Wednesday, July 6, 2022
spot_img

Pemerintah Tampung Pengungsi Rohingya yang Terombang-ambing di Perairan Bireuen

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Pemerintah Indonesia memutuskan untuk menampung pengungsi Rohingya setelah kapal yang membawa mereka sudah empat hari terombang-ambing di perairan laut Bireuen, Aceh. Penerimaan ini sebab pertimbangan keadaan darurat.

“Pemerintah Indonesia pada hari ini Rabu, 29 Desember 2021 memutuskan atas nama kemanusiaan, akan menampung pengungsi Rohingya yang saat ini terapung-apung di atas sebuah kapal di lautan dekat Kabupaten Bireuen, Aceh,” kata Ketua Satuan Tugas Penanganan Pengungsi dari Luar Negeri Pusat, Inspektur Jenderal Polisi Armed Wijaya, dalam keterangan tertulisnya, Rabu.

Armed yang juga menjabat Deputi Bidang Koordinasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat Kementerian Politik Hukum dan Keamanan ini mengatakan keputusan itu dibuat setelah mempertimbangkan kondisi darurat yang dialami pengungsi di atas kapal.

Dari pengamatan yang dilakukan, kata dia, penumpang kapal tersebut didominasi oleh perempuan dan anak-anak. Jumlah pasti dari pengungsi tersebut baru akan diketahui setelah pendataan lebih lanjut. Kapal pengungsi saat ini sedang berada sekitar 50 mil laut lepas pantai Bireuen dan akan ditarik ke daratan.

Menurut Armed, pemerintah akan segera melakukan koordinasi dan penanganan pengungsi sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 125 Tahun 2016. Mengingat situasi pandemi, keseluruhan pengungsi akan menjalani screening kesehatan untuk selanjutnya akan dilakukan pendataan dan pelaksanaan protokol kesehatan bagi para pengungsi.

“Satgas Penanganan Pengungsi dari Luar Negeri Kemenko Polhukam akan melakukan koordinasi dengan Pemerintah Daerah, TNI, Polri, dan pemangku kepentingan terkait lainnya agar pengungsi mendapatkan penampungan, logistik, dan akses kesehatan,” ujarnya.

Sementara sebelum keputusan ini keluarga, nelayan Aceh yang dikoordinasi Panglima Laot telah lebih dulu menarik kapal Rohingya itu ke darat pada Rabu sore. Penarikan ini karena pertimbangan cuaca buruk dan keselamatan pengungsi.

“Itu saya tanggung jawab. Saya pasang badan, saya bilang bertanggung jawab terhadap nelayan penjemput apabila ada yang terjadi, sebelum ada keputusan dari Jakarta,” ujar Badruddin Yunus, Panglima Laot Bireuen, kepada acehkini, Rabu.

Badruddin mengatakan kapal itu bukan ditarik ke daratan Bireuen karena tidak bisa melawan ombak. “Kami tariknya arah barat ke Pidie Jaya, Pidie, atau Banda Aceh,” tuturnya.

Kapal pengungsi Rohingya terpantau nelayan Bireuen pukul 11 siang Ahad (26/12). Jaraknya sekitar 70 mil dari daratan antara Peulimbang dan Peudada, Kabupaten Bireuen. Nelayan langsung melaporkan ke aparat keamanan begitu melihat kapal Rohingya.

Aparat keamanan Indonesia sempat berencana menggiring kapal pembawa 120 pengungsi Rohingya yang terombang-ambing di laut Bireuen, Aceh, ke kawasan Malaysia, meski ada desakan untuk mendaratkan mereka. []

acehkini

Redaksi
Redaksihttp://www.acehkita.com
ACEHKITA.COM hadir sejak 19 Juli 2003. Kami bisa dihubungi via @acehkita, redaksi[at]acehkita[dot]com

Baca Tulisan Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Stay Connected

0FansLike
21,548FollowersFollow
23,400SubscribersSubscribe
- Advertisement -

TERBARU