Thursday, April 2, 2020

Pemerintah Aceh Cabut Rekomendasi Izin Usaha Pertambangan PT EMM

Must Read

FOTO | Hadang Lawan

Kiper Persisam Samarinda mencoba menghentikan tendangan keras pemain PSAP Sigli dalam laga Indonesian Super League di Stadion Harapan Bangsa...

Nadia Vega Terenyuh Lihat Pendidikan Pulo Aceh

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Nadia Vega, bintang film nasional, terenyuh melihat kondisi pendidikan di Pulo Aceh. "Saya berharap...

Polisi Tangkap Wakil Ketua KPK

JAKARTA -- Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjayanto ditangkap sejumlah polisi di kawasan Depok, Jawa Barat, Jumat...

UIN Ar-Raniry Tampung 4.625 Mahasiswa Baru Lewat 5 Jalur Penerimaan

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry pada tahun 2019 ini akan menerima 4.625 calon mahasiswa...

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh Nova Iriansyah menegaskan bahwa Pemerintah Aceh telah mencabut rekomendasi Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam dengan Nomor 545/12161 Tanggal 8 Juni 2006, terkait Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Emas Mineral Murni (EMM) di Kabupaten Aceh Tengah dan Nagan Raya.

Penegasan tersebut disampaikan oleh Plt Gubernur kepada jurnalis saat menggelar jumpa pers terkait tindak lanjut penanganan kasus pemberian IUP kepada PT EMM, bertempat di Aula Kantor Bappeda Aceh, Senin (22/4).

“Pemerintah Aceh telah mencabut rekomendasi Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam nomor 545/12161, tanggal 8 Juni 2006, dengan pernyataan kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral RI, melalui surat nomor 545/6320, tanggal 18 April 2019, perihal pencabutan rekomendasi Gubernur NAD nomor 545/12161 tanggal 8 Juni 2006,” ujar Nova.

Selanjutnya, sambung Nova, Pemerintah Aceh meminta Badan Koordinasi Penanaman Modal RI untuk meninjau/mengevaluasi kembali keputusan Kepala BKPM RI nomor 66/1/IUP/PMA/2017, tanggal 19 Desember 2017, perihal pemberian IUP kepada PT EMM, dengan menyurati Kepala BKPM RI dengan surat Gubernur Aceh, ,nomor 545/621, tanggal 18 April 2019, perihal permohonan peninjauan kembali Surat Keputusan Kepala BKPM RI Nomor 66/1/IUP/PMA/2017.

Dalam keterangan tertulis Humas Setda Aceh disebutkan, langkah itu dilakukan oleh Plt Gubernur Aceh usai mendapatkan masukan dari Tim Percepatan Penyelesaian Sengketa Pemberian IUP kepada PT EMM, yang dibentuk oleh Plt Gubernur pada 15 April lalu, sesuai dengan Keputusan Gubernur Aceh Nomor 180/821/2019.

Dalam kesempatan tersebut, Nova juga menyatakan bahwa sektor pertambangan belum menjadi prioritas pembangunan Pemerintah Aceh. Nova mengungkapkan, saat ini, Pemerintah Aceh sedang fokus membangkitkan sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Selain itu, pertambangan tidak sesuai dengan visi-misi pemerintahan Irwandi-Nova, yaitu Aceh Green.

“Terkait eksploitasi pertambangan sumber daya mineral khususnya pertambangan emas, Pemerintah Aceh memiliki pandangan yang sama dengan seluruh komponen masyarakat Aceh, untuk menyelamatkan dan memelihara lingkungan hidup, sesuai dengan visi-misi yang diusung pemerintahan Irwandi-Nova, yaitu Aceh Green. Dan, saat ini sektor pertambangan belum menjadi prioritas Pemerintah Aceh,” sebut Nova.

Saat ini, sambung Plt Gubernur, kebijakan Pemerintah Aceh lebih menitikberatkan pada sektor Industri Mikro, Kecil dan Menengah (IMKM) yang memungkinkan berbagai pelaku usaha dapat bangkit secara bersama-sama dengan dukungan Pemerintah Aceh dan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh.

Sementara itu, terhadap IUP yang sudah diterbitkan di masa lalu, Nova menjelaskan, bahwa Pemerintah Aceh menghormati proses hukum yang sedang berlangsung dan mendukung langkah-langkah hukum lebih lanjut sesuai dengan peraturan-perundang-undangan yang berlaku.

“Terkait dikeluarkannya IUP eksploitasi emas di Aceh, Pemerintah Aceh bersama Rakyat Aceh menyesalkan adanya berbagai dokumen pendukung hingga terbitnya IUP dari BKPM RI. Apabila dokumen yang dimaksud terbukti tidak sesuai dengan kekhususan Aceh, sebagaimana telah ditegaskan dalam Undang-Undang Pemerintahan Aceh, pasal 156,” sebut Nova.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Update Corona di Aceh: ODP Bertambah Jadi 893, PDP 45, dan Hasil Swab EY Negatif

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona atau COVID-19 di Aceh kembali bertambah. Kali ini...

Surat Wali Nanggroe Kepada Para Tenaga Medis

Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk Malik Mahmud Al Haytar menyampaikan rasa terima kasih kepada para tenaga medis yang saat ini menjadi garda...

Ruang Outbreak Pinere RSUDZA Dijadikan Tempat Isolasi Pasien COVID-19

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - RSUDZA Banda Aceh telah memiliki 12 ruang Outbreak Pinere (Penyakit Infeksi New-Emerging dan Re-Emerging) pada Selasa (31/3/2020). Ke-12 ruang...

Update Corona di Aceh: 5 Positif, 2 Meninggal, 44 PDP, 797 ODP

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Angka Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona di Aceh bertambah 177 orang menjadi 797 orang per Selasa (31/3/2020) pukul 15.00...

Cegah Corona, Masjid Raya Baiturrahman Disemprot Disinfektan Sebelum Salat Jumat

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Enam belas personel gabungan dari unit KBR (kimia, biologi, radio aktif) Detasemen Gegana Satuan Brimob Kepolisian Daerah Aceh dan...

More Articles Like This