Tuesday, February 18, 2020

Kurangi Angka Stunting, PKK Aceh Luncurkan Rumoh Gizi Gampong di Pidie

Must Read

Selama 2012, Terjadi 108 Kali Banjir di Aceh

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Direktur Eksekutif Walhi Aceh, T.M Zulfikar mengatakan, sejak Januari hingga November 2012, Aceh dilanda...

Pemerintah Aceh Didesak Selesaikan Konflik Tanah

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Puluhan massa yang tergabung dalam Gerakan Pembebasan Tanah Aceh melancarkan aksi keprihatinan di Bundaran...

Microsoft Siapkan Office untuk iPad

JAKARTA | ACEHKITA.COM -- Perkembangan aplikasi untuk perangkat iPad cukup membludak. Salah satu perusahaan besar Microsoft juga akan ikut...

Tsunami Akibat Perilaku Buruk Manusia?

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Tsunami yang melanda Aceh satu dekade lalu disebut-sebut terjadi akibat perilaku buruk manusia. Pernyataan...

Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Aceh, Dyah Erti Idawati, memberikan apresiasi pada pemerintahan Gampong Ara Kecamatan Kembang Tanjong, Kabupaten Pidie. Upaya masyarakat gampong pesisir pantai yang didukung pemerintahan setempat telah sukses mengurangi angka stunting di desa tersebut.

Keuchik Gampong Ara, Zakaria, melaporkan di tahun 2017 lalu tercatat 13 anak usia balita yang menderita stunting. Angka itu menurun drastis, sekarang tersisa empat anak yang masih menderita stunting. Ia berharap dengan dukungan semua pihak termasuk Tim Penggerak PKK Aceh, angka stunting di Gampong Ara bisa hilang di akhir tahun ini.

“Semoga dalam enam bulan mendatangkan Insyaallah angkanya bisa nol,” kata Dyah saat meresmikan Rumoh Gizi Gampong di Gampong Ara, Rabu (28/8).

Dyah berharap sukses Gampong Ara dalam membendung stunting bisa menjadi contoh bagi desa lain di provinsi Aceh. “Kita harus jaga bersama dan harapan kita masyarakat semakin sadar untuk mengkonsumsi makanan yang mengandung protein tinggi,” sebutnya.

Ia menambahkan, salah satu tantangan dalam peningkatan kualitas hidup masyarakat Aceh adalah penyadaran akan pentingnya asupan gizi bagi keluarga. Minimnya kepedulian itu merupakan salah satu penyebab angka stunting tinggi. Karena itu, kata Dyah, perlu upaya penyadaran masyarakat akan pentingnya gizi bagi keluarga.

Karena itu, kampanye makanan sehat perlu untuk ditingkatkan sehingga masyarakat peduli akan kandungan gizi pada setiap makanan yang dikonsumsi. Baiknya, dalam setiap porsi makan, ada setengah kandungan sayur dan buah. Setengahnya lagi baru diisi dengan sumber protein seperti ikan, nasi atau karbohidrat.

Dyah mengatakan peluncuran Rumoh Gizi Gampong di Kabupaten Pidie bisa ikut meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap asupan gizi keluarga. Di mana, lewat Rumoh Gizi, bisa terpenuhi layanan gizi untuk kelompok resiko dengan pemberian makanan tambahan serta pemberian suplemen khusus sarat protein. Peluncuran Rumoh Gizi di Gampong Ara bahkan dihadiri ratusan masyarakat hingga anak-anak sekolah.

“Rumoh Gizi juga bisa bisa menjadi tempat edukasi terkait peningkatan kapasitas keluarga mengenai pola asuh dan pola pemberian makan bagi bayi dan anak,” kata Dyah.

Selain itu, Rumoh Gizi juga diharapkan menjadi sarana pendukung penguatan ketahanan pangan keluarga, pemberdayaan masyarakat agar mereka berperilaku hidup bersih dan sehat.

“Harapan kita dengan hadirnya Rumoh Gizi ini bisa membuat masyarakat sadar akan pentingnya asupan makanan berprotein tinggi bagi keluarga. Fokus kita memang anak-anak tapi orang dewasa tetap tidak boleh kita abaikan,” kata Dyah.

Wakil Bupati Pidie, Fadhlullah TM. Daud, mengimbau agar seluruh masyarakat mengkampanyekan pentingnya menjaga kesehatan ibu mengandung hingga anak usia 1.000 hari pasca-kelahiran.

“Itu periode keemasan. Kalau kita perhatikan insya Allah anak akan jadi anak yang pintar dan cerdas. Ayo kita sama-sama memuliakan orang hamil,” kata Fadhlullah.

Sementara Keuchik Gampong Ara, Zakaria mengatakan ada beberapa kegiatan positif di gampong yang ia pimpin, sehingga angka stunting menurun drastis. Di antaranya, kata Zakaria adalah kegiatan pemberian konsumsi gizi balita yang digelar seminggu sekali. Kegiatan itu dilaksanakan gampong dengan memanfaatkan dana desa.

“Dengan dana desa tiap tahun kita tambah anggaran untuk asupan gizi balita,” kata Zakaria.

Zakaria menyebutkan kesuksesan pihaknya menanggulangi penderita stunting berkat kerja sama lintas sektor. “Puskesmas tiap bulan menemani kami. Bidan desanya bahkan jadi pelatih bagi kader-kader (posyandu) kami,” ujarnya.

Pemerintah memang terus memberikan pembinaan pada masyarakat Gampong Ara. Keuchik Zakaria melaporkan pemerintah pusat memberikan dana hingga Rp 350 juta untuk pembangunan jamban sehat. Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) juga memberikan anggaran Rp 300 juta untuk jamban sehat.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Busana Rumoh Syar’i di Aceh Wedding Expo 2020 Dapat Pujian dari Ketua DWP

Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Setda Aceh, Safrida Yuliani, memuji keindahan busana muslim hasil karya Rumoh Syar'i. Ia terpukau...

Persiraja Resmi Kontrak Pemain Timnas Lebanon Samir Ayass

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Persiraja resmi mengikat kontrak pemain Timnas Lebanon, Samir Ahmed Ayass, selama satu musim. Tanda tangan kontrak pemain untuk slot...

Puluhan Anak Muda Aceh Suarakan Pemenuhan HKSR

Puluhan anak muda Aceh yang mewakili lintas komunitas dan Forum Perempuan Muda menyuarakan pemenuhan Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi (HKSR) untuk kelompok muda Aceh....

Jelang Kenduri Kebangsaan, Yayasan Sukma Gelar Seminar Keacehan di Unsyiah

Yayasan Sukma Bangsa bersama Forbes Anggota DPR dan DPD RI asal Aceh dan Universitas Syiah Kuala menggelar seminar Keacehan bertema ‘Kearifan Masa Lalu Kejayaan...

Istri Plt Gubernur Aceh Tinjau Rumah Layak Huni di Subulussalam

Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Aceh, Dyah Erti Idawati kembali meninjau penerima bantuan rumah layak huni di kawasan Desa Ciparpari Timur, Kecamatan Sultan Daulat,...

More Articles Like This