Wednesday, February 19, 2020

Orasi Ilmiah di Aceh, Menkes: Perlu Etika untuk Mencegah Penularan TBC

Must Read

Mahasiswa Unsyiah Dirikan Posko Tolak Politisasi Kampus

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Sejumlah mahasiswa Universitas Syiah Kuala mendirikan Posko Tolak Politisasi Kampus di depan pintu masuk...

Jenderal Soedirman dan Hantu Pita Merah

"Dor-dor", suara bedil menyalak di pinggir hutan di kawasan Jawa Timur. Itulah adegan eksekusi mati tak terlihat terhadap Tan Malaka,...

Membenarkan Enal Tao Tewas

Mantan Kapolres Poso, Rudy Sufahriadi (C) didampingi tersangka teroris Lilik Purnomo alias Hari (R) memberi keterangan pers di Mapolda...

Tim Ekspedisi Indonesia Biru Berlebaran di Selat Adi Fakfak

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Dua jurnalis penjelajah Indonesia, Dandhy Dwi Laksono dan Suparta Arz, merayakan Hari Raya Idul...

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Menteri Kesehatan Nila F Moeloek menyatakan jika saat ini Indonesia masih dihadapkan dengan berbagai penyakit menular yang belum diselesaikan dengan maksimal. Penyakit tersebut seperti human immunodeficiency virus (HIV), kusta dan tuberkulosis (TBC).

“Bahkan untuk penyakit TBC, Indonesia menempati posisi ketiga di dunia sebagai negara yang memiliki pengidap tertinggi,” sebut Nila Moeloek saat memberikan orasi ilmiah dalam sidang terbuka dies natalis Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (FK Unsyiah) ke-37 di Banda Aceh, Sabtu (27/4).

Lebih lanjut, ia menyebutkan, Aceh termasuk salah satu provinsi zona merah yang memiliki penularan TBC tertinggi. Untuk itu, menurutnya, harus ada tindakan untuk mencegah agar penyakit TBC tersebut tidak menular secara masif. Salah satunya dengan beretika santun saat batuk.

“Harus ada kesantunan dan etika saat batuk, salah satunya menggunakan masker agar kuman tidak berpindah ke orang lain,” ujarnya.

Sementara itu, Nila juga mengapresiasi Pemerintah Aceh yang serius menyelesaikan kasus stunting. Menurutnya, hal tersebut sejalan dengan semangat pemerintah pusat yang ingin menyelesaikan kasus stunting secara nasional.

Ia menjelaskan, stunting bila tidak dicegah dapat berdampak hilangnya kualitas dan produktifitas, sehingga menjadi ancaman bagi generasi Indonesia di masa depan. Untuk itu, dibutuhkan kerja keras bersama untuk menyelesaikan masalah ini, termasuk dengan mengoptimalkan pola asuh anak, pola makan, serta pembenahan sanitasi dan air bersih.

Di sisi lain, Nila juga mengajak kepada tenaga kesehatan untuk selalu melayani serta aktif mendampingi masyarakat agar dapat menerapkan hidup sehat. “Tenaga kesehatan harus terus meningkatkan kompetensi diri agar handal dan mampu melayani masyarakat dengan baik,” ujarnya.

Rektor Unsyiah, Samsul Rizal mengatakan harapan hidup masyarakat Indonesia masih rendah dibandingkan negara maju. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), dalam beberapa tahun terakhir, angka harapan hidup orang Indonesia berkisar 70 tahun.

Angka tersebut, sebutnya, jauh lebih rendah dibandingkan harapan hidup di negara mapan, seperti Jerman, Jepang, atau Amerika. Bahkan di kawasan ASEAN, Indonesia masih tertinggal dibandingkan Singapura, Malaysia, Thailand, bahkan Vietnam.

Fakta itu, menurut Rektor Unsyiah, menyiratkan masih banyak sisi yang harus dioptimalkan dari urusan kesehatan di Indonesia. Dan alumni Fakultas Kedokteran merupakan ujung tombak dari permasalahan tersebut.

“Unsyiah berkomitmen tinggi untuk terus meningkatkan kompetensi lulusan kedokteran. Komitmen dan usaha itu telah berbuah hasil dengan nilai akreditasi terbaik bagi fakultas ini,” sebut Samsul.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Daftar Nama 22 Petugas Haji 2020 Kloter Aceh yang Lolos Seleksi

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh mengumumkan 22 nama calon petugas haji Aceh yang...

Busana Rumoh Syar’i di Aceh Wedding Expo 2020 Dapat Pujian dari Ketua DWP

Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Setda Aceh, Safrida Yuliani, memuji keindahan busana muslim hasil karya Rumoh Syar'i. Ia terpukau menyaksikan peragaan model yang mengenakan...

Persiraja Resmi Kontrak Pemain Timnas Lebanon Samir Ayass

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Persiraja resmi mengikat kontrak pemain Timnas Lebanon, Samir Ahmed Ayass, selama satu musim. Tanda tangan kontrak pemain untuk slot...

Puluhan Anak Muda Aceh Suarakan Pemenuhan HKSR

Puluhan anak muda Aceh yang mewakili lintas komunitas dan Forum Perempuan Muda menyuarakan pemenuhan Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi (HKSR) untuk kelompok muda Aceh....

Jelang Kenduri Kebangsaan, Yayasan Sukma Gelar Seminar Keacehan di Unsyiah

Yayasan Sukma Bangsa bersama Forbes Anggota DPR dan DPD RI asal Aceh dan Universitas Syiah Kuala menggelar seminar Keacehan bertema ‘Kearifan Masa Lalu Kejayaan...

More Articles Like This