Thursday, April 9, 2020

KKN Internasional Pertama di Aceh, Universiti Teknologi Malaysia Kolaborasi dengan Unsyiah

Must Read

Puluhan Anak Muda Aceh Suarakan Pemenuhan HKSR

Puluhan anak muda Aceh yang mewakili lintas komunitas dan Forum Perempuan Muda menyuarakan pemenuhan Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi...

Naengmyeon, Mie Dingin untuk Menu Berbuka di Cuaca yang Panas

Kalau biasanya mie dinikmati selagi hangat dan disajikan saat masih panas berbeda dengan Mie Naengmyoen ini dimakan dengan kuah...

Sony Umumkan Tablet Antiair “Xperia Tablet Z”

ACEHKITA.COM -- RUMOR keberadaan Sony Xperia Tablet Z akhirnya menjadi kenyataan. Sony mengumumkan kehadiran tablet varian Xperia Z yang...

Di AWS Cup, Empat Negara Uji Pemain Muda

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Timnas Indonesia akan menjajal kemampuan Timnas dari Brunei Darussalam, Kyrzistan, dan Mongolia dalam turnamen Aceh...

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Universiti Teknologi Malaysia (UTM) cabang Kuala Lumpur mengajak 20 mahasiswa Unsyiah untuk mengikuti program Community Engagement & Humanity yang diselenggarakan di Gampong Lamdingin, kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, 20 – 27 April 2019.

Dalam keterangan tertulis kepada Acehkita.com, disebutkan Program Community Engagement & Humanity atau disebut sebagai program KKN (Kerja Kuliah Nyata) berupa bentuk rangkaian kegiatan-kegiatan seperti anak asuh, bengkel tanaman fertegasi, penanaman tanaman bakau, bengkel fibreglass, malam kebudayaan, lawatan tempat bersejarah dan diskusi mahasiswa.

Pada Jumat (26/4), dalam kunjungannya ke Unsyiah disambut Wakil Rektor I Unsyiah, Marwan, bersama Kepala Kantor Urusan Internasional (OIA), Muzailin Affan, dan Koordinator Program KKN Internasional, Sulastri.

“Bagi mahasiswa Unsyiah, KKN adalah program wajib yang harus diikuti selama satu bulan tinggal di kampung. Kemungkinan KKN ke depannya akan dilaksanakan di Bireuen. Jika pihak UTM ingin bergabung, mungkin bisa mengirimkan mahasiswanya untuk sama-sama menjalankan program ini,” sebut Prof. Marwan dalam jamuan di Balai Senat Unsyiah.

Madya Ahmad bin Khalid, Penasehat Program UTM menyampaikan bahwa program KKN tersebut merupakan program yang sudah lama direncanakan untuk dilaksanakan di Aceh. Pihaknya sangat senang akhirnya program KKN itu dapat berlangsung dengan sukses dan didukung baik oleh Unsyiah. “Program ini juga merupakan program KKN internasional pertama kami di Aceh,” ujarnya.

Sementara itu, Sulastri mengatakan tujuan KKN tersebut untuk membangun kemampuan jejaring mahasiswa ke ranah internasional, memperkenalkan budaya, makanan, dan parawisata Aceh serta sistem qanun hingga ekonomi syariah di Aceh.

“Untuk ke depannya Unsyiah dan universitas-universitas yang ada di Malaysia dapat terus bekerja sama untuk program KKN agar antar mahasiswa dapat berbagi ilmu dan pengalamannya,” sebutnya.

KKN internasional dipelopori oleh OIA bekerja sama dengan Badan Pengelola KKN Unsyiah. Sebelumnya, program ini telah dilaksanakan pada Agustus 2018 dan Januari 2019 di Malaysia.

“Tugas kami di OIA untuk memperbanyak kerja sama seperti Research Colaboration, Exchange Student, Part of Mobility untuk student dan staff, dan sebagainya,” pungkasnya.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Tiga Pasien Positif COVID-19 di Aceh Sembuh

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Tiga pasien positif corona atau COVID-19 di Aceh dinyatakan sembuh. Mereka diperbolehkan pulang setelah...

200 Pengemudi Ojek Daring di Aceh Peroleh Bantuan Sembako

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Sebanyak 200 pengemudi ojek daring di Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar, Aceh, memproleh bantuan sembako dari Forum...

Update Corona di Aceh: Sudah 37 PDP COVID-19 Pulang dari RS dan Sehat

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Sebanyak 37 orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Virus Corona atau COVID-19 di Aceh dilaporkan sembuh dan telah pulang dari...

Update Corona di Aceh: ODP Bertambah Jadi 893, PDP 45, dan Hasil Swab EY Negatif

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona atau COVID-19 di Aceh kembali bertambah. Kali ini ODP bertambah 96 orang menjadi...

Surat Wali Nanggroe Kepada Para Tenaga Medis

Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk Malik Mahmud Al Haytar menyampaikan rasa terima kasih kepada para tenaga medis yang saat ini menjadi garda...

More Articles Like This