Thursday, April 9, 2020

Polisi Tangkap Dua Penebang Liar

Must Read

KIP Usulkan Pilkada Aceh 9 April

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Komisi Independen Pemilihan Aceh akhirnya mengusulkan hari pemungutan suara pemilihan kepala daerah pada 9...

Menteri Azwar Minta CPNS Tak Percayakan Calo

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM — Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Azwar Abubakar meminta kepada calon Pegawai Negeri Sipil di seluruh...

Juara, Persipura Ketiban Rp 2 Miliar

PAPUA | ACEHKITA.COM - Jawara Liga Super Indonesia 2008-2009, Persipura Jayapura ketiban dana segar Rp2 Miliar. Dana itu didapat...

Petani Lham Cot

M. Sabil, 80 menjemur padi yang basah akibat banjir menggenangi sawah di gampong Lham Cot kecamatan Darul Imarah, Aceh...
Redaksi
Redaksihttp://www.acehkita.com
ACEHKITA.COM hadir sejak 19 Juli 2003. Kami bisa dihubungi via @acehkita, redaksi[at]acehkita[dot]com

JANTHO | ACEHKITA.COM – Operasi memburu para penebang hutan membuahkan hasil. Selain menyita barang bukti berupa kayu dan mobil operasional, petugas Pengamanan Hutan yang dibantu jajaran TNI dan Polres Aceh Besar juga berhasil menangkap dua pelaku penebang hutan.

Kedua pelaku penebang liar yang berhasil ditangkap yaitu Irwandi, 24 tahun, dan Muhammad, 16 tahun. Keduanya warga Desa Kampong Blang, Jantho. Irwandi dan Muhammad ditangkap saat sedang membelah kayu di pegunungan Impak PDAM.

Irwandi mengaku menjadi penebang hutan karena alasan ekonomi. Sejak setahun silam, ia telah bekerja sebagai penebang kayu. Per kubik, Irwandi mengaku mendapat upah Rp600 ribu. Uang yang diperolehnya itu digunakan untuk menafkahi keluarga, sepeninggal sang ayah. Dia juga harus menyekolahkan tiga adiknya.

“Saya mau bekerja begini karena menjadi tulang punggung keluarga,” kata Irwandi saat diinterogasi petugas.

Irwandi menyebutkan, kayu yang sedang dibelah itu bukan miliknya, tapi milik orang lain. Dia menyebut nama Safrizal.

Sementara Muhammad, mengaku baru pertama kali ikut menebang kayu. “Kami baru dua malam berada di hutan,” kata Muhammad.

Kini, Irwandi dan Muhammad digelandang ke Mapolres Aceh Besar di Jantho. Polisi juga menyita satu unit shinsaw yang digunakan Irwandi saat membelah kayu. Selain itu, polisi juga menyita kayu yang sudah berbentuk balok. Sementara kayu yang belum dibelah dan tidak bisa diangkut ke Mapolres, pihak Pamhut telah menebar paku di kayu tersebut. “Biar tidak bisa dibelah lagi,” kata seorang petugas.

Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Aceh Besar Marzuan mengatakan, operasi penebangan liar di Impak PDAM merupakan operasi ketiga yang dilakukan Dinas Kehutanan bekerjasama dengan Polisi dan TNI. Sebelumnya, mereka telah menguber para penebang liar di kawasan Lembah Seulawah dan Lamteuba.

“Baru di sini kami menemukan para pelaku penebang hutan,” kata Marzuan.

Dia menyebutkan, kedua pelaku penebang liar yang ditangkap itu hanya para pekerja lapangan. Mereka masih menguber para cukong yang telah mengobok-obok hutan Aceh Besar. Indikasi adanya cukong, sebut Marzuan, bisa dilihat dari jalan akses ke hutan yang telah dipercantik. Dia memperkirakan pembuatan jalan ini menelan biaya ratusan juta rupiah.

Operasi memburu para penebang liar ini dilakukan sejak pukul 10.30 WIB. Dinas Kehutanan, Pengamanan Hutan (Pamhut), Polisi, dan TNI, dalam perjanalanan ke lokasi penebangan hutan menemukan empat sawung (jambo), beberapa makanan ransum, dua unit mobil jenis hardtop, kayu balok 30 batang, dan satu lembar baju kaos berlogo salah satu partai lokal di Aceh.

Empat sawung dan satu unit jip dibakar. Sementara satu jip lagi beserta kayu balok digelandang ke Mapolres Aceh Besar. []

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Tiga Pasien Positif COVID-19 di Aceh Sembuh

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Tiga pasien positif corona atau COVID-19 di Aceh dinyatakan sembuh. Mereka diperbolehkan pulang setelah...

200 Pengemudi Ojek Daring di Aceh Peroleh Bantuan Sembako

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Sebanyak 200 pengemudi ojek daring di Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar, Aceh, memproleh bantuan sembako dari Forum...

Update Corona di Aceh: Sudah 37 PDP COVID-19 Pulang dari RS dan Sehat

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Sebanyak 37 orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Virus Corona atau COVID-19 di Aceh dilaporkan sembuh dan telah pulang dari...

Update Corona di Aceh: ODP Bertambah Jadi 893, PDP 45, dan Hasil Swab EY Negatif

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona atau COVID-19 di Aceh kembali bertambah. Kali ini ODP bertambah 96 orang menjadi...

Surat Wali Nanggroe Kepada Para Tenaga Medis

Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk Malik Mahmud Al Haytar menyampaikan rasa terima kasih kepada para tenaga medis yang saat ini menjadi garda...

More Articles Like This