Thursday, January 23, 2020

Mediator RI-GAM Temui JK Bahas Perkembangan Damai Aceh

Must Read

Soal Holokos, PM Netanyahu Tegur Panglima Militernya

ISRAEL -- Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berang dengan pernyataan yang dikeluarkan Wakil Kepala Staf Angkatan Darat Mayor Yair...

Timnas Indonesia U-16 Siap Hadapi Iran di Laga Perdana Piala AFC

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Timnas Indonesia U-16 siap menghadapi Iran pada laga perdananya di putaran grup C turnamen...

Anak Tsunami jadi Korban Trafficking

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Cut Lisa alias Fanisa Rizkia menjadi korban perdagangan manusia (human trafficking). Remaja 15 tahun...

Alue Naga Sunset

Suasana senja di pantai Alue Naga Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh, Senin (1/2). Suhu udara siang di Banda Aceh...

JAKARTA | ACEHKITA.COMCrisis Management Initiative (CMI) atau Prakarsa Manajemen Krisis yang berpusat di Finlandia menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) di Jakarta, pada Selasa (16/10/2018). CMI adalah yayasan non pemerintah yang pernah ikut menengahi konflik antara Republik Indonesia (RI) dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) pada 15 Agustus 2005 di Helsinki, Finlandia.

Pertemuan dilakukan di kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Selatan. Perwakilan CMI Jenderal (Purn) Jaako Oksanen menyatakan, pihaknya bertemu JK untuk mencari informasi terbaru mengenai perkembangan damai di Aceh.

“Di sini kita update informasi mengenai perdamaian antara RI dan GAM. Kita telah menempuh proses yang panjang. Jadi update pengetahuan kita mengenai hal ini,” kata Oksanen kepada wartawan, seperti dilansir Detikcom.

Setelah pertemuan itu, pihak CMI juga bakal ke Aceh untuk mendengar langsung perkembangan damai Aceh dari warga lokal.

“Setelah pertemuan di sini kita akan pergi ke Aceh untuk mencari informasi dari teman-teman lokal di sana. Jadi setelah itu kita mendapat lebih banyak informasi,” tuturnya.

Oksanen tak merinci informasi apa yang dia dapatkan setelah bertemu JK. JK sendiri belum memberikan keterangan terkait pertemuan yang berlangsung tertutup tersebut.

Sebelumnya, CMI pernah menjadi mediator perdamaian antara GAM dan Pemerintah Indonesia pada 2005 silam. Perundingan itu digelar setahun setelah bencana tsunami dahsyat memporak-porandakan Aceh.

Hasil perundingan kemudian disepakati penandatanganan nota kesepakatan damai antara RI-GAM dan mengakhiri konflik yang telah terjadi selama tiga dekade. Sejak itu, GAM resmi nonaktif dan anggotanya dijanjikan amnesti. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Djulaidi Kasim Jabat Plt Kakanwil Kemenag Aceh

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Menteri Agama RI Jenderal (Purn) Fachrul Razi menunjuk Drs Djulaidi Kasim, M. Ag sebagai...

Pemerintah Aceh Sampaikan Duka Cita atas Meninggalnya Bupati Bireuen

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Pemerintah Aceh menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya Bupati Bireuen, Saifannur, di Rumah Sakit Siloam Dhirga Surya, Kota...

Bupati Bireuen Saifannur Meninggal Dunia

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Bupati Bireuen, Saifannur, dikabarkan meninggal dunia di Rumah Sakit Siloam Dhirga Surya, Kota Medan, Sumatera Utara. Ia menghembuskan nafas...

Panglima Militer Thailand Belajar Penanganan Konflik dan Teken Kerja Sama di Aceh

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Panglima Angkatan Darat Kerajaan Thailand atau Royal Thailand Army (RTA), Jenderal Apirat Kongsompong, melakukan kunjungan ke Aceh, pada Selasa...

Bruno Dybal Resmi Diperkenalkan sebagai Pemain Persiraja di Liga 1

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Manajemen Persiraja Banda Aceh secara resmi memperkenalkan Bruno Dybal sebagai pemain barunya di Liga 1 2020. Bruno Dybal merupakan...

More Articles Like This