Saturday, February 4, 2023
spot_img

Mendikbud Muhadjir: “Peu Haba Aceh?”

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -Mengenakan pakaian adat Aceh, Muhadjir Effendy melangkah pelan di atas pentas. Pria 62 tahun itu tampak semringah. Senyum tak pernah lepas dari wajahnya. Dia diantar oleh dua orang ‘besar’ di Provinsi Aceh, yaitu Wali Nanggroe Aceh Teungku Malik Mahmud Al-haytar dan Plt. Gubernur Aceh Nova Iriansyah.

Setiba di depan panggung, ketiganya berhenti. Kemudian tangan kiri Muhadjir memegang rapai di bagian belakang. Sebaliknya, tangan kanan menabuh rapai beberapa kali. Tepuk tangan ribuan pengunjung pun pecah. Stadion Harapan Bangsa, Lhoong Raya, Banda Aceh tampak meriah.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Prof. Muhadjir Effendy menabuh rapai sebagai tanda pembukaan secara resmi Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) ke-7, Minggu (5/8) malam di Stadion Harapan Bangsa, Lhoong Raya, Banda Aceh.

Kedatangan Mendikbud menggantikan Presiden RI Joko Widodo yang batal berkunjung ke Aceh. Sebelumnya, Jokowi dijadwalkan bakal membuka PKA ke-7 dan melakukan ground breaking pembangunan jalan tol Sigli – Banda Aceh, serta meresmikan sejumlah proyek lainnya.

“Peu haba Aceh?” tanya Muhadjir Effendy mengawali kata sambutannya dalam bahasa Aceh. “Apa kabar Aceh?” ulangnya dalam bahasa Indonesia. Namun, tak terdengar jawaban dari puluhan ribu pengunjung yang memadati tribun stadion.

Muhadjir Effendy tampil memesona dalam balutan pakaian adat Aceh. “Saya ke Aceh semula bertugas mendampingi Presiden Jokowi,” kata dia. Sontak, ribuan pengunjung bersorak saat nama Jokowi disebut. Bukan hanya sekali, sorakan terdengar beberapa kali.

“Kami mohon permintaan maaf beliau kepada seluruh rakyat Aceh. Meskipun tidak hadir, tapi hati beliau tetap bersama kita,” kata Muhadjir.

FOTO: Suparta/ACEHKITA.COM

Muhadjir menyebutkan bahwa kebudayaan kini sudah mendapatkan tempat khusus. Karena, kata dia, pada tahun 2017 lalu pemerintah telah mengeluarkan undang-undang nomor 9 tahun 2017 tentang kebudayaan.

“Sehingga mulai tahun 2018 kebudayaan sudah mendapatkan alokasi dana khusus untuk melestarikan budaya yang ada di Indonesia,” kata dia. Menurutnya, tahun depan kebudayaan akan menempati posisi yang strategis karena sudah memiliki anggaran.

Plt. Gubernur Aceh Nova Iriansyah mengatakan PKA sudah berlangsung sejak tahun 1958. Menurut pria asal dataran tinggi Gayo itu, PKA yang digelar saban lima tahun sekali adalah sebuah momen untuk menampilkan hasanah budaya yang beragam dan tumbuh di Aceh.

“Ini untuk memperkuat kekeluargaan, di mana terdapat beragam budaya di Aceh,” kata dia.

Nova menyebut PKA merupakan sebuah refleksi untuk melihat pembangunan Aceh selama beberapa tahun ke belakang. “Bukan hanya menyajikan atraksi berbudaya, tetapi juga pembangunan Aceh,” kata dia.

FOTO: Suparta/ACEHKITA.COM

Pembukaan PKA ke-7 disemarakkan dengan penampilan tarian kolosal bertajuk Aceh Lhee Sagoe yang diperagakan oleh sebanyak 1.100 penari dari 33 sanggar tari dan teater di Banda Aceh.

Pertunjukan tarian itu menggambarkan tentang kebudayaan delapan etnik yang ada di Aceh. Pertunjukan tarian turut dikombinasikan dengan penayangan video mapping dan Tari Guel oleh penari dari Aceh Tengah.

Koordinator koreografi tarian kolosal, Imam Juaini mengatakan tarian itu menggambarkan keberagaman, ketauhidan, dan juga kebersamaan di masyarakat Aceh. Tarian itu bercerita kondisi Aceh dari sebelum Islam, masuknya Islam, hingga lahirnya kebudayaan dan kesenian Islam.

“Aceh pernah mendapat sebuah peradaban yang sangat tinggi. Di mana seni-seni yang dilahirkan itu bernilai tinggi. Kita juga menggambarkan peranan Islam dalam kebudayaan Aceh, terutama dalam konsep tauhid. Aceh pernah melahirkan tokoh-tokoh sufi, salah satunya Hamzah al Fansuri,” kata Imam usai pembukaan PKA VII.

Melalui tarian tersebut, kata Imam, pihaknya ingin menyampaikan pesan kepada masyarakat tentang keberagaman dan kerukunan dalam kehidupan di Aceh. Masyarakat Aceh juga mempunyai semangat yang kuat dan agama yang teguh serta memiliki rasa kebersamaan.

“Hal-hal itu yang membuat Aceh bisa maju. ini yang kita ingin coba kita sampaikan,” tutur Imam.[]

Baca Tulisan Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Stay Connected

0FansLike
21,719FollowersFollow
23,800SubscribersSubscribe
- Advertisement -

TERBARU