Friday, May 29, 2020

Peringati Hari HAM, KontraS Aceh Gelar Napak Tilas ke Bekas Lokasi Konflik

Must Read

Migran Tamil Berjuang Mencapai Tanah Harapan

FAKKY Sharen memelas begitu bertemu Muhammad Nasir Djamil. Ia tak henti-hentinya meminta anggota Komisi III DPR RI itu untuk...

FOTO | Hakim dan Dokter Nyabu

Seorang dokter berinisial II yang berdinas di RSUZA Banda Aceh diperiksa penyidik Kepolisian Daerah Aceh akibat tersandung kasus sabu-sabu,...

Polisi Tangkap Agen Penjualan Kulit Harimau

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Seorang agen penjualan kulit harimau berhasil ditangkap aparat Kepolisian Daerah Aceh di kawasan Cot...

Liga Santri Nusantara Zona Aceh Digelar Awal September

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Liga Santri Nusantara (LSN) Regional Sumatera 1 Aceh tahun 2018 segera bergulir di Stadion...
Redaksi
Redaksihttp://www.acehkita.com
ACEHKITA.COM hadir sejak 19 Juli 2003. Kami bisa dihubungi via @acehkita, redaksi[at]acehkita[dot]com

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Menyambut hari Hak Asasi Manusia (HAM) internasional yang diperingati setiap tanggal 10 Desember, Komisi Untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS) Aceh menggelar sejumlah kegiatan pada Minggu (9/12/2018).

Acara akan dimulai sejak pukul 07.00 WIB pagi di arena Car Free Day, Jl T Moh Daud Beureueh, Kuta Alam, Banda Aceh.

KontraS bersama alumni sekolah HAM dan Keadilan Transisi menggelar aksi damai berupa pameran foto dokumentasi masa konflik Aceh.

Acara tersebut juga disertai dengan pembagian bunga dan cuplikan informasi tentang serangkaian peristiwa kekerasan masa lalu yang pernah terjadi di Aceh.

Pukul 14.30 siang, acara dilanjutkan dengan napak tilas ke sejumlah lokasi sejarah terjadinya konflik di seputaran Banda Aceh.

Para peserta yang berkumpul di Kantor KontraS Aceh akan mengadakan napak tilas dengan rute sebagai berikut:

Titik pertama yang dikunjungi peserta adalah lokasi penembakan terhadap tokoh Aceh, HT Djohan di dekat Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh (10 Mei 2001).

Setelah itu, napak tilas dilanjutkan ke lokasi bekas penjara Keudah di kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh.

Lokasi tersebut diketahui merupakan tempat ditahannya sejumlah tokoh politik dari kalangan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) sejak dekade tahun 70an.

Dari Keudah, peserta lalu bertolak ke lokasi peristiwa penembakan terhadap Rektor Unsyiah, Prof. Dayan Dawood (7 September 2002) di kawasan Lampriet.

Titik terakhir napak tilas, peserta akan menyambangi lokasi peristiwa penembakan terhadap Rektor IAIN Ar-Raniry, Alm Prof. Safwan Idris (16 September 2000) di Darussalam.

Pada malam harinya, pukul 20.30 WIB kegiatan memperingati hari HAM dilanjutkan dengan Nonton dan Diskusi Film berjudul ‘Jalan Pedang’ produksi WatchDoc dan Kompas TV.

Film dokumenter karya Dhandy Dwi Laksono ini menceritakan rentang sejarah konflik bersenjata di Aceh sebelum perdamaian pada tahun 2005 silam. Kegiatan ini akan digelar di Kantor Sekretariat KontraS Aceh.

Ketua panitia acara, Aprizal Rachmad menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Sekolah HAM dan Keadilan Transisi yang diselenggarakan KontraS Aceh pada 26-29 November lalu.

“Panitianya merupakan Alumni Sekolah HAM dan Keadilan Transisi dan difasilitasi langsung KontraS Aceh,” ujarnya.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengingat kembali sejarah konflik Aceh di masa silam. Upaya mengingat, kata Aprizal, bukan untuk menguak kembali luka para korban.

Akan tetapi, hal itu sebagai pembelajaran bagi masyarakat agar duka konflik yang telah menelah puluhan ribu korban jiwa di masa lalu itu tak terulang lagi di masa depan.

“Melestarikan ingatan masa lampau adalah bagian dari upaya menata masa depan Aceh yang telah memasuki masa damai sejak perjanjian MoU Helsinki pada 15 Agustus 2005 lalu. Masyarakat khususnya pemuda harus menjadikan peristiwa konflik sebagai pengingat, agar ini tak terulang lagi ke depan,” tandasnya. []

RILIS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

AJI Desak Politikus PSI Cabut Laporan terhadap Jurnalis Senior Farid Gaban

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia mengecam tindakan politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Muannas Alaidid yang melaporkan jurnalis senior Farid...

Martabat dan Gengsi di tengah Pandemi

Martabat dan Gengsi di tengah Pandemi Saiful Mahdi* Saya hanya mengikuti selintas heboh "nasi anjing". Nasi bungkus ini dibagikan di kawasan Tanjung Priok, Jakarta pada akhir...

Soal Larangan Mudik, Kankemenag Kabupaten/Kota se-Aceh Diminta Pantau ASN

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Pelaksana Tugas Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Djulaidi, kembali mempertegas larangan mudik Idul Fitri 1441 H bagi...

17 Tahun Darurat Militer Aceh: Merawat Ingatan Kolektif Dampak Kekerasan

KontraS Aceh menggelar diskusi publik via online Zoom Meeting, Selasa (19/5/2020). Pertemuan ini menguak pengalaman dari sudut pandang pembicara, yakni; Faisal Hadi (Manajer Program...

Update Corona 14 Mei: Kasus Positif Covid-19 di Aceh Tak Bertambah dalam Sepekan Terakhir

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Kasus positif terinfeksi virus Corona di Aceh tidak ada penambahan kasus baru dalam sepekan terakahir. Kasus positif Covid-19 terakhir...

More Articles Like This