Wednesday, April 1, 2020

Pemuda Aceh Napak Tilas Tiga Situs Pelanggaran HAM

Must Read

FOTO | Pelantikan Gubernur

Gubernur Zaini Abdullah dan Wakil Gubernur Muzakir Manaf sesaat sebelum dilantik oleh Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi di gedung...

Hasbi Abdullah Ketua Sementara DPRA

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Hasbi Abdullah dari Partai Aceh dan Amir Helmi dari Partai Demokrat ditetapkan sebagai ketua...

Tumpukan Kayu Ilegal di Hutan Lindung

Sekitar 600 batang kayu jenis simantok, kliwang dan meranti ditemukan oleh warga saat pergi berkebun.  Kayu yang ditemukan ini berukuran...

Qanun Pilkada Dititipkan di Biro Umum

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Qanun Pemilihan Kepala Daerah yang sejatinya akan diserahkan kepada gubernur, akhirnya hanya dititipkan di...

LHOKSEUMAWE | ACEHKITA.COM — Relawan Perempuan untuk Kemanusiaan (RPuK) bersama sejumlah anak muda melakukan napak tilas situs pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) di tiga lokasi di Aceh Utara dan Lhokseumawe, Selasa (18/9).

“Lokasi yang dipilih adalah lokasi yang selama ini masih jarang sekali dikunjungi,” sebut Sekretaris Eksekutif RPuK, Leila Juari.

Napak tilas situs pelanggaran HAM tersebut, sebutnya, dalam rangka memperingati hari perdamaian dunia yang jatuh pada 21 September dengan mengusung tema “Bersama Pemuda Kita Mengenang Sejarah”.

Ia menjelaskan, lokasi yang dikunjungi di Aceh Utara adalah kuburan massal di Buket Seuntang, Kecamatan Lhoksukon dan lokasi penyiksaan di Gampong Simpang IV, Simpang Keuramat. Sedangkan di Lhokseumawe mengunjungi Kubu Sembilan (Kubu Sikureung) di Gampong Buloh, Kecamatan Blang Mangat.

Leila berharap dengan mengunjungi langsung lokasi pelanggaran HA, kelompok muda akan mampu memberi warna tersendiri bagi ingatan mereka dalam mempelajari sejarah konflik di Aceh.

Napak Tilas Situs Pelanggaran HAM di Aceh Utara. (Foto: Kiriman RPuK)

Zulfikar Muhammad dari Koalisi NGO HAM yang turut mendampingi pemuda selama napak tilas berlangsung, mengatakan konflik Aceh sudah berakhir pada tahun 2005, namun masih banyak peristiwa masa lalu belum diketahui oleh generasi muda Aceh saat ini.

Kegiatan napak tilas ini, sebut Leila, diselenggarakan oleh RPuK melalui Program Peduli bekerja sama dengan Indonesia untuk Kemanusiaan (IKa) di bawah koordinasi Kementerian Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Surat Wali Nanggroe Kepada Para Tenaga Medis

Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk Malik Mahmud Al Haytar menyampaikan rasa terima kasih kepada para tenaga medis...

Ruang Outbreak Pinere RSUDZA Dijadikan Tempat Isolasi Pasien COVID-19

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - RSUDZA Banda Aceh telah memiliki 12 ruang Outbreak Pinere (Penyakit Infeksi New-Emerging dan Re-Emerging) pada Selasa (31/3/2020). Ke-12 ruang...

Update Corona di Aceh: 5 Positif, 2 Meninggal, 44 PDP, 797 ODP

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Angka Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona di Aceh bertambah 177 orang menjadi 797 orang per Selasa (31/3/2020) pukul 15.00...

Cegah Corona, Masjid Raya Baiturrahman Disemprot Disinfektan Sebelum Salat Jumat

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Enam belas personel gabungan dari unit KBR (kimia, biologi, radio aktif) Detasemen Gegana Satuan Brimob Kepolisian Daerah Aceh dan...

Cegah Penyebaran Corona, Arab Saudi Hentikan Shalat Berjamaah di Masjid

RIYADH – ACEHKITA.COM – Pemerintah Arab Saudi, hari Selasa waktu setempat (Rabu dini hari WIB), menghentikan sementara pelaksanaan shalat berjamaah di semua masjid negara...

More Articles Like This