Monday, December 9, 2019

Mantan Relawan Tsunami Jadi Miss Indonesia

Must Read

Angin kencang Tumbangkan Pohon

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Angin kencang melanda Banda Aceh dan sekitarnya sejak pagi tadi menumbangkan sejumlah pohon. Di...

BPD Harus Berani Perbesar Kredit Produktif

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Wakil Gubernur Aceh Muhammad Nazar meminta perbankan daerah (BPD) agar berani memperbesar pemberian kredit...

1.082 UKM Korban Gempa Dapat Restrukturisasi Kredit

JAKARTA | ACEHKITA.COM - Untuk mempercepat pemulihan ekonomi korban gempa Pidie Jaya, sedikitnya 1.082 pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM)...

Mencerahkan Kulit dengan Lima Bahan Alami, Apa Saja?

ACEHKITA.COM -- Sebagian perempuan memiliki waktu khusus untuk merawat kulitnya di salon atau klinik kecantikan. Namun jika tak punya...
Redaksi
Redaksihttp://www.acehkita.com
ACEHKITA.COM hadir sejak 19 Juli 2003. Kami bisa dihubungi via @acehkita, redaksi[at]acehkita[dot]com

JAKARTA | ACEHKITA.COM – Kerenina Sunny Halim terpilih sebagai pemegang mahkota Miss Indonesia 2009 setelah berhasil menyisihkan 32 kandidat lain dalam ajang pemilihan Puteri Indonesia, Jumat (5/6) malam. Kandidat asal Jakarta yang akrab disapa Nina ini pernah menjadi relawan dan tenaga pengajar bagi anak-anak korban tsunami Aceh.

Nina berhasil menarik perhatian tujuh dewan juri setelah berhasil menjawab berbagai pertanyaan yang diajukan para dewan juri sepanjang pemilihan malam ini. Saat berada di babak tiga besar bersama Vivian dari Bali dan Melati Putri Kusuma Dewi asal Sulawesi Barat, Nina mampu menjawab pertanyaan yang diajukan Tanthawi Yahya dengan baik. Ia menggunakan bahasa Inggris dan menjawab dalam waktu singkat.

Usai diumumkan sebagai pemenang Miss Indonesia 2009, Nina langsung dikalungkan selempang Miss Indonesia oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan Meutia Hatta. Mahkota yang berhiaskan permata dan berlian juga disematkan kepada Nina. Puteri Indonesia 2008 Sandra Angelia dan Miss World 2008 Ksenia Sukinova yang hadir dalam penganugerahan itu ikut menyampaikan selamat kepada gadis kelahiran Jakarta, 13 Juni 1986.

Posisi runner up satu diraih Melati Putri Kusuma Dewi dari Sulawesi, dan Vivian asal Bali.

Kerenina yang lulusan Home Schooling Christian Vocational Academy ini aktif mengajar di sebuah SMP di Jakarta. Ia juga aktif di sebuah NGO. []

10 COMMENTS

  1. urueng udep lam dream.,,,,,
    hana tupue droeleh (tanpa kesadaran namaya mimpi)
    hanya saja tidak masuk ke negeri BBM
    benar benar mimpi acehnyoe,,,,
    uung inong hana te droe
    urung agam katuwoe butroe,,

  2. lon setuju that ngen tgk banta, masyarakat hrus di teupeu toeh yg geukhen paksa dan toeh kewajiban. toup aurat nyan sebuah kewajiban, ken sebuah paksaan.. jak hai rakan2 man mandum, ta jak meurenoe ileume agama..
    nyak leubeh ta teupeu toeh yg halal dan toeh yg harem nibak Allaa SWT..

  3. Na sit ureung Aceh yg tem bela maksit. Subhanallah.
    Jak tameurunoe ileume agama beu butoy, ngak meuri toeh yg geukheun paksa dan toeh kewajiban. Krn inti jih geutanyo wajeb tapaksa droteuh untuk bek roeh lam buet maksit. Bukankah kita ini budak2 Allah yg tidak boleh tidak wajib mematuhi aturanNYA? Jika memang kita ingin berbuat seenak perut kita, Allah mempersilakan kita untuk mencari dunia lain dan jangan bertuhan kepada Allah.
    Jika memang tidak sanggup, ya nginaplah di bumi yg telah Allah buat saja dan patuhilah UUD Nya.
    Aceh dasarnya islami, kecuali Aceh yg telah hilang keacehannya, atau Aceh cangkokan.

  4. betui bang lambak, maka jieh, lagee ta kaleun di gampong tanyoe nyoe, lam gampong (aceh) sang hayee that,meujilbab tuep ulee, tapi begitu keluar aceh,jilbab pun melayang…itu semua krn apa? krn paksaannnnnnnnn WH, bukan krn taat ikhlas sendiri

  5. betui nyan bang bujang, bek banka ureung aceh ka meu jilbab mandum, menyoe dalam aceh oke lah, krn WH mungken, maka jieh, WH bek paksa2 gob, jadi keun leumah soe yang ikhlas berjilbab so yang terpaksa, bek alasan syariat, jeut keu alasan paksa gob, na ciet ureng aceh yang hana pake jilbab tapi bajee jieh sopan, cuman ulee manteng hana teutop…

  6. Tanyoe handjeut lagee nyan.
    Sang2 banka meu jilbab sang ka ureung Aceh mandum.Dan banka ureung Aceh ka meu jilbab mandum, mungken beutoi ureung inong Aceh teutop mandum ulee, tapi nyan nakeuh di Aceh tapi galom teuntee di lua Aceh. Seubab di lua Aceh hana WH.

  7. Gw kecewa dgn wakil Aceh yg mnrt gw tdk menunjukkan jati diri masyarakat Aceh krn tdk memakai jilbab. Meski masuk 10 besar, tetap tdk berkenan bg saya pribadi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

KUA Kecamatan Makmur Sosialisasikan Pencegahan Pernikahan Dini ke Siswa

BIREUEN | ACEHKITA.COM - Guna menekan angka pernikahan dini di bawah usia 19 tahun, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan...

Palembang Tuan Rumah Kongres dan Fesmed AJI 2020

Pengurus Nasional Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia akhirnya memilih Kota Palembang sebagai tuan rumah penyelenggaraan Kongres AJI dan Festival Media (Fesmed) Tahun 2020. Keputusan...

KIA Beri Anugerah Keterbukaan Informasi Badan Publik 2019 di Aceh

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Komisi Informasi Aceh (KIA) memberikan penghargaan Keterbukaan Informasi Publik 2019 kepada badan publik di Aceh. Pemberian anugerah keterbukaan informasi...

Plt Gubernur Sampaikan Duka Atas Meninggalnya Bupati Aceh Selatan

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, menyampaikan turut berduka cita atas meninggalnya Bupati Aceh Selatan, Azwir. Bupati Aceh Selatan, Azwir, meninggal dunia pada...

Gugatan Pemutusan Akses Internet Papua Berlanjut ke Persidangan

JAKARTA | ACEHKITA.COM — Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta memutuskan gugatan terhadap kebijakan pemerintah terkait pemutusan akses internet di Papua saat kejadian rusuh Agustus...

More Articles Like This