Wednesday, April 1, 2020

Pianis Belanda Bakal Tampil di Museum Aceh

Must Read

Aktivis Aceh Peringati 13 Tahun Darurat Militer

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Warga dan aktivis sipil di Banda Aceh memperingati sekaligus mengenang 13 tahun pemberlakuan status...

DK PBB Palsu

Polisi membuka selubung papan nama Kantor Dewan Keamanan Persatuan Bangsa-Bangsa ilegal di Jalan Geurutee nomor 10 Blower Banda Aceh,...

FOTO | Paca Kerusuhan Lapas Lhokseumawe

Kondisi di dalam Lembaga Pemasyarakatan Lhokseumawe berantakan pasca kerusuhan dan terdapat tulisan menuntut remisi Kalapas, Minggu (16/2). Kerusuhan yang...

Polisi Buru Sopir Truk Pengangkut 3 Ton Ganja

ACEH BESAR | ACEHKITA.COM -- Pihak Kepolisian Resort Aceh Besar menurunkan tim untuk memburu sopir truk pengangkut tiga ton...
Redaksi
Redaksihttp://www.acehkita.com
ACEHKITA.COM hadir sejak 19 Juli 2003. Kami bisa dihubungi via @acehkita, redaksi[at]acehkita[dot]com

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Besok sore, Jumat (17/5), pianis asal Belanda, Wouter Bergenhuizen, bakal pentas di Aula Museum Aceh, Kota Banda Aceh. Ia tampil pada pertunjukan piano dalam rangkaian lawatannya ke tiga kota di Indonesia.

Lawatannya ke Indonesia difasilitasi oleh Pusat Kebudayaan Belanda Erasmus Huis di Jakarta. Sebelum tampil di Aceh, pria berusia 31 tahun itu dalam rangkaian lawatannya sudah tampil di Pusat Kebudayaan Belanda Erasmus Huis, Jakarta (11/5) dan Gereja Wesley Methodist, Medan (13/5).

Pada pertunjukan piano di Museum Aceh, Wouter bakal memainkan repertoar Sonata No.31 dalam A Mayor Op.110 (Ludwig van Beethoven), Holberg Suite Op.40 (Edvard Hagerup Grieg), dan Images-premier livre (Claude Debussy).

Pada 2017, Wouter Bergenhuizen menjadi satu-satunya kontestan pianis Belanda yang mencapai semifinal The International Franz Liszt Piano Competition di Utrecht. Kompetisi itu diikuti oleh pianis dari seluruh dunia.

“Di Kota Banda Aceh saya rasa punya banyak penikmat musik klasik, tapi tidak ada pemainnya. Jadi saya punya kesempatan untuk memperkenalkan musik klasik kepada masyarakat Aceh,” kata Wouter Bergenhuizen kepada jurnalis, dalam konferensi pers di Komunitas Tikar Pandan, Rabu (15/5).

Manajer Proyek Pusat Kebudayaan Belanda Erasmus Huis, Bob Wardhana, dalam konferensi pers itu menyampaikan bahwa pasca-tsunami 2004 hingga sekarang sangat jarang ada musik klasik di Aceh. Padahal, musik klasik punya penikmatnya tersendiri di Aceh.

“Di Aceh selama ini sangat jarang ada musik klasik sejak setelah tsunami. Makanya begitu ada musisi musik klasik Belanda ke Indonesia, saya bawa kemari (Aceh),” kata Bob Wardhana.

Fauzan Santa dari Komunitas Tikar Pandan, menyampaikan penampilan Wouter Bergenhuizen di Aceh menjadi pemantik untuk menghidupkan kembali musik klasik di Tanah Rencong.

Bahkan, dia optimistis ke depannya musik klasik piano bakal berkolaborasi dengan alat musik tradisional di Aceh, seperti rapai. “Ini sebagai batu asah atau pemantik untuk membangkitkan musik klasik di Aceh. Kita mungkin ke depannya akan berkolaborasi dengan alat musik tradisional di Aceh, seperti rapai,” sebut Fauzan.[]

HABIL

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Surat Wali Nanggroe Kepada Para Tenaga Medis

Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk Malik Mahmud Al Haytar menyampaikan rasa terima kasih kepada para tenaga medis...

Ruang Outbreak Pinere RSUDZA Dijadikan Tempat Isolasi Pasien COVID-19

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - RSUDZA Banda Aceh telah memiliki 12 ruang Outbreak Pinere (Penyakit Infeksi New-Emerging dan Re-Emerging) pada Selasa (31/3/2020). Ke-12 ruang...

Update Corona di Aceh: 5 Positif, 2 Meninggal, 44 PDP, 797 ODP

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Angka Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona di Aceh bertambah 177 orang menjadi 797 orang per Selasa (31/3/2020) pukul 15.00...

Cegah Corona, Masjid Raya Baiturrahman Disemprot Disinfektan Sebelum Salat Jumat

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Enam belas personel gabungan dari unit KBR (kimia, biologi, radio aktif) Detasemen Gegana Satuan Brimob Kepolisian Daerah Aceh dan...

Cegah Penyebaran Corona, Arab Saudi Hentikan Shalat Berjamaah di Masjid

RIYADH – ACEHKITA.COM – Pemerintah Arab Saudi, hari Selasa waktu setempat (Rabu dini hari WIB), menghentikan sementara pelaksanaan shalat berjamaah di semua masjid negara...

More Articles Like This