Tuesday, March 31, 2020

MaTA Desak Bupati Aceh Besar Evaluasi Geuchik Paya Tieng

Must Read

Mahasiswa Meulaboh Galang Dana untuk Sumbar

MEULABOH | ACEHKITA.COM — Mahasiswa Meulaboh, Aceh Besar, yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Aceh Barat melakukan pengumpulan dana bagi...

Tapaktuan Diguncang Gempa

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Gempa berkekuatan 5,3 pada Skala Richter mengguncang Kota Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan, pada pukul...

118 Perempuan Terjebak Razia Busana

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Sebanyak 118 perempuan terjebak dalam razia busana muslimah yang digelar petugas Wilayatul Hisbah di...

12 Tahun Tsunami Aceh, Warga Mengingat dengan Doa

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Sejak pagi, satu persatu warga berdatangan ke kuburan massal Ulee Lheu, Meuraxa Banda Aceh,...

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM — Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) mendesak Bupati Aceh Besar untuk mengevaluasi pengelolaan dana desa oleh Geuchik Paya Tieng, Kecamatan Pekan Baya.

Pernyataan tersebut disampaikan Koordinator Bidang Hukum dan Politik MaTA, Baihaqi, di Banda Aceh, Kamis (20/9), setelah mendapat laporan dari salah seorang warga Gampong Paya Tieng. (Baca: Abaikan Laporan Masyarakat, Reskrimsus Polda Aceh Dilapor ke Ombudsman)

Baihaqi menjelaskan, MaTA menerima laporan terkait tidak diberikannya informasi oleh Geuchik Paya Tieng yang diakses oleh seorang warganya. “Padahal kita tahu bersama, sekarang semua pengelolaan pemerintahan dituntut untuk transparan, akan tetapi Geuchik Paya Tieng tidak mematuhinya,” sebutnya.

Tidak diberikannya informasi publik tersebut, kata Baihaqi, MaTA menduga pengelolaan dana desa dan anggaran yang yang diperuntukkan kepada Gampong Paya Tieng dikelola secara tidak transparan.

“Ini terlihat dari tidak diberikannya informasi sebagaimana yang dimohonkan oleh warganya sendiri, meskipun telah ada putusan dari KIA yang memerintahkan untuk memberikannya,” ujarnya.

“Ada apa, kenapa informasi terkait pengelolaan dana desa sangat sulit dibuka oleh Geuchik Paya Tieng,” tambah Baihaqi mempertanyakan.

Di sisi lain, sebutnya, MaTA berharap kepada Inspektorat Aceh Besar agar dalam melakukan pemeriksaan terkait pengelolaan dana desa jangan sebatas memeriksa dokumennya saja, akan tetapi juga harus memverifikasinya sampai ke lapangan.

“Hal ini penting dilakukan oleh Inspektorat untuk mengantisipasi adanya proyek-proyek fiktif yang dapat merugikan keuangan negara,” tegas Baihaqi.

Di sisi lain, sambungnya, pemeriksaan sampai ke titik lokasi dapat mencegah terjadinya indikasi tindak pidana korupsi dalam pengelolaan anggaran di gampong-gampong.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Cegah Corona, Masjid Raya Baiturrahman Disemprot Disinfektan Sebelum Salat Jumat

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Enam belas personel gabungan dari unit KBR (kimia, biologi, radio aktif) Detasemen Gegana Satuan...

Cegah Penyebaran Corona, Arab Saudi Hentikan Shalat Berjamaah di Masjid

RIYADH – ACEHKITA.COM – Pemerintah Arab Saudi, hari Selasa waktu setempat (Rabu dini hari WIB), menghentikan sementara pelaksanaan shalat berjamaah di semua masjid negara...

Antisipasi Penyebaran Virus Corona, Pemerintah Aceh Liburkan Sekolah Mulai Besok

Mengantisipasi meluasnya penyebaran virus corona atau Covid-19, Pelaksana Tugas Gubernur Aceh Nova Iriansyah, meliburkan sekolah-sekolah di bawah kewenangan Pemerintah Aceh, mulai besok, Senin (16/3/2020). Penegasan...

Biaya Haji Aceh 2020 Rp 31.454.602, Termurah se-Indonesia

Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun 1441 H/2020 untuk Jamaah Calon Haji asal embarkasi Aceh sebesar Rp 31.454.602 per jamaah, sedangkan besaran Bipih 1441 H/2020...

Persiraja Jadi Klub Pertama di Liga 1 2020 yang Didenda Komdis PSSI

Komite Disiplin (Komdis) PSSI mengeluarkan keputusan dari hasil sidang yang dilakukan pada Senin (9/3/2020) lalu. Ada 3 hukuman yang diberikan buat klub dan individu...

More Articles Like This