Wednesday, April 8, 2020

Kejurnas III Petanque di Unsyiah Pertandingkan 11 Nomor

Must Read

Masjid Besar Peusangan Dibangun Baru, Abu Tumin Meletakkan Batu Pertama

BIREUEN | ACEHKITA.COM - Ulama kharismatik Aceh, Abu Muhammad Amin atau akrab disapa Abu Tumin Blang Bladeh, melakukan peletakan...

Bertamasya ke Bukit Lamreh

ACEH BESAR | ACEHKITA.COM -- Kawasan ini belum terjamah. Ia masih menyimpan keindahan alami. Bertamasya ke Bukit Lamreh bak...

FOTO| Selebrasi Gol

Taufiq Aqsar pemain Timnas Aceh meluapkan kegembiraannya usai mencetak gol ke gawang Persija U-19 di Stadion Harapan Bangsa, Banda...

Sekolah HAM KontraS Luluskan 28 Mahasiswa

JAKARTA | ACEHKITA.COM - Sekolah HAM untuk Mahasiswa (SeHAMA) Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Jakarta,...

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM — Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) menjadi tuan rumah penyelenggaraan Kejuaraan Nasional III Petanque antar perguruan tinggi yang memperebutkan Piala Menpora Tahun 2018, 17-23 September bertempat di Lapangan Tugu, Darussalam, Banda Aceh.

Kejurnas Petanque yang diikuti 25 perguruan tinggi ini mempertandingkan 11 nomor, yaitu Shooting Men 43 Tim, Shooting Women 31 Tim, Single Men 51 Tim, Single Women 39 Tim, Double Men 37 Tim, Double Women 27 Tim, Double Mix 37 Tim, Triple Mens 24 Tim, Triple Women 15 Tim, Triple Mix Men 21 Tim dan Triple Mix Women 13 Tim.

“Unsyiah sangat berterima kasih atas kepercayaan PB FOPI yang telah memilih Unsyiah sebagai penyelenggara kejurnas ini. Kepercayaan ini merupakan kebanggaan sekaligus tantangan bagi Unsyiah,” ujar Ketua Panitia Kejurnas III Petanque, Alfiansyah Yulianur, pada upacara pembukaan di Lapangan Tugu, Darussalam, Senin (17/9)

Dia menyebutkan, kejurnas Petanque tersebut diikuti 177 atlet yang terdiri dari 104 atlet laki-laki dan 73 atlet perempuan serta ditambah 78 orang pelatih, official dan manajer tim. Secara keseluruhan kegiatan ini diikuti sebanyak 255 orang, sebutnya.

“Kejurnas kali ini pun terasa istimewa karena pesertanya mulai dari Universitas Cendrawasih Papua yang bersama-sama mengikuti kegiatan yang dilaksanakan Unsyiah, yang persis di ujung barat Indonesia,” kata Alfiansyah.

Sementara itu, Rektor Unsyiah Prof Samsul Rizal mengatakan, olahraga merupakan salah satu media yang sangat efektif dalam menjalin persatuan dan persaudaraan, baik sesama atlet maupun official. Seperti yang terjadi pada Asian Games lalu, di mana Korea Utara dan Korea Selatan bisa bersatu.

“Ini menandakan bahwa magnet persaudaraan sangat kuat dalam olahraga. Untuk itulah, mari kita ciptakan suasana persatuan dan persaudaraan pada Kejurnas Petanque ini,” ujar Rektor.

Rektor menjelaskan, olahraga Petanque telah dikenalkan di Indonesia sejak tahun 90-an, namun olahraga yang berasal dari Perancis ini baru resmi dipertandingkan pada Sea Games ke-26 tahun 2011 di Jakarta – Palembang.

“Hasilnya, dalam kurun waktu 2012-2015 beberapa kompetisi pun digelar baik nasional maupun internasional, termasuk salah satunya yang dipertandingkan pada Pomnas ke 14 tahun 2015 di Unsyiah,” ujar Rektor.

Turut hadir pada pembukaan kegiatan ini Para Wakil Rektor Unsyiah, Ketua Umum PB FOPI Caca Isa Saleh, Ketua Harian KONI Aceh Kamaruddin Abu Bakar serta perwakilan dari Universitas peserta kejurnas Petanque.

Belum lama ini, tim Petanque Unsyiah dua bulan lalu baru berhasil meraih medali emas pada even karnaval 10 tahun kawasan pembangunan IMT GT di Universitas Teknologi Mara, Cawangan Perlis, Malaysia, 20-26 Juli lalu.

Olahraga Petanque merupakan suatu bentuk permainan olahraga yang tujuannya melempar bola besi sedekat mungkin dengan bola kayu yang disebut cochonet. Kaki pelempar juga harus berada di dalam lingkaran kecil yang sudah ditentukan.

Ada jarak yang ditetapkan, yaitu jarak lemparan dari bola kayu dengan pelempar, antar enam sampai sepuluh meter.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Tiga Pasien Positif COVID-19 di Aceh Sembuh

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Tiga pasien positif corona atau COVID-19 di Aceh dinyatakan sembuh. Mereka diperbolehkan pulang setelah...

200 Pengemudi Ojek Daring di Aceh Peroleh Bantuan Sembako

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Sebanyak 200 pengemudi ojek daring di Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar, Aceh, memproleh bantuan sembako dari Forum...

Update Corona di Aceh: Sudah 37 PDP COVID-19 Pulang dari RS dan Sehat

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Sebanyak 37 orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Virus Corona atau COVID-19 di Aceh dilaporkan sembuh dan telah pulang dari...

Update Corona di Aceh: ODP Bertambah Jadi 893, PDP 45, dan Hasil Swab EY Negatif

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona atau COVID-19 di Aceh kembali bertambah. Kali ini ODP bertambah 96 orang menjadi...

Surat Wali Nanggroe Kepada Para Tenaga Medis

Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk Malik Mahmud Al Haytar menyampaikan rasa terima kasih kepada para tenaga medis yang saat ini menjadi garda...

More Articles Like This