Wednesday, April 1, 2020

Mediator RI-GAM Temui JK Bahas Perkembangan Damai Aceh

Must Read

Polisi Didesak Usut Kematian Wartawan di Kutacane

LHOKSEUMAWE | ACEHKITA.COM -- Wartawan kembali mendesak pihak Kepolisian Daerah Aceh untuk mengusut tuntas dan membongkar penyebab kematian Darman...

Kembali Latihan Usai Libur Sepekan, Persiraja Fokus Fisik dan Mental Tandang

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Pemain Persiraja Banda Aceh sejak Minggu (26/8) sore kembali menjalani latihan setelah libur selama...

Peringatan Kematian Munir

Suciwati (tengah), istri mendiang aktivis Hak Asasi Manusia (HAM), Munir, mengikuti aksi peringatan lima tahun kematian suaminya di Bundaran...

Kemendikbud Putar Film di Banda Aceh

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Dalam rangka Hari Film Nasional (HFN) ke-66 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Pusat Pengembangan...

JAKARTA | ACEHKITA.COMCrisis Management Initiative (CMI) atau Prakarsa Manajemen Krisis yang berpusat di Finlandia menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) di Jakarta, pada Selasa (16/10/2018). CMI adalah yayasan non pemerintah yang pernah ikut menengahi konflik antara Republik Indonesia (RI) dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) pada 15 Agustus 2005 di Helsinki, Finlandia.

Pertemuan dilakukan di kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Selatan. Perwakilan CMI Jenderal (Purn) Jaako Oksanen menyatakan, pihaknya bertemu JK untuk mencari informasi terbaru mengenai perkembangan damai di Aceh.

“Di sini kita update informasi mengenai perdamaian antara RI dan GAM. Kita telah menempuh proses yang panjang. Jadi update pengetahuan kita mengenai hal ini,” kata Oksanen kepada wartawan, seperti dilansir Detikcom.

Setelah pertemuan itu, pihak CMI juga bakal ke Aceh untuk mendengar langsung perkembangan damai Aceh dari warga lokal.

“Setelah pertemuan di sini kita akan pergi ke Aceh untuk mencari informasi dari teman-teman lokal di sana. Jadi setelah itu kita mendapat lebih banyak informasi,” tuturnya.

Oksanen tak merinci informasi apa yang dia dapatkan setelah bertemu JK. JK sendiri belum memberikan keterangan terkait pertemuan yang berlangsung tertutup tersebut.

Sebelumnya, CMI pernah menjadi mediator perdamaian antara GAM dan Pemerintah Indonesia pada 2005 silam. Perundingan itu digelar setahun setelah bencana tsunami dahsyat memporak-porandakan Aceh.

Hasil perundingan kemudian disepakati penandatanganan nota kesepakatan damai antara RI-GAM dan mengakhiri konflik yang telah terjadi selama tiga dekade. Sejak itu, GAM resmi nonaktif dan anggotanya dijanjikan amnesti. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Surat Wali Nanggroe Kepada Para Tenaga Medis

Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk Malik Mahmud Al Haytar menyampaikan rasa terima kasih kepada para tenaga medis...

Ruang Outbreak Pinere RSUDZA Dijadikan Tempat Isolasi Pasien COVID-19

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - RSUDZA Banda Aceh telah memiliki 12 ruang Outbreak Pinere (Penyakit Infeksi New-Emerging dan Re-Emerging) pada Selasa (31/3/2020). Ke-12 ruang...

Update Corona di Aceh: 5 Positif, 2 Meninggal, 44 PDP, 797 ODP

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Angka Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona di Aceh bertambah 177 orang menjadi 797 orang per Selasa (31/3/2020) pukul 15.00...

Cegah Corona, Masjid Raya Baiturrahman Disemprot Disinfektan Sebelum Salat Jumat

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Enam belas personel gabungan dari unit KBR (kimia, biologi, radio aktif) Detasemen Gegana Satuan Brimob Kepolisian Daerah Aceh dan...

Cegah Penyebaran Corona, Arab Saudi Hentikan Shalat Berjamaah di Masjid

RIYADH – ACEHKITA.COM – Pemerintah Arab Saudi, hari Selasa waktu setempat (Rabu dini hari WIB), menghentikan sementara pelaksanaan shalat berjamaah di semua masjid negara...

More Articles Like This