Wednesday, February 26, 2020

Kisah Nurfaizah, Difabel yang Mengajarkan Anak-anak Baca Alquran

Must Read

Puluhan Hektar Sawah Diserang Keong Mas

ACEH UTARA | ACEHKITA.COM -- Pengganggu tanaman, keong mas, menyerang puluhan hektar tanaman padi baru tanam di Kecamatan Meurah...

Terminal Saree Terbengkalai

ACEH BESAR | ACEHKITA.COM – Gerakan Anti-Korupsi (Gerak) Aceh Besar menuding pemerintah Kabupaten Aceh Besar tidak becus. Pemkab dituding...

Dicoret KPU, Dua Calon Senator Aceh Gagal Ikut Pemilu

JAKARTA | ACEHKITA.COM -- Dua calon anggota Dewan Perwakilan Daerah asal Aceh dipastikan tidak bisa mengikuti perhelatan pesta demokrasi...

KIP dan Panwaslih Aceh Bangun Kesepahaman

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh dan Panwaslih Aceh menggelar Rapat Koordinasi Persiapan, Pemungutan, Perhitungan...
Redaksi
Redaksihttp://www.acehkita.com
ACEHKITA.COM hadir sejak 19 Juli 2003. Kami bisa dihubungi via @acehkita, redaksi[at]acehkita[dot]com

Keterbatasan fisik bukan halangan bagi Nurfaizah (33) mendidik anak-anak di desanya, Weu Siteh Kecamatan Suka Makmur, Aceh Besar, agar bisa membaca Alquran. Setiap malam rumah Nurfaizah selalu dipenuhi suara anak-anak belajar di rumah yang dijadikan juga sebagai balai pengajian bernama Awwalul Qullub.

Nurfaizah mengidap polio sejak lahir di kedua tangannya. Segala aktivitas dilakukannya secara mandiri menggunakan kedua kakinya. Baik itu menulis, memasak, dan segala aktivitas lainnya. Kondisi fisik tidak mematahkan semangatnya mengajar anak-anak mengaji selama 11 tahun sejak 2008.

Ia mengajar anak-anak dari dasar hingga bisa membaca Alquran dengan sepenuh hati. Baginya, anak-anak itu sudah dianggap seperti anak-anaknya sendiri. “Kami menerima anak-anak yang mau belajar mengaji dari dasar. Tidak sedikit anak-anak yang diterima belajar mengaji karena harus memulai belajar dari dasar, tapi insya Allah selama ini kami siap menyambut mereka,” ucapnya saat mendatangi Kantor Aksi Cepat Tanggap (ACT) Aceh, Banda Aceh, Rabu (17/7).

Saat ini mengharapkan tersedianya sumur lengkap dengan kamar mandi kondusif di balai pengajian. Sumur yang saat ini digunakan berbagi dengan tetangga sebelah sehingga kurang nyaman digunakan murid-muridnya. Di samping itu, jumlah iqra dan Alquran di balai pengajian itu masih terbilang kurang untuk mengajarkan 23 murid-murid di sana.

Ia menuturkan tidak sanggup memenuhi kebutuhan fasilitas tersebut sebab terbatasnya ekonomi keluarga. Suaminya, Rahmat (31), bekerja sebagai tukang becak di sekitaran Banda Aceh. Penghasilannya sehari-hari paling banyak Rp 100.000. Suaminya berasal dari kalangan disabilitas yang mengalami kesulitan komunikasi dan kelainan dibagian wajah atas sejak lahir. Sehingga, mata sebelah kanannya tidak berfungsi normal.

Pernah dulu Nurfaizah berjualan. Kekurangan modal membuatnya sulit merebut hati pelanggan. Tak mau menyerah, sekarang ia ingin membuka usaha kerajinan tangan berupa menjahit payung pengantin dan mengolah barang bekas menjadi pot bunga. “Niat saya itu belum saya laksanakan. Saya bingung ke mana nanti memasarkannya,” terangnya.

Baginya, segala sesuatu pemberian Allah merupakan anugerah yang patut disyukuri. Sekalipun ia tidak merasa rendah diri dengan apa yang dimilikinya. Ia berusaha dengan segala kemampuan agar bermanfaat bagi orang lain. Dengan mengajarkan Alquran ia hanya mengharapkan ridha Allah Swt.

Lisdayanti, Supervisor Partnership ACT Aceh mengatakan, “Minyeuk Pret sebagai salah satu mitra peduli ACT InsyaAllah akan berpartisipasi mewakafkan 15 persen keuntungan dari penjualan produk Minyeuk Pret untuk pembangunan sumur wakaf beserta sanitasinya di balai pengajian Awwalul Qulub.”

Katanya, dukungan terhadap dunia pendidikan agama di tingkat gampong merupakan tanggung jawab bersama. Melatih anak-anak belajar Alquran di usia dini menjadi modal yang sangat penting bagi perkembangan pengetahuan generasi masa depan. “Apabila nantinya sumur sudah berdiri di Awwalul Qulub, mudah-mudahan semangat anak-anak belajar Alquran semakin meningkat,” lanjutnya.[]

Zulfurqan (Humas ACT Aceh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Jajan Pakai Uang Palsu, Dua Warga Aceh Ditangkap Polisi

LHOKSEUMAWE | ACEHKITA.COM - Dua warga Aceh ditangkap polisi di Kota Lhokseumawe, setelah jajan makanan dan minuman dengan uang...

Diskusi Quo Vadis Rencana Investasi Aceh, Yuk!

Institute for Strategic and Policy Studies (ISPS) yang berkantor di Jakarta, bekerja sama dengan Aceh Bisnis Club (ABC) Jakarta, dan Donya Ekonomi Aceh (DEA),...

Wali Nanggroe Bertemu Dubes Uni Eropa Bahas MoU Helsinki

JAKARTA | ACEHKITA.COM - Wali Nanggroe Malik Mahmud Al-haythar bertemu Duta Besar (Dubes) Uni Eropa delegasi untuk Indonesia dan Brunei Darussalam Vincent Piket, membahas...

Daftar Nama 22 Petugas Haji 2020 Kloter Aceh yang Lolos Seleksi

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh mengumumkan 22 nama calon petugas haji Aceh yang lulus dalam seleksi petugas haji...

Busana Rumoh Syar’i di Aceh Wedding Expo 2020 Dapat Pujian dari Ketua DWP

Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Setda Aceh, Safrida Yuliani, memuji keindahan busana muslim hasil karya Rumoh Syar'i. Ia terpukau menyaksikan peragaan model yang mengenakan...

More Articles Like This