Poros Darussalam: Problem Aceh 2018

Must Read

Mengamuk, Seorang Warga Dilumpuhkan Polisi

ACEH UTARA | ACEHKITA.COM -- Seorang warga Desa Bangka Jaya, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, terpaksa dilumpuhkan polisi dengan timah...

FOTO | Bayi Gajah Sumatra

Putroe Meurah Inseuen Sarah Deu, bayi gajah berumur sembilan bulan bermain dengan induknya, Suci di lokasi Conservation Response Unit...

Angin Kencang Melanda Bireuen

BIREUEN | ACEHKITA.COM - Sembilan kecamatan di Kabupaten Bireuen dilanda hujan dan angin kencang yang mengakibatkan sejumlah bangunan warga...

Hasballah Saad Jadi Rektor Unigha

SIGLI | ACEHKITA.COM -- Hasballah M. Saad, mantan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, ditunjuk untuk menjadi pejabat sementara...

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Sejumlah peneliti yang tergabung dalam Poros Darussalam meluncurkan Catatan Akhir Tahun 2018, bertema “Aceh 2018 Makin Gelap dan Sempit” di Abu Master Kopi, Lambhuk, Banda Aceh, Sabtu 5 Januari 2019. Diskusi diikuti oleh para akademisi, aktivis dan jurnalis.

Laporan ini berisikan kajian tentang permasalahan dan pandangan peneliti dalam memotret Aceh sepanjang 2018. “Sebagai sumbangsih Poros Darussalam untuk memaparkan kajiannya kepada masyarakat,” kata Saiful Mahdi, peneliti pada Pusat Penelitian Ilmu Sosial dan Budaya (PPISB) Unsyiah.

Menurutnya, peneliti yang tergabung dalam Poros Darussalam terdiri dari berbagai latar keilmuan. Poros ini lahir oleh kesadaran untuk menjembatani dunia akademik/penelitian dengan dunia kebijakan dan aktivisme. Poros Darussalam memperjuangkan ide secara bersama-sama agar lebih diketahui publik dan memiliki daya tekan pada pengambil kebijakan lewat kerjasama dengan berbagai pihak, terutama media dan para jurnalis dan pewarta.

Dalam peluncuran laporan, beberapa peneliti diberikan kesempatan untuk memaparkan kajian yang telah dituliskan, di antaranya Mirza Ardi, Sehat Ihsan Shadiqin, Muazzinah Yacob, Ibnu Mudzir dan Dian Rubianty.

Kajiannya, Muazzinah Yacob menilai Aceh dalam darurat Narkoba. “Ada 73.000 orang yang menjadi pecandu. Ini harus menjadi perhatian bersama tahun ini agar ke depan Aceh tidak dipimpin oleh pecandu Narkoba,” katanya.

Sementara Ibnu Mudzir memaparkan tulisannya terkait kesehatan jiwa di Aceh, yang membutuhkan penanganan serius sejak dini. Aceh, menurutnya menduduki peringkat tertinggi keempat se-Indonesia dalam gangguan jiwa berat (skizofrenia/psikosis) atau ranking tertinggi keempat dalam Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan Indonesia. Sementara sebelumnya dalam Riskesdas 2007 dan 2013, menduduki rangking kedua tertinggi.

“Riskesdas 2018 menunjukkan 0,9% atau sekitar satu dari 100 keluarga di Aceh memiliki anggota keluarga dengan gangguan skizofrenia/psikosis,” kata Ibnu. Skizofrenia/psikosis adalah gangguan jiwa yang membuat seseorang mengalami kesulitan untuk membedakan hal nyata dan tidak.

Sejumlah problema lain juga disampaikan para peneliti berdasarkan kajiannya. Mengingat laporan ini penting untuk dibaca secara utuh, redaksi mengambil kebijakan untuk menurunkan keseluruhan laporan, dapat diunduh di bawah ini. []

CATATAN AKHIR TAHUN 2018: POROS DARUSSALAM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

‘Saweu Gampong’ Bertemu Ulama, Menag Fachrul Razi Tiba di Aceh

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Menteri Agama Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi tiba di Aceh melalui Bandara...

Bermain Imbang, Persiraja dan Sriwijaya FC Melaju ke Semifinal Liga 2 2019

Persiraja Banda Aceh lolos ke semifinal Liga 2 2019 setelah bermain imbang dengan Sriwijaya FC dalam laga terakhir babak 8 besar, Sabtu (16/11). Laga...

Masyarakat Aceh Masih Kurang Percaya Vaksin untuk Imunisasi Anak

Masyarakat Aceh masih kurang percaya dengan vaksin, hingga jumlah anak yang diimunisasi menjadi sangat rendah. Faktornya karena ada vaksin seperti untuk campak dan rubella...

Aceh Dilanda Gempa Magnitudo 5,1

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,1 dengan kedalaman 175 kilometer terjadi di perairan laut Kota Sabang, Aceh, Jumat (15/11/2019) pukul...

Gempa Berpotensi Tsunami Guncang Maluku Utara dan Sulut

JAKARTA | ACEHKITA.COM - Gempa bumi magnitudo 7,4 melanda perairan dekat Jailolo, Maluku Utara, dan Sulawesi Utara (Sulut) pada pukul 23.17 WIB. Badan Meteorologi...

More Articles Like This