Wednesday, July 24, 2024
spot_img

Din Minimi Serahkan 15 Pucuk Senjata

LHOKSEUMAWE | ACEHKITA.COM — Nurdin bin Ismail alias Din Minimi yang selama ini menjadi target kelas wahid aparat keamanan akhirnya menyerahkan diri. Menyerah, Din Minimi menyerahkan 15 pucuk senjata yang selama ini digunakan dalam operasi tempurnya.

Din Minimi menyerahkan diri kepada Kepala Badan Intelijen Negara Letjen (Purn) Sutiyoso di hutan pedalaman Aceh Timur. Semalam, Sutiyoso memulangkan Din Minimi ke ibunya di Desa Ladang Baro, Aceh Timur.

Din Minimi juga menyerahkan daftar 120 nama anggotanya yang ikut menyerah. Kepada Sutiyoso, Din Minimi menyampaikan sejumlah tuntutan, di antaranya pemberian amnesti bagi seluruh anggota kelompoknya, termasuk 30 orang yang ditahan polisi.

Sutiyoso menyebutkan, sebelum menjemput Din Minimi sudah mendapatkan lampu hijau dari Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menko Polhukam Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Hukum dan HAM, Komisi III DPR RI, dan ketua Komnas HAM. Kepada mereka, Sutiyoso menyampaikan tuntutan Din Minimi soal amnesti.

Pria yang akrab disapa Bang Yos itu menyatakan bahwa pemberian amnesti merupakan sebuah proses hukum yang menjadi hak perogratif presiden, namun harus memperoleh pertimbangan dari Komisi Hukum DPR RI.

Namun, sebelum proses amnesti itu dibicarakan, Sutiyoso meminta kepada Din Minimi dan kelompoknya untuk menyerahkan senjata yang dimiliki.

“Mustahil akan mendapatkan amnesti tapi masih nenteng senjata,” kata Bang Yos kepada Din Minimi.

Akhirnya, Din Minimi mengumpulkan anak buahnya dan mempersilakan Sutiyoso berbicara mengenai amnesti dan penyerahan senjata. Walhasil, kelompok Din Minimi menyerahkan 15 pucuk senjata pelbagai jenis dan amunisinya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menyatakan, 15 pucuk senjata itu terdiri atas 13 pucuk AK-47, 1 FNC, 1 SS1 buatan Pindad, dan satu pelontar granat. Selebihnya amunisi.

“Senjata itu bisa jadi rampasan dari TNI/Polri,” lanjut Sutiyoso.

Senjata itu kini sudah diamankan oleh BIN. Sedangkan Din Minimi dan anggotanya, sebut Sutiyoso, kembali ke masyarakat. “Mereka beradaptasi kembali dengan lingkungan dan masyarakat, setelah empat tahun mereka naik gunung,” kata dia.

Din Minimi menjadi kelompok paling dicari aparat keamanan. Mereka dipersalahkan berada di balik penculikan dan pembunuhan dua intel Kodim Aceh Utara di pedalaman Kecamatan Nisam Antara, Maret lalu. Namun, tudingan polisi ini berulangkali dibantah Din Minimi.

Selama ini polisi mengklaim telah menyita belasan senjata, menangkap, dan menewaskan sejumlah anggota Din Minimi. Terakhir, pada November lalu, polisi menyebutkan masih memburu 21 anggota kelompok yang diyakini berada di balik serangkaian teror bersenjata di Aceh.

Selain Din Minimi, polisi juga mengaku menguber empat kelompok bersejata lainnya, yaitu Abdullah (kasus narkoba yang pekan lalu divonis mati oleh PN Banda Aceh), Gambit, Fauzi (Bireuen), dan Raja Rimba. Dari lima kelompok ini, polisi merampas 32 pucuk senjata laras panjang dan pendek, 4.955 butir amunisi, 28 unit magasin, dan satu granat. Selain itu, polisi juga menangkap 32 anggota kelompok itu –paling banyak anggota Din Minimi. Enam lainnya ditembak. []

REZA JUANDA | FOTO: Reza Juanda/ACEHKITA.COM

Redaksi
Redaksihttp://www.acehkita.com
ACEHKITA.COM hadir sejak 19 Juli 2003. Kami bisa dihubungi via @acehkita, redaksi[at]acehkita[dot]com

Baca Tulisan Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Stay Connected

0FansLike
21,903FollowersFollow
24,800SubscribersSubscribe
- Advertisement -

TERBARU