Thursday, May 23, 2024
spot_img

Kemenag dan Lapas Bireuen Jalin Kerja Sama Penyuluhan Warga Binaan

BIREUEN | ACEHKITA.COM – Kepala Kemenag Kabupaten Bireuen, Dr Muhammad Amin, melakukan penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) kerja sama dengan Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Bireuen, Abas Ruchandar, Kamis (30/3/2023). Kerja sama yang berlangsung di aula Kemenag Bireuen ini terkait bimbingan dan penyuluhan keagamaan terhadap warga binaan Lapas Kelas IIB Bireuen.

Naskah kerja sama tersebut dibuat untuk memudahkan proses pembinaan dan peningkatan kualitas bimbingan dan penyuluhan keagamaan bagi warga binaan di Lapas Klas IIB Bireuen, melalui para penyuluh agama Islam yang ada di Kankemenag Bireuen.

Kepala Kemenag Bireuen, Muhammad Amin menyambut baik kerja sama kedua belah pihak yang sudah berjalan selama beberapa tahun terakhir. “Ini bagian dari pembinaan dan peningkatan kualitas pengamalan ajaran keagamaan bagi masyarakat. Kemenag juga memiliki tanggungjawab untuk membangun kualitas kehidupan keagamaan di kabupaten ini, yang salah satunya dengan menurunkan penyuluh agama Islam ke LP,” ujarnya.

Selain di LP, Kemenag juga konsen dalam melakukan bimbingan dan penyuluhan di luar lembaga pemasyarakatan. Sinergi antara Kepala KUA dan Penyuluh Agama Islam sangat dibutuhkan agar tercapainya tujuan kehidupan keagamaan yang berkualitas.

“Untuk itu, kontribusi, sugesti, dan dukungan dari semua pihak sangat diharapkan demi tercapainya tujuan tersebut,” kata Muhammad Amin kepada penyuluh.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIB Bireuen, Abas Ruchandar, mengatakan, tujuan utama dilaksanakannya MoU adalah sebagai sarana meningkatkan pemahaman serta pengamalan ajaran agama bagi warga binaan di lembaga pemasyarakatan Bireuen.

“Dengan adanya kerja sama ini, nantinya akan muncul sebuah gairah kehidupan dari warga binaan, sehingga menjadi bekal tambahan bagi mereka saat kembali berinteraksi dengan masyarakat luas kelak,” ujarnya.

Menurut Abas, mereka yang di lapas bukan penjahat, tapi tersesat. Maka untuk itu, mari kita bina mereka sehingga dengan kehadiran penyuluh, mereka bisa membaca Al-Qur’an, paham keagamaan, dan ketika kembali ke masyarakat, dapat bekal yang bagus dari pembinaan ini nantinya.

“Sehingga para warga binaan bisa merubah perilaku mereka agar menjadi lebih baik dan tidak mengulangi kesalahan yang sama,” kata Abas.

Pada kesempatan tersebut hadir Kasubbag TU, Kasi Bimas Islam, Kasi Pembinaan Lapas Kelas IIB Bireuen, Kepala KUA Kecamatan se-Kabupaten Bireuen dan Penyuluh Agama Islam fungsional Kabupaten Bireuen. []

Baca Tulisan Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Stay Connected

0FansLike
21,903FollowersFollow
24,500SubscribersSubscribe
- Advertisement -

TERBARU