Sunday, February 23, 2020

Keluar Lapas, Napi Narkoba Ditangkap Polisi

Must Read

BI Latih 250 Mahasiswa GenBI Aceh Kembangkan Potensi Diri

Sebanyak 250 mahasiswa berprestasi penerima beasiswa Bank Indonesia yang tergabung dalam Generasi Baru Indonesia (GenBI), mengikuti Leadership Camp II...

Kebakaran di Jantho, Kerugian Ditaksir 1 Miliar Lebih

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Kapolres Aceh Besar AKBP Herman Sikumbang memperkirakan kerugian yang ditimbulkan akibat kebakaran 15 toko...

Bea Cukai Aceh Musnahkan 28 Ton Bawang Merah Selundupan di Belawan

BELAWAN | ACEHKITA.COM - Kanwil Bea Cukai Aceh memusnahkan barang bukti penyidikan tindak pidana kepabeanan eks. KM. Bintang Torang...

Aceh Galang Bantuan untuk Korban Gempa Lombok

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) melakukan penggalangan bantuan untuk korban bencana gempa di Lombok,...

Banda Aceh | ACEHKITA.COM – Narapidana (Napi) kasus narkoba, berinisial G ditangkap aparat Kepolisian Resor Kota Banda Aceh karena berada di luar Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas II A Lambaro, Banda Aceh. “Dia berada di luar Lapas secara ilegal,” kata Kapolresta Banda Aceh, Kombes Polisi Teuku Saladin dalam konferensi pers di kantornya, Kamis 2 November 2017.

Menurut Saladin, keberadaan Napi G berdasarkan informasi dari masyarakat yang melaporkan dia berada di luar Lapas dan diduga akan melakukan transaksi narkoba. Polisi kemudian menangkap Ge pada Minggu malam lalu. “Apakah keberadaannya di luar terkait narkoba, belum dibuktikan. Yang jelas dia keluar Lapas tidak sesuai prosedur,” katanya.

Saladin mengharapkan petugas Lapas dapat menertibkan Napi dan memberikan kesibukan kepada mereka dengan berkarya di dalam Lapas. Kepala Lapas diminta untuk membuat para napi lebih tertib dan petugas sipir tidak sembarangan mengeluarkan Napi.

“Lapas bukan negara, tolong diperhatikan ini untuk para Napi, kita (polisi) masih bisa masuk. Jangan satu kasus belum selesai, muncul kasus lain lagi,” tegas Saladin.

Sementara itu Kapalas Kelas II A Lambaro, Endang Lintang mengakui Napi binaannya keluar secara ilegal. Menurutnya, Napi G dikeluarkan oleh seorang oknum sipir di sana, bukan oleh lembaga. “Oknum itu sudah dipanggil dan akan kita berikan sanksi,” katanya.

Menurut Endang, Napi tersebut keluar setelah meminta izin dengan alasan keluarganya sakit. Izin tersebut tidak disertai dengan surat dan permintaan resmi sehingga tidak sesuai aturan. Kasus ini selanjutkan akan menjadi perhatian pihaknya untuk menertibkan Napi ke depan.

Saat ini Lapas Kelas II A Lambaro dihuni oleh 549 Napi dan belum dikategorikan over kapasitas. Terdapat dua orang napi yang sedang di luar menjalani proses asimilasi. Keberadaan Napi selalu diperiksa 3 hari sekali oleh petugas Sipir. []

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Diskusi Quo Vadis Rencana Investasi Aceh, Yuk!

Institute for Strategic and Policy Studies (ISPS) yang berkantor di Jakarta, bekerja sama dengan Aceh Bisnis Club (ABC) Jakarta,...

Wali Nanggroe Bertemu Dubes Uni Eropa Bahas MoU Helsinki

JAKARTA | ACEHKITA.COM - Wali Nanggroe Malik Mahmud Al-haythar bertemu Duta Besar (Dubes) Uni Eropa delegasi untuk Indonesia dan Brunei Darussalam Vincent Piket, membahas...

Daftar Nama 22 Petugas Haji 2020 Kloter Aceh yang Lolos Seleksi

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh mengumumkan 22 nama calon petugas haji Aceh yang lulus dalam seleksi petugas haji...

Busana Rumoh Syar’i di Aceh Wedding Expo 2020 Dapat Pujian dari Ketua DWP

Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Setda Aceh, Safrida Yuliani, memuji keindahan busana muslim hasil karya Rumoh Syar'i. Ia terpukau menyaksikan peragaan model yang mengenakan...

Persiraja Resmi Kontrak Pemain Timnas Lebanon Samir Ayass

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Persiraja resmi mengikat kontrak pemain Timnas Lebanon, Samir Ahmed Ayass, selama satu musim. Tanda tangan kontrak pemain untuk slot...

More Articles Like This