Wednesday, July 6, 2022
spot_img

Perayaan Natal 2020 di Aceh Lancar, Umat Kristiani Sebut Toleransi Terjalin dengan Baik

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Umat Kristiani di Aceh mengaku toleransi umat beragama di daerah berjuluk Serambi Makkah terjaga dengan baik. Ibadat Misa Natal pada 25 Desember 2020 di daerah mayoritas Muslim ini tidak mengalami hambatan.

Pemuka Katolik di Aceh Baron F Pandiagan mengatakan, berdasarkan laporan dari umat Kristiani di kabupaten/kota di Aceh, mereka tidak mengalami hambatan dalam melaksanakan ibadat Natal.

“Sepemantauan saya, perayaan Natal secara keseluruhan di Aceh berjalan aman, nyaman dan lancar,” tutur Baron, seperti dilansir laman resmi Kemenag, Sabtu (26/12).

“Kerukunan antar umat beragama sampai saat ini masih tetap berlangsung aman dan nyaman,” lanjutnya.

Hal senada disampaikan pemuka Kristen, Samarel. Menurutnya, seluruh umat Kristiani di Aceh menjalankan ibadat Natal dengan penuh kedamaian.

“Saya berterimakasih kepada seluruh masyarakat Aceh, pemerintah, dan para tokoh yang sangat toleransi sehingga ibadat Natal terlaksana dengan baik, aman, tertib, saya berharap toleransi kita ini untuk tetap dijaga dan dipertahankan,” sebutnya.

Pengakuan serupa disampaikan jemaat HKBP Banda Aceh Fieterson. Menurutnya, akibat wabah Covid-19, pelaksanaan ibadat Natal di gereja tersebut harus dibagi dalam dua waktu, pagi dan siang.

“Terkait ada larangan, sama sekali tidak ada, paling karena Covid-19 jadi ibadat Natalnya dibagi dua, pagi dan siang,” kata Fieter.

“Soal toleransi ya kami semua baik-baik saja sekeluarga dalam beribadah di sini, tidak ada hambatan,” sambungnya.

Seperti diketahui, kerukunan umat beragama di Aceh telah dibangun sejak lama dan terawat dengan baik. Nilai-nilai agama yang mengajarkan kedamaian dan saling menghormati menjadi pedoman masyarakat di sana demi mewujudkan hubungan harmoni.

Kendati provinsi dengan mayoritas pemeluk Islam, kerukunan yang terbangun antara umat Muslim dan non-Muslim di Aceh berlangsung dengan tanpa adanya gesekan dan konflik akibat faktor agama.

Sesuai dengan fakta di lapangan, kehidupan masyarakat umat beragama di Aceh adem ayem, nyaris tidak ada konflik antar umat beragama. Rasa toleransi antar sesama pemeluk agama terangkai dengan baik.[]

Nasril

Baca Tulisan Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Stay Connected

0FansLike
21,547FollowersFollow
23,400SubscribersSubscribe
- Advertisement -

TERBARU