Saturday, June 22, 2024
spot_img

Lima Titik Api Ditemukan di Aceh

PEKANBARU – Satelit NOAA-18 yang dioperasikan Singapura dikabarkan berhasil mendeteksi kemunculan titik api (hotspot) di seluruh wilayah provinsi yang ada di Pulau Sumatera dengan jumlah total mencapai 114 titik. Lima di antaranya terdapat di Aceh.

“Untuk data titik api terkini, di Sumatera ada sekitar 114 titik. Seluruh provinsi di Sumatera berbagi titik api ini,” kata analis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Pekanbaru, Marzuki di Pekanbaru, hari ini.

Ia menjelaskan, dominasi kemunculan titik api tersebut masih diraih oleh Provinsi Riau dengan jumlah yang mencapai 42 titik. Kemudian disusul Provinsi Jambi dengan 22 titik api, Sumatera Selatan (14), Sumatera Utara (10), Sumatera Barat (7), Bengkulu (6), Aceh (5), Lampung dan Bangka Belitung masing-masing tiga titik, serta yang terkecil yakni Kepulauan Riau dengan jumlah kemunculan titik api sebanyak dua titik.

“Secara keseluruhan, jumlah titik api kali ini berkurang dibandingkan dengan data titik api pada Rabu (21/3) lalu, di mana di Sumaetra sempat muncul sebanyak 169 titik api,” katanya.

Namun titik penyebarannya, kata Marzuki, tidak merata seperti yang saat ini terjadi. “Beberapa provinsi yang baru memunculkan titik api saat ini adalah Bangka Belitung, Kepulauan Riau dan Jambi,” ujarnya.

Menurut dia, pertumbuhan titik api pada Maret 2012 ini kemungkinan cukup tinggi mengingat adanya gangguan pada posisi matahari yang kini berada tepat di ekuator atau garis khatulistiwa.

“Kondisi demikian yang kemudian menyebabkan suhu udara Sumatera kian memanas hingga menyulut kemunculan titik api di mana-mana,” katanya.

Sementara itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Polonia Medan meminta warga Medan mewaspadai terjadinya kebakaran yang bersumber dari percikan api, mengingat suhu udara mencapai 35 derajat celsius hingga akhir bulan Maret 2012 ini.

“Suhu panas meningkat, khususnya di kawasan Kota Medan dan sekitarnya. Selain itu, potensi hujan juga mulai berkurang. Karena sampai akhir bulan Maret ini juga kita prediksi terjadi suhu udara pada 35 derajat celsius. Potensi hujan terjadi hanya sesekali saja dan intensitasnya mulai berkurang, “ kata Kasi Data dan Informasi BMKG Polonia Medan Hartanto.

Dikatakan Hartanto, suhu udara yang panas dan gerah akan terjadi berkepenjangan. Sedangkan potensi hujan lokal sedang dan lebat tetap terjadi, namun intensitasnya sudah mulai berkurang tidak seperti pada pekan sebelumnya.

“Untuk gelombang di laut Pantai Timur masih setengah meter sampai satu meter dan di Pantai Barat setengah meter sampai satu setengah meter. Itu masih wajar untuk melaut bagi nelayan, gelombang dua meter baru agak berpengaruh bagi nelayan. Kita mintakan juga pada warga tetap mewaspadai terjadinya hujan lokal sedang dan lebat yang masih berpotensi terjadi satu pekan kedepan walau agak berkurang dari pekan sebelumnya,” ucapnya. [waspada.co.id]

Redaksi
Redaksihttp://www.acehkita.com
ACEHKITA.COM hadir sejak 19 Juli 2003. Kami bisa dihubungi via @acehkita, redaksi[at]acehkita[dot]com

Baca Tulisan Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Stay Connected

0FansLike
21,903FollowersFollow
24,700SubscribersSubscribe
- Advertisement -

TERBARU