Thursday, February 27, 2020

Kerusakan Hutan Pemicu Banjir di Aceh

Must Read

ACEHKITA.tv | Demo Guru Berlanjut, Ujian Akhir Sekolah Digeser

Guru di Aceh Besar menggelar unjukrasa memprotes penahanan Irham, guru yang dituduh melakukan pelecehan seksual, oleh PN Jantho, Senin...

Akhirnya, Instagram Hadir di Android

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Pengguna telepon pintar berbasis Android kini bisa menikmati aplikasi Instagram. Sejak pekan ini, Instagram...

Data Sementara, 11 Bangunan di Geumpang Rusak

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Sebanyak 11 bangunan rusak di Desa Bangkeh Kecamatan Geumpang, Kabupaten Pidie, Aceh akibat gempa...

Ini Dia Suara Rakyat Aceh versi FMPPA

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Forum Mahasiswa Peduli Perdamaian Aceh (FMPPA) menggelar aksi damai di...

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Bencana banjir yang terus-menerus terjadi hampir setiap tahun di Provinsi Aceh disebabkan oleh kerusakan hutan yang semakin tinggi.

Kepala Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) Teuku Ahmad Dadek menyebutkan bencana banjir terjadi sebanyak 90 kali sepanjang tahun 2018. Jumlah itu disebut tertinggi dibandingkan tahun sebelumnya.

Menurut dia, pemicu utama banjir akibat perambahan hutan yang semakin gencar dilakukan. “Banjir paling banyak disebabkan meluapnya air sungai dan pembalakan liar yang menyebabkan banjir bandang,” kata Teuku Ahmad Dadek di kantor BPBA, Rabu 2 Januari 2019.

Sedangkan, dari catatan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Aceh, menyebut hingga Desember 2018 sebanyak 127 kali bencana akibat perambahan hutan di Aceh dengan total kerugian mencapai Rp969 miliar.

Direktur Eksekutif WALHI Aceh, Muhammad Nur mengatakan kerusakan hutan dan lahan di Aceh tahun 2018 seluas 24.910 hektare. Sedangkan jumlah manusia terdampak mencapai 50.270 jiwa, termasuk 1.728 jiwa yang mengalami krisis air akibat bencana kekeringan.

“Laju investasi SDA (sumber daya alam) berbasis kawasan hutan, illegal logging, perambahan hutan, pertambangan illegal, dan pembangunan infrastruktur menjadi faktor penyebab kerusakan dan hilang fungsi kawasan hutan di Aceh,” kata dia, Kamis (27/12/2018).

Dalam laporan akhir tahun BPBA, persentase bencana di Aceh sepanjang 2018 meningkat 64 persen. Peristiwa bencana terjadi sebanyak 294 kali dengan jumlah kerugian mencapai Rp848,2 miliar. Ini jauh lebih banyak dibandingkan tahun 2017 hanya 185 kali terjadi bencana.

Selain banjir, bencana yang kerap melanda Aceh adalah kebakaran pemukiman sebanyak 143 kali, disusul oleh puting beliung 93 kali, dan kebakaran hutan dan lahan sebanyak 44 kali kejadian.

“Wilayah yang paling sering terjadi bencana di Kabupaten Aceh Besar, disusul Aceh Tengah, Aceh Barat, Aceh Jaya, Bireuen, dan Aceh Tenggara,” kata Dadek.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Jajan Pakai Uang Palsu, Dua Warga Aceh Ditangkap Polisi

LHOKSEUMAWE | ACEHKITA.COM - Dua warga Aceh ditangkap polisi di Kota Lhokseumawe, setelah jajan makanan dan minuman dengan uang...

Diskusi Quo Vadis Rencana Investasi Aceh, Yuk!

Institute for Strategic and Policy Studies (ISPS) yang berkantor di Jakarta, bekerja sama dengan Aceh Bisnis Club (ABC) Jakarta, dan Donya Ekonomi Aceh (DEA),...

Wali Nanggroe Bertemu Dubes Uni Eropa Bahas MoU Helsinki

JAKARTA | ACEHKITA.COM - Wali Nanggroe Malik Mahmud Al-haythar bertemu Duta Besar (Dubes) Uni Eropa delegasi untuk Indonesia dan Brunei Darussalam Vincent Piket, membahas...

Daftar Nama 22 Petugas Haji 2020 Kloter Aceh yang Lolos Seleksi

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh mengumumkan 22 nama calon petugas haji Aceh yang lulus dalam seleksi petugas haji...

Busana Rumoh Syar’i di Aceh Wedding Expo 2020 Dapat Pujian dari Ketua DWP

Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Setda Aceh, Safrida Yuliani, memuji keindahan busana muslim hasil karya Rumoh Syar'i. Ia terpukau menyaksikan peragaan model yang mengenakan...

More Articles Like This