Tuesday, July 7, 2020

Kurangi Angka Stunting, PKK Aceh Luncurkan Rumoh Gizi Gampong di Pidie

Must Read

Perhitungan Lhokseumawe

Hingga Pukul 22.31 WIB Petugas Penghitungan Suara di tingkat TPS, masih menghitung jumlah suara dari 7 TPS di Gampong...

FOTO | Harga Sirip Hiu Turun

Warga membawa hiu melewati kawasan Ujong Batee Kecamatan Mesjid Raya, Aceh Besar, Rabu (10/4). Pasca konferensi Internasional Spesies Fauna...

Kepergok Tuan Rumah, Dua Perampok Gagal Beraksi

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Dua perampok yang belum diketahui identitasnya gagal beraksi di sebuah rumah di Jalan...

Besok, Produk UKM Dipamerkan

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Aceh dan Satuan Kerja (Satker) PNPM Mandiri Perdesaan Aceh akan...

Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Aceh, Dyah Erti Idawati, memberikan apresiasi pada pemerintahan Gampong Ara Kecamatan Kembang Tanjong, Kabupaten Pidie. Upaya masyarakat gampong pesisir pantai yang didukung pemerintahan setempat telah sukses mengurangi angka stunting di desa tersebut.

Keuchik Gampong Ara, Zakaria, melaporkan di tahun 2017 lalu tercatat 13 anak usia balita yang menderita stunting. Angka itu menurun drastis, sekarang tersisa empat anak yang masih menderita stunting. Ia berharap dengan dukungan semua pihak termasuk Tim Penggerak PKK Aceh, angka stunting di Gampong Ara bisa hilang di akhir tahun ini.

“Semoga dalam enam bulan mendatangkan Insyaallah angkanya bisa nol,” kata Dyah saat meresmikan Rumoh Gizi Gampong di Gampong Ara, Rabu (28/8).

Dyah berharap sukses Gampong Ara dalam membendung stunting bisa menjadi contoh bagi desa lain di provinsi Aceh. “Kita harus jaga bersama dan harapan kita masyarakat semakin sadar untuk mengkonsumsi makanan yang mengandung protein tinggi,” sebutnya.

Ia menambahkan, salah satu tantangan dalam peningkatan kualitas hidup masyarakat Aceh adalah penyadaran akan pentingnya asupan gizi bagi keluarga. Minimnya kepedulian itu merupakan salah satu penyebab angka stunting tinggi. Karena itu, kata Dyah, perlu upaya penyadaran masyarakat akan pentingnya gizi bagi keluarga.

Karena itu, kampanye makanan sehat perlu untuk ditingkatkan sehingga masyarakat peduli akan kandungan gizi pada setiap makanan yang dikonsumsi. Baiknya, dalam setiap porsi makan, ada setengah kandungan sayur dan buah. Setengahnya lagi baru diisi dengan sumber protein seperti ikan, nasi atau karbohidrat.

Dyah mengatakan peluncuran Rumoh Gizi Gampong di Kabupaten Pidie bisa ikut meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap asupan gizi keluarga. Di mana, lewat Rumoh Gizi, bisa terpenuhi layanan gizi untuk kelompok resiko dengan pemberian makanan tambahan serta pemberian suplemen khusus sarat protein. Peluncuran Rumoh Gizi di Gampong Ara bahkan dihadiri ratusan masyarakat hingga anak-anak sekolah.

“Rumoh Gizi juga bisa bisa menjadi tempat edukasi terkait peningkatan kapasitas keluarga mengenai pola asuh dan pola pemberian makan bagi bayi dan anak,” kata Dyah.

Selain itu, Rumoh Gizi juga diharapkan menjadi sarana pendukung penguatan ketahanan pangan keluarga, pemberdayaan masyarakat agar mereka berperilaku hidup bersih dan sehat.

“Harapan kita dengan hadirnya Rumoh Gizi ini bisa membuat masyarakat sadar akan pentingnya asupan makanan berprotein tinggi bagi keluarga. Fokus kita memang anak-anak tapi orang dewasa tetap tidak boleh kita abaikan,” kata Dyah.

Wakil Bupati Pidie, Fadhlullah TM. Daud, mengimbau agar seluruh masyarakat mengkampanyekan pentingnya menjaga kesehatan ibu mengandung hingga anak usia 1.000 hari pasca-kelahiran.

“Itu periode keemasan. Kalau kita perhatikan insya Allah anak akan jadi anak yang pintar dan cerdas. Ayo kita sama-sama memuliakan orang hamil,” kata Fadhlullah.

Sementara Keuchik Gampong Ara, Zakaria mengatakan ada beberapa kegiatan positif di gampong yang ia pimpin, sehingga angka stunting menurun drastis. Di antaranya, kata Zakaria adalah kegiatan pemberian konsumsi gizi balita yang digelar seminggu sekali. Kegiatan itu dilaksanakan gampong dengan memanfaatkan dana desa.

“Dengan dana desa tiap tahun kita tambah anggaran untuk asupan gizi balita,” kata Zakaria.

Zakaria menyebutkan kesuksesan pihaknya menanggulangi penderita stunting berkat kerja sama lintas sektor. “Puskesmas tiap bulan menemani kami. Bidan desanya bahkan jadi pelatih bagi kader-kader (posyandu) kami,” ujarnya.

Pemerintah memang terus memberikan pembinaan pada masyarakat Gampong Ara. Keuchik Zakaria melaporkan pemerintah pusat memberikan dana hingga Rp 350 juta untuk pembangunan jamban sehat. Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) juga memberikan anggaran Rp 300 juta untuk jamban sehat.[]

ACEHKITA.com menerima bantuan dana dari Google News Initiative (GNI) melalui program Journalism Emergency Relief (JER) Fund senilai US$5.000.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

220 PNS Kemenag Aceh Dilantik Secara Virtual karena Pandemi Corona

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - 220 CPNS formasi 2018 dalam lingkup Kantor Wilayah Kementerian Agama Aceh dilantik dan diambil...

Bangunan Makam Cut Meutia di Aceh Utara Rusak Tertimpa Pohon

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Bangunan makam Pahlawan Nasional, Cut Meutia, rusak tertimpa pohon tumbang akibat angin kencang beberapa waktu lalu. Kejadian ini turut...

Wilayahnya Rawan Bencana, Unsyiah dan Unand Kolaborasi Penelitian Kebencanaan

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Sama-sama berada di wilayah rawan bencana, Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh dan Universitas Andalas (Unand) Padang, Sumatera Barat...

Anggota DPR RI Apresiasi UTBK Unsyiah di Tengah Pandemi COVID-19

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Anggota Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Muhammad Kadafi, meninjau langsung pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer...

Webinar Harganas 2020 di Aceh: Jaga Keluarga dari COVID-19

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Aceh bekerjasama dengan Perhimpunan Dokter Keluarga Indonesia (PDKI) dan BKKBN Aceh menyelenggarakan webinar Hari...

More Articles Like This